Obat Batuk Berdahak untuk Ibu Menyusui, Hati-Hati Sebelum Membeli

Published by Blog K24Klik on

obat batuk berdahak untuk ibu menyusui

Dikurasi oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Obat batuk berdahak untuk ibu menyusui harus dipilih secara hati-hati. Terutama ketika ibu sedang mengalami flu berat disertai batuk berdahak tetapi harus memberi ASI setiap hari. Pasti banyak ibu yang merasa dilema untuk meminum obat atau tidak. Hal yang ditakutkan karena obat yang diminum akan masuk ke dalam tubuh si Kecil dan apabila tidak minum, si Kecil bisa tertular sakit.

Pada dasarnya ibu tetap boleh meminum obat ketika sedang menyusui. Akan tetapi harus memperhatikan dahulu cara memilih obat batuk berdahak yang aman dikonsumsi selama menyusui. Karena terdapat kandungan obat yang aman dan tidak, khususnya untuk ibu yang sedang memberi ASI.

Memilih Obat Batuk Berdahak untuk Ibu Menyusui yang Aman

Sebelum memilih obat yang aman untuk ibu menyusui, pastikan dahulu untuk bertanya kepada dokter kandungan atau ahli laktasi. Berikut obat batuk berdahak untuk ibu menyusui yang aman dikonsumsi:

1. Laserin Syrup 

obat batuk berdahak untuk ibu menyusui

Laserin syrup menjadi salah satu obat batuk untuk ibu menyusui yang aman dikonsumsi. Sirup ini merupakan obat herbal yang digunakan untuk meredakan batuk secara tradisional. 

Kandungan herbal seperti jahe, cengkeh, daun sirih, dan ekstrak patikan memiliki efek mempermudah pengeluaran dan mengencerkan lendir pada saluran napas serta memberikan sensasi manis dan hangat pada tenggorokan. 

2. Silex Syrup

obat batuk berdahak untuk ibu menyusui

Ketika batuk saat menyusui, Silex Syrup mampu meredakan batuk berdahak, melegakan tenggorokan, dan mengatasi pilek dengan aman tanpa mempengaruhi kualitas ASI.

Obat satu ini merupakan obat herbal dengan kandungan ekstrak Thyme, Primulae, Droserae, Althaea, Serpylli, Eucalyptus oil, Anise oil, Menthol oil, dan Saccharin yang dikemas dalam bentuk sirup.

Obat ini termasuk pada golongan herbal sehingga aman dikonsumsi ibu menyusui. Akan tetapi pastikan terlebih dahulu untuk dosis pemakaian per harinya.

3. Paracetamol

obat batuk berdahak untuk ibu menyusui

Obat Paracetamol memang tidak mengobati batuk berdahak secara langsung. Akan tetapi bisa menjadi pencegah terjadinya gejala flu yang disertai batuk berdahak seperti pusing dan demam. Paracetamol dikonsumsi ketika sudah sakit demam, kepala, dll. Tidak boleh dikonsumsi lagi jika keluhan sudah hilang. Apabila sedang menyusui kemudian merasa pusing dan demam sebaiknya segera konsultasi obat dengan dokter atau ahli laktasi.

Paracetamol merupakan obat yang aman dikonsumsi untuk ibu menyusui, karena kandungan di dalamnya tidak mengganggu produksi ASI ataupun tumbuh kembang si Kecil.

Kandungan Obat Batuk Berdahak yang Tidak Dianjurkan untuk Ibu Menyusui

Ibu yang sedang menyusui pasti harus benar-benar memahami kandungan apa saja yang tidak dianjurkan untuk ibu yang sedang menyusui. Karena dikhawatirkan jika tidak benar-benar memperhatikan, kandungan obat yang diminum dapat mempengaruhi kualitas ASI dan mempengaruhi tubuh si Kecil. Berikut obat batuk berdahak apa saja yang tidak dianjurkan untuk ibu yang sedang menyusui:

1. Guaifenesin

Guaifenesin bekerja sebagai pengencer dahak dalam obat batuk. Akan tetapi obat ini tidak aman karena belum ada studi yang membuktikan bahwa obat ini aman untuk ibu menyusui.

Label produk untuk guaifenesin merekomendasikan orang yang sedang menyusui untuk tidak menggunakan obat ini atau berhati-hati saat menggunakan obat ini selama menyusui.

2. Potassium Iodide

Kandungan lain pada obat batuk berdahak yang perlu wajib diwaspadai adalah potassium iodide. Obat ini bekerja sebagai ekspektoran, tetapi ibu menyusui tidak disarankan mengonsumsinya. Hal itu karena kandungan obat ini bisa diserap oleh ASI. 

Konsumsi potassium iodide yang berulang dapat memicu terjadinya penghambatan fungsi tiroid pada si Kecil. Efek yang ditimbulkan bisa lebih berbahaya terhadap bayi yang baru lahir dan bayi yang berusia kurang dari satu bulan. 

3. Antihistamin 

Antihistamin bekerja bekerja sebagai anti alergi atau obat batuk ini bekerja dengan mengurangi pelepasan histamin atau zat yang dikeluarkan tubuh saat terkena alergi atau infeksi, dengan begitu produksi lendir dari paru-paru bisa berkurang. 

Akan tetapi ibu menyusui disarankan untuk menghindari karena terdapat bukti penelitian baru jika bayi yang menyerap kandungan obat antihistamin akan lekas mengantuk dan marah.

4. Aspirin

Penggunaan aspirin biasanya terdapat pada obat batuk dan obat ini bekerja sebagai pereda nyeri. Meskipun bisa meredakan nyeri, aspirin tidak disarankan untuk ibu menyusui. Karena obat akan mudah diserap ASI dan mengalir pada tubuh bayi, sehingga akan terjadi pengaruh pada tubuhnya.

Penelitian menyebutkan aspirin dikeluarkan dari tubuh bayi lebih lambat daripada dari tubuh orang dewasa. Sehingga kadar aspirin dalam tubuh bayi dapat meningkat seiring waktu dengan penggunaan aspirin dalam jangka panjang.

Menggunakan aspirin dosis tinggi dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk membekukan darah dan, dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan kerusakan hati pada bayi yang menyusui jika menumpuk di tubuh mereka. 

5. Obat yang Mengandung Alkohol

Banyak obat batuk berdahak dalam kemasan sirup dengan kandungan alkohol. Sebaiknya ibu menyusui menghindari obat dengan kandungan alkohol. Hal itu dikarenakan, alkohol dapat terserap pada ASI dan mengalir ke tubuh si Kecil.

LLLI melansir, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dari alkohol bagi ibu menyusui. Terutama sedang memberikan ASI pada bayi yang baru lahir. Bayi yang baru saja dilahirkan akan lebih terpengaruh dengan alkohol dikarenakan hati yang belum sempurna.

Obat Batuk Berdahak Alami untuk Ibu Menyusui 

Selain obat dari apotek, mengatasi batuk berdahak bisa dengan bahan alami yang tersedia di rumah. Obat alami akan lebih aman bagi ibu menyusui, tetap harus diperhatikan juga untuk takaran konsumsi dan kebersihannya, ya. Berikut obat batuk berdahak alami untuk ibu menyusui:

1. Madu

Bahan satu ini juga efektif untuk mengurangi batuk berdahak dan sebagai peningkat imunitas tubuh. Madu menjadi bahan alami yang sangat aman dikonsumsi oleh ibu ASI. Penggunaannya pun bisa langsung dikonsumsi atau ditambahkan dengan teh maupun air hangat.

2. Berkumur Air Garam

Bila ibu sedang menyusui dan mengalami batuk disertai dengan sakit tenggorokan, cobalah untuk berkumur air garam. Air garam mampu mengurangi iritasi pada tenggorokan dan mengurangi batuk.

Cara membuatnya sangat mudah yaitu, campurkan satu setengah sendok teh garam dengan satu gelas air hangat. Kumur air garam tersebut dan jangan sampai tertelan.

3. Jeruk Nipis

Perasan jeruk nipis atau lemon adalah obat batuk alami. Namun, berhati-hati apabila Anda memiliki gangguan maag atau masalah pada lambung.

Cara membuatnya sangat mudah, cukup campurkan perasan air jeruk nipis dengan air hangat dan tambahkan kecap secukupnya. Kemudian, diminum teratur setidaknya 3 kali sehari. Sebaiknya, hindari minum perasan jeruk nipis ketika perut masih dalam keadaan kosong. 

4. Rebusan Jahe Hangat

Jahe mengandung antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antikanker, dan pelindung kardiovaskular sehingga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jahe juga bisa menjadi obat batuk alami bagi ibu menyusui. 

Cara membuat rebusan jahe:

  • cukup kupas dua buah jahe, 
  • cuci bersih, dan rebus dengan takaran dua gelas air matang. 
  • Tunggu hingga air mendidih dan saring jahe setelahnya. 
  • Sebaiknya diminum teratur sehari tiga kali hingga batuk bisa mereda.

5. Nanas

Ketika ibu sedang mengalami batuk berdahak dan sedang memberi ASI, mengonsumsi nanas lebih aman. Nanas mengandung bromelain yang mampu mengeluarkan dahak yang mengganggu dari tenggorokan sekaligus efektif untuk meredakan batuk.

Ibu menyusui diharapkan tetap berhati-hati serta memperhatikan saat mengalami batuk berdahak. Apabila batuk tak kunjung sembuh, diharapkan untuk segera pergi ke dokter untuk berkonsultasi. K24Klik menerima resep dari dokter tanpa perlu datang ke Apotek, Anda tinggal upload resep dalam aplikasi maka obat anda langsung diantar sampai ke rumah!