fbpx

Obat Sakit Kepala untuk atasi Sakit Gigi? Bisa Gak Sih!

Published by Maretta Putri on

Share this:
Dikurasi Oleh: apt. Maretta Putri A., S.,Farm.

Sakit gigi dan kepala memang hal yang lumrah terjadi pada semua orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, bila penanganannya salah, dapat berakibat fatal, bahkan membahayakan nyawa. Apalagi ditambah dengan rasa nyeri yang membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Hal ini akan sangat menganggu hari kita. Mencegah penyakit itu datang, agar aktivitas kita tidak terganggu dan yang paling penting kita tidak merasakan sakit itu adalah hal yang penting!

Mencegah suatu penyakit merupakan hal yang sangat penting namun sering kali terlupakan ataupun sengaja dilupakan. Namun perlu disadari mencegah penyakit sebenarnya lebih murah dari pada mengobati, jadi kenapa kita tidak mencegah sebelum sakit?

Untuk mencegahnya, yuk cari tahu penanganan yang tepat untuk sakit gigi dan kepala.

Apa Sih, Sakit Gigi dan Sakit Kepala itu?

Definisi sakit gigi dan sakit kepala

Sakit gigi merupakan rasa nyeri yang dirasakan di sekitar gigi atau rahang secara ringan atau berat dalam rentang waktu terus menerus atau hilang timbul. Sementara itu, sakit kepala adalah rasa sakit yang timbul di sekitar kulit kepala, kepala, hingga leher.

Gejala Sakit Gigi & Kepala

● Gejala Sakit Gigi

Sakit gigi sendiri memiliki tingkat keparahan yang beragam, mulai dari yang ringan dengan rasa sakit yang timbul tenggelam, hingga yang berat dengan rasa nyeri yang dirasakan secara terus-menerus. Ada pula rasa sakit yang timbul bersamaan dengan pembengkakan pada gusi, sakit kepala yang menyerang, serta demam tinggi.

Bila Anda merasakan nyeri di gigi dengan disertai ciri-ciri berikut, maka segeralah periksa ke dokter:

  • Gusi mengalami pembengkakan
  • Nyeri saat digunakan untuk mengunyah
  • Tercium bau tidak sedap di dalam mulut
  • Terasa sulit dan akan terasa sakit ketika membuka mulut
  • Napas terasa sesak
  • Kesulitan dalam menelan makanan
  • Telinga terasa nyeri

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Sakit Gigi dan Cara Pengobatannya

● Gejala Sakit Kepala

Ketika sakit ini menyerang, umumnya kepala akan terasa tidak nyaman dan seperti ada jarum yang tengah menusuk-nusuk atau memukul dengan keras. Ada pula gejala lain, di antaranya:

  • Penglihatan mengalami gangguan
  • Demam tinggi
  • Mengalami kesulitan berjalan
  • Leher terasa kaku
  • Mengalami kesulitan berbicara
  • Hilang kesadaran atau pingsan
  • Kehilangan fungsi salah satu sisi tubuh yaitu menjadi lemah atau bahkan mengalami kelumpuhan

Baca Juga: Jangan Sepelekan Nyeri Kepala Terus-Menerus

Jika Anda sudah mengetahui gejala yang ditimbulkan saat terjadi sakit gigi dan sakit kepala, maka seharusnya kita juga bisa melakukan pencegahan agar tidak timbul sakit gigi dan akhirnya sakit kepala. Kita cari tahu dulu ya, penyebab timbulnya sakit gigi dan akhirnya sakit kepala.

SAKIT GIGI bisa Memicu SAKIT KEPALA? KENAPA YA?

Mengalami sakit gigi merupakan satu hal yang membuat orang menderita. Namun sayangnya derita tersebut biasanya masih ditambah lagi dengan derita yang muncul akibat sakit kepala yang disebabkan oleh masalah gigi ini.

Kesehatan gigi dan mulut tidak bisa dipisahkan dari kesehatan tubuh. Pasalnya, semua yang terjadi pada organ tubuh pada dasarnya selalu terkait dengan organ lainnya.

Begitu juga dengan gigi dan kepala. Tak sedikit orang-orang yang menderita sakit gigi sampai ke kepala. Apa penyebab dari kondisi tersebut?

Faktanya, kepala dan wajah terdiri dari ribuan saraf serta otot-otot yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan atau stimulasi seperti rasa sakit kepada otak dan sistem saraf pusat. Pada hampir seluruh kasus sakit gigi disertai sakit kepala melibatkan saraf Trigeminal. Maka, berdasarkan inilah sakit gigi termasuk penyebab langsung yang dapat memicu sakit kepala.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit gigi mengakibatkan sakit kepala. Berikut ini adalah beberapa penyakit gigi yang tidak menyebabkan sakit kepala, seperti:

  • Gigi berlubang
  • Gigi retak atau patah
  • penyakit gigi mati atau gigi yang sudah non vital yaitu bila saraf mati dan pembuluh darah tidak mengalirkan darah pada gigi tersebut
  • Infeksi gusi, terutama yang berhubungan dengan pertumbuhan gigi bungsu

Terjadinya penyakit gigi di atas hanya menyebabkan rasa sakit di sekitar wilayah rongga mulut saja.

Pastinya kalian juga harus mengetahui sakit gigi apa yang dapat memicu sakit kepala kan, nah..simak ulasannya ya!

PENYAKIT GIGI yang dapat memicu SAKIT KEPALA

Beberapa jenis penyakit gigi yang bisa memicu sakit kepala adalah:

1. Gangguan pada Sendi Rahang (Temporomandibular Disorder)

Sendi rahang manusia terletak pada area pertemuan antara tulang tengkorak dan rahang bawah. Sementara otot-ototnya ada di samping kiri dan kanan wajah yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan sendi. Nah, jika otot-otot tersebut mengalami gangguan dan tidak bekerja seperti seharusnya, akan ada rasa sakit yang cukup parah yang mungkin terasa.

Pada beberapa kasus, rasa sakit juga dapat menjalar ke kepala, dan menyebabkan sakit kepala. Gangguan pada sendi rahang ini umumnya terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan menggeretakkan gigi (bruksisme), mengatupkan gigi-gigi pada atas dan bawah dengan tekanan berlebihan (clenching), kebiasaan mengunyah dengan satu sisi, atau pemakaian gigi palsu yang tidak baik.

2. Infeksi Pasca Pencabutan Gigi (Dry Socket)

Infeksi Pasca Pencabutan Gigi (Dry socket) merupakan komplikasi yang terjadi pasca pencabutan gigi yang ditandai dengan adanya infeksi pada permukaan tulang setelah proses pencabutan. Kondisi ini biasanya terjadi pada pasien yang baru saja menjalani pencabutan gigi, tetapi tidak patuh pada instruksi dokter gigi. 

Infeksi ini ditandai dengan rasa sakit pada area gigi yang dicabut, lalu melebar ke wajah, bagian atas kepala, kemudian turun ke bagian leher. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, rasa sakit yang mengganggu ini bisa menjadi lebih parah dan berlangsung lama. 

Nah, itulah beberapa penyakit atau gangguan pada gigi dan rahang yang bisa menyebabkan sakit kepala. Terhubungnya persarafan pada area wajah dan kepala yang dicakup oleh saraf trigeminal dapat membuat gigi bolong yang infeksi menyebabkan sakit kepala. 

Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut. Untuk menjelaskan bagaimana menjaga kesehatan dan kebersihan gigi, simak dan lakukan beberapa hal ini ya..

Apa yang dapat dilakukan agar tidak sakit gigi?

Menurut Kemenkes RI, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sakit gigi dan mulut:

1. Memelihara kebersihan mulut (menghilangkan plak dan bakteri). Memelihara kebersian mulut dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menggosok gigi secara rutin, agar kita dapat memutus rantai penyebab terjadinya karies dan berbagai penyakit mulut lainnya.

2. Memperkuat gigi (dengan Flour). Cara memperkuat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flour. Namun beberapa dari kita mungkin masih percaya dan menggunakan daun sirih untuk menyehatkan gigi. Tidak dianjurkan menyikat gigi dengan menggunakan batu bata ataupun dengan tanah liat, beberapa orang masih menggunakan cara ini dengan harapan gigi terlihat lebih bersih dan kuat. Namun pada kenyataannya penggunaan bata malah akan mengikis lapisan email gigi.

3. Mengurangi konsumsi makanan yang manis dan lengket. Makanan yang kita makan merupakan nutrisi yang penting untuk tubuh kita namun beberapa makanan mungkin tidak cocok untuk kesehatan gigi dan mulut kita, sebenarnya bukan tidak boleh namun apabila kita mengkonsumsi makanan manis dan lengket sebaiknya setelah itu langgung menggosok gigi dengan bersih agar sisa-sisa dari makanan tersebut tidak menempel pada sela-sela gigi yang akan mempercepat terjadinya proses karies dan berbagai penyakit mulut lainnya.

4. Membiasakan konsumsi makanan berserat dan menyehatkan gigi. Makanan serat selain bagus untuk kesehatan tubuh juga bagus untuk kesehatan gigi dan mulut. Bagi yang suka menggunakan tusuk gigi setelah makan untuk membersihkan sisa-sisa makanan cobalah untuk mengganti tusuk gigi dengan buah-buahan seperti apel, melon, pepaya,dll. Buah-buahan ini akan membantu kita untuk membersihkan sia-sia makanan yang menempel pada sela-sela gigi kita.

Pengobatan yang Tepat untuk SAKIT GIGI yang memicu SAKIT KEPALA?

Sakit gigi dan sakit kepala memang tidak boleh disepelekan. Apabila sakit gigi dan sakit kepala sudah menyerang maka kita harus mengobatinya. Untuk pertama sebelum menggunakan obat, Anda harus tahu beberapa risiko dari penggunaan obat yang dikonsumsi. Obat ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke ketika Anda memiliki penyakit jantung dan menggunakan obat ini untuk jangka waktu yang lama. Sehingga harus memahami mengenai pengobatan yang tepat tentang obat ini.

Sebelum membahas mengenai obat sakit gigi dan sakit kepala, yang pertama yang harus dilakukan adalah mengobati dengan cara alami dan mandiri dirumah terlebih dahulu.

1. Pengobatan Sakit Gigi

Jika Anda mengalami sakit gigi yang sudah tidak tertahankan lagi, cobalah untuk melakukan pengobatan secara mandiri terlebih dahulu dengan cara:

  • Berkumur dengan air hangat atau obat kumur antiseptik.
  • Mengompres pipi tepat di bagian gigi yang sakit dengan air dingin.
  • Meminum paracetamol dengan mengikuti petunjuk yang tertulis dalam kemasan.
  • Membersihkan bagian sela-sela gigi menggunakan benang gigi.

Namun, apabila sakitnya masih belum kunjung sembuh, coba dengan konsumsi obat yang dapat meredakan sakit gigi. Namun, jika rasa sakit tidak berkurang, maka segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih serius. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tambal apabila ada bagian gigi yang berlubang atau pencabutan gigi.

2. Pengobatan Sakit Kepala

Bila sakit kepala yang Anda rasakan masih ringan, lakukan penanganan menggunakan obat-obatan yang terjual bebas di apotek untuk meredakannya. Akan tetapi, bila sakitnya masih terus berlanjut hingga berhari-hari kemudian, maka cobalah cara ini:

  • Lakukanlah olahraga ringan untuk membantu merilekskan tubuh serta meningkatkan bahan kimia dalam otak yang berfungsi untuk memberi rasa bahagia dan nyaman.
  • Mandi air hangat bisa menjadi pilihan lainnya agar badan terasa lebih segar dan sakit kepala mereda dengan sendirinya.
  • Gunakan teknik akupuntur bersama ahlinya untuk membantu meredakan nyeri menggunakan jarum-jarum khusus.

Apakah Beda pengobatan orang dewasa dengan anak-anak?

Pengobatan sakit gigi dan sakit kepala antara orang dewasa dengan anak-anak tentu berbeda. Bila orang tua bisa langsung meminum obat pereda nyeri atau melakukan tindakan yang dibutuhkan, maka untuk anak-anak dibutuhkan perhatian khusus. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jika ingin memberikan obat anti nyeri pada anak harus disesuaikan dari usia anak, bentuk sediaan obat yang sesuai apakah bentuk sediaan obat sirup atau suppositoria (obat yang langsung dimasukkan ke dalam anus), serta dosis obat tersebut. Hal ini sangat penting, agar buah hati Anda mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sebelum memberikan obat anti nyeri kepada anak, sebaiknya lakukan beberapa hal yang dapat digunakan untuk meredakan sakit gigi dan kepala pada anak.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit gigi dan sakit kepala pada anak sebelum konsumsi obat.

Ketika anak mengalami sakit gigi, cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakannya di rumah adalah:

  1. Meminta anak untuk berkumur menggunakan air hangat.
  2. Membersihkan sisa-sisa makanan dengan benang gigi.
  3. Kompres pipi tepat di bagian gigi yang sakit dengan air dingin.
  4. Oleskan minyak cengkeh yang dicampur dengan 2 sendok teh minyak zaitun ke lapisan gigi menggunakan kapas. Namun, Anda harus hati-hati agar anak tidak menelannya.

Begitu pun ketika anak-anak mengalami sakit kepala, Anda pun dapat melakukan tindakan seperti:

  1. Memintanya untuk istirahat tidur siang.
  2. Memberi minuman yang banyak mengandung elektrolit.
  3. Mengalihkan perhatian si kecil dengan cerita atau hal-hal positif lainnya seperti bermain, atau melakukan aktivitas yang anak sukai (hobi yang anak sukai). 

Apakah Obatnya Sama Antara Sakit Gigi dan Sakit Kepala?

Obat sakit gigi dan kepala

Adapun untuk obat yang diberikan ketika Anda mengalami sakit gigi dan kepala, tentu hampir sama yaitu biasanya disebut dengan obat golongan NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflmatory Drugs) atau yang biasa disebut dengan obat antiinflamasi nonsteroid. Obat dengan golongan NSAIDs seperti Paracetamol, Ibuprofen, Asam Mefenamat dll.

Tentang NSAIDs!

adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan, sehingga meredakan nyeri dan menurunkan demam. NSAIDs sering dikonsumsi untuk mengatasi sakit gigi, sakit kepala, nyeri menstruasi, keseleo, atau nyeri sendi.

NSAIDs tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, krim, gel, suppositoria (obat yang langsung dimasukkan ke dalam anus), dan suntik. Dalam mengatasi nyeri, NSAIDs bekerja dengan cara menghambat hormon pemicu peradangan, yaitu hormon prostaglandin. Dengan berkurangnya peradangan, rasa nyeri juga akan berkurang dan demam akan turun. 

Paracetamol

Siapa yang tak kenal dengan obat Paracetamol?
Tentunya obat ini banyak dijumpai di apotek, toko obat bahkan mungkin juga tersedia di warung obat. Obat ini dianggap oleh masyrakat atau orang awam adalah sebagai obat penurun demam. Padahal Paracetamoltidak hanya efektif menurunkan demam, lho. Obat pereda nyeri ini juga dikenal ampuh untuk meredakan rasa sakit di bagian tubuh lain, termasuk sakit gigi dan biasanya juga dipakai untuk mengatasi sakit kepala. Namun ingat, tablet Paracetamol hanya berfungsi meredakan nyeri, bukan menyembuhkan sakit gigi secara total. Untuk penyembuhan, Anda perlu berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter gigi agar diberikan penanganan yang tepat sesuai gejala, apakah gigi perlu dicabut, ditambal, atau lainnya.

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi zat penyebab peradangan, yaitu prostaglandin. Dengan penurunan kadar prostaglandin di dalam tubuh, tanda peradangan seperti demam dan nyeri akan berkurang. Obat ini dapat digunakan dari mulai usia anak hingga dewasa. Dengan berbagai pilihan merk, obat ini sudah banyak dijual di apotek dan kalian bisa dengan mudah membelinya juga melalui aplikasi beli obat online, seperti K24Klik.
Berbagai macam pilihan merk dan bentuk sediaan obat Paracetamol, bisa kalian pakai atau konsumsi sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ibuprofen

Selain paracetamol, obat sakit gigi selanjutnya yang tak kalah efektif adalah Ibuprofen. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) ini sendiri bisa dijumpai dalam berbagai macam bentuk, mulai dari kapsul, tablet, obat tetes maupun suppositoria. 

Ibuprofen bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan nyeri akibat gigi berlubang. Selain itu, Ibuprofen juga dapat dipakai untuk mengurangi rasa sakit kepala. Karena obat ini bekerja dengan menekan produksinya senyawa yang dapat menyebabkan peradangan atau rasa sakit yaitu prostaglandin. Sehingga dengan mengkonsumsi produk ini, rasa nyeri atau rasa sakit dapat berkurang. Obat ini bisa dibeli secara bebas di apotek dan toko obat.

Asam Mefenamat

Untuk mengurangi rasa nyeri karena gigi bermasalah, dokter biasanya juga memberikan asam mefenamat. Sama seperti paracetamol dan ibuprofen, Asam mefenamat ini juga termasuk golongan NSAIDs dan bekerja dengan cara menghambat produksi senyawa yang menyebabkan peradangan atau rasa sakit pada tubuh (prostaglandin), sehingga peradangan dan rasa nyeri pada gigi atau sakit kepala berkurang.

Asam mefenamat sering jadi pilihan cepat bagi mereka yang mengalami sakit gigi tiba-tiba. Obat ini juga sudah banyak dijual di apotek-apotek. Anda bisa melakukan pemesanan obat Asam Mefenamat dengan berbagai macam merk dan bentuk sediaan yang dapat kalian sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Sebenarnya masih banyak jenis obat lainnya yang termasuk dalam obat golongan NSAIDs. Ketiga zat aktif diatas (Paracetamol, Ibuprofen dan Asam Mefenamat) merupakan contoh alternatif obat golongan NSAIDs yang menjadi pilihan umum jika Anda mengalami sakit gigi hingga sakit kepala.

Apa yang harus saya ketahui sebelum menggunakan NSAIDs?

Sebelum menggunakan NSAIDs Anda harus tahu beberapa risiko dari penggunaan NSAIDs. Anda dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke ketika Anda memiliki penyakit jantung dan menggunakan obat ini untuk jangka waktu yang lama.

Obat NSAIDs dapat menyebabkan bisul dan perdarahan di lambung dan usus pada waktu kapan saja selama pengobatan. Luka (ulkus) dan perdarahan dapat terjadi tanpa gejala peringatan dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian. Risiko Anda mengalami perdarahan dan memiliki luka (ulkus) dapat meningkat jika Anda:

  • Menggunakannya bersamaan dengan antikoagulan dan kortikosteroid
  • Merokok
  • Menggunakan NSAIDs untuk jangka waktu yang lama
  • Meminum alkohol
  • Lanjut usia
  • Atau memiliki kesehatan yang buruk

Obat golongan NSAIDs juga tidak dianjurkan untuk orang-orang berikut:

  • Mereka yang memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya, stroke atau gagal jantung.
  • Orang yang berusia 75 tahun atau lebih
  • Orang dengan riwayat diabetes (penyakit kadar gula tinggi)
  • Perokok
  • Orang dengan tekanan darah tinggi
  • Penderita asma
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal yang signifikan
  • Memiliki riwayat penyakit hati yang signifikan
  • Produksi gas yang belebih dari pencernaan
  • Memiliki sakit maag aktif (sakit pada lapisan perut), atau berisiko tinggi terkena sakit maag

Jika Anda memiliki salah satu dari kondisi di atas, Anda harus memberi tahu dokter Anda sebelum menggunakan NSAIDs untuk perawatan Anda. Agar dokter dapat mempertimbangkan apakah jika konsumsi obat ini memiliki efek pengobatan yang lebih besar dibanding dengan efek negatif yang ditimbulkan. Misalnya Anda memiliki sakit maag, maka Anda dapat mengkonsumsi produk NSAIDs sesudah makan. Sehingga efek samping maag yang dialami, akan berkurang efeknya jika mengkonsumsi obat NSAIDs tersebut. Dengan kata lain, jika dilakukan pengobatan dengan tepat maka tidak akan menimbulkan efek samping.

Produk NSAIDs memiliki efek samping yang dapat ditimbulkan lho sobat sehat. Salah satunya adalah menyebabkan nyeri ulu hati (maag) yang tadi disebutkan. Selain itu, masih ada beberapa efek samping yang ditimbulkan jika mengkonsumsi obat NSAIDs ya Sobat Sehat. Walaupun tidak semua orang akan mengalami atau merasakan efek samping ini, namun tidak ada salahnya jika kita mempelajari atau mengetahui terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi obat ini ya.

Efek Samping NSAIDs, apa saja?

Beberapa obat yang termasuk produk NSAIDs juga menimbulkan efek samping sobat sehat, sehingga sebelum menggunakan atau mengkonsumsi obat golongan NSAIDs sebaiknya kita tahu terlebih dahulu. Efek samping yang ditimbulkan obat golongan NSAIDs dibagi menjadi 2, yaitu efek samping yang serius dan efek samping ringan.

Efek samping yang serius, seperti:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal jantung akibat pembengkakan tubuh (retensi cairan)
  • Masalah ginjal termasuk gagal ginjal
  • Perdarahan dan luka di lambung dan usus
  • Sel darah merah rendah (anemia)
  • Reaksi kulit yang mengancam jiwa
  • Reaksi alergi yang mengancam nyawa
  • Masalah hati termasuk gagal hati
  • Serangan asma pada orang yang memiliki asma

Jika mengalami efek tersebut, segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan pengobatan yang lebih tepat.

Efek samping ringan dari NSAIDs dapat mencakup:

  • Sakit perut
  • Sembelit/konstipasi
  • Diare
  • Produksi gas yang belebih dari pencernaan
  • Mulas
  • Mual
  • Muntah

Apabila Anda mengalami efek samping ringan, maka sebaiknya hentikan penggunaan obat agar efek samping yang ditimbulkan tidak berkelanjutan atau semakin parah.

Mengetahui efek samping dari NSAIDs, sebaiknya kita juga dapat memilih jenis obat pereda nyeri yang didapatkan di apotek sekitar rumah, karena jenis obat NSAIDs bermacam-macam. Sehingga sebelum konsumsi produk ini, konsultasikan terlebih dahulu dengan apoteker/dokter dan konsumsi obat sesuai dengan petunjuk aturan pakai.

Hal yang Harus Dilakukan Selain Minum Obat

Selain minum obat-obatan, ada beberapa tips yang harus dilakukan agar terhindar dari sakit gigi dan sakit kepala, seperti:

  1. pastikan Anda beristirahat cukupmelakukan pola hidup sehat (konsumsi makanan  yang sehat dan rutin berolahraga)
    dan
  2. rajin menggosok gigi 2 kali sehari
  3. ganti secara rutin sikat gigi Anda setiap 1 bulan sekali ya, walau sikat belum rusak. Hal ini untuk menghindari bakteri yang semakin banyak menumpuk pada sikat gigi
  4. melakukan pemeriksaan gigi dan mulut setidaknya 2 kali setahun meski tidak ada keluhan atau gangguan pada gigi dan mulut yang dirasakan.
  5. jangan lupa konsumsi vitamin yang dapat menunjang daya tahn tubuh agar tetap fit.

Begitulah cara penanganan yang tepat untuk sakit gigi dan kepala yang Anda derita. Bila tindakan pertolongan pertama sudah dilakukan tetapi belum kunjung sembuh, segeralah ke dokter untuk berkonsultasi. 

Nah Sobat Sehat seharusnya sudah tidak kebingungan lagi kan, memilih obat yang digunakan untuk menangani sakit gigi dan sakit kepala?
Semua ada solusinya, Sobat Sehat bisa mendapatkan obat-obat tersebut secara cepat dan mudah melalui aplikasi beli obat online yaitu K24Klik.

Begitulah cara penanganan yang tepat untuk sakit gigi dan kepala yang Anda derita. Bila tindakan pertolongan pertama sudah dilakukan tetapi belum kunjung sembuh, segeralah ke dokter untuk berkonsultasi.

Obat cepat datang, sakitpun hilang 🙂

#KanAdaK24Klik


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *