Mengenal Pneumonia: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati

Dikurasi oleh:apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm
Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi dan dapat menyerang siapa saja hingga menyebabkan kematian. Untuk itu, penting mengenali pneumonia lebih dalam untuk mengetahui pencegahan dan cara mengobatinya.
World Health Organizations (WHO) mencatat pneumonia sebagai peradangan paru-paru akibat infeksi paling mematikan, terutama pada anak-anak. Penyakit pernapasan ini biasanya ditandai dengan batuk, sesak napas dan demam.
Perlu diketahui bahwa peradangan paru-paru menular melalui droplet udara dan beresiko tinggi pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan orang dengan imun rendah.
Baca juga: 18 Obat Batuk Berdahak yang Ampuh di Apotek
Apa itu Pneumonia?
Melansir dari Health Harvard Edu, pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang dapat mempersulit oksigen untuk masuk ke aliran darah. Sebagian besar kasus infeksi paru-paru disebabkan oleh bakteri atau virus.
Infeksi pada salah satu ataupun kedua paru-paru mampu memicu peradangan serta menyebabkan kantung udara (alveoli) terisi nanah atau cairan.
WHO menyebutkan jika bakteri Streptococcus pneumoniae menjadi yang paling sering menyebabkan penyakit ini, disusul dengan Haemophilus influenzae tipe b (Hib), virus influenza dan RSV.
Penyakit ini bisa bersifat ringan ataupun berat tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan juga penanganan. Penyakit ini dapat mengancam nyawa terutama pada kelompok rentan (anak-anak, lansia dan orang yang memiliki riwayat komplikasi).
Penyebab Pneumonia
Melansir dari My Cleve and Clinic, penyebab utama infeksi yang mengakibatkan pneumonia adalah bakteri, virus dan jamur.
Bakteri menjadi yang paling umum menyebabkan infeksi paru-paru pada orang dewasa dan virus adalah penyebab paling umum untuk pneumonia yang menyerang anak-anak. Selain itu, ada beberapa penyakit di bawah ini yang dapat menyebabkan pneumonia:
- Flu
- Covid-19
- Virus Human Metapneumovirus (HMPV)
- Virus Human Parainfluenza (HPIV)
- Penyakit Legionnaires
- Bakteri Mycoplasma pneumoniae
- Penyakit pneumokokus
- Pneumonia Pneumocystic
- Respitarory Syncytial Virus (RSV)
Ciri-ciri dan Gejala Pneumonia
Gejala dan ciri-ciri dari dari penyakit ini bisa saja berbeda tergantung pada penyebab dan juga menyerang siapa.
My Cleve and Clinic menyebutkan beberapa gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri adalah sebagai berikut ini:
- Demam tinggi 40 derajat celcius
- Batuk dengan lendir berwarna kuning, hijau atau berdarah
- Kelelahan
- Pernapasan cepat
- Sesak napas
- Detak jantung cepat
- Berkeringat atau mengigil
- Nyeri dada, nyeri perut terutama saat batuk
- Kehilangan nafsu makan
- Kulit, bibir atau kuku berwarna kebiruan
- Mengalami perubahan kondisi mental dan kebingunan
Sedangkan untuk gejala infeksi paru-paru virus biasanya berkembang selama beberapa hari. Anda mungkin mengalami gejala yang mirip dengan infeksi bakteri seperti:
- Batuk kering
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kelelahan atau kelemahan ekstrem
Kemudian, gejala pneumonia juga dapat bergantung pada siapa yang menderita penyakit ini. Misalnya pada anak, penyakit ini mungkin juga dapat membuat kulit kemerahan kemudian juga gelisah atau rewel.
Pada beberapa kasus, pneumonia anak juga menyebabkan napas berisik, jumlah air kencing berkurang dan kulit pucat.
Bagaimana Cara Diagnosis Pneumonia?
Peradangan paru-paru yang satu ini bukanlah penyakit yang bisa asal diagnosis dan perlu pemeriksaan lebih dalam. Anda mungkin harus melalui beberapa tahap di bawah ini untuk diagnosis pneumonia.
- Rontgen Dada (Foto Toraks), guna melihat apakah area paru-paru ada infeksi atau tidak dan separah apa.
- Tes Darah untuk cek tanda infeksi seperti peningkatan sel darah putih dan mencari kemungkinan penyebab.
- Oksimetri, mengukur kadar oksigen dalam darah mengingat penyakit ini dapat mengganggu penyerapan oksiden.
- Tes dahak (Sputum) berupa pemeriksaan dahak batuk untuk mengidentifikasi kuman penyebab (bakteri, virus atau jamur).
- CT Scan Paru, langkah ini dilakukan rontgen masih belum jelas atau pasien tidak kunjung membaik
- Tes Cairan Pleura yang apabila ditemukan cairan di rongga pleura maka akan diambil dengan jarum untuk pemeriksaan bakteri
Bukan hal mudah untuk mendiagnosis penyakit pernapasan yang satu ini beserta dengan penyebab dan pengobatan paling tepat. Oleh karena itu, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan beberapa gejala sesuai.
Cara Mengobati
Mengutip dari berbagai pernyataan WHO, terdapat beberapa pengobatan yang menjadi pilihan mengatasi peradangan paru-paru akibat infeksi virus, bakteri ataupun jamur ini.
- Pemberian antibiotik untuk jenis infeksi bakteri sebagai lini pertama selama 5-7 hari pada dewasa dan 10-14 hari pada lansia.
- Antivirus ataupun terapi sesuai protokol untuk membantu mengobati penyakit peradangan paru-paru yang akibatkan oleh virus seperti Influenza atau Covid-19
- Jika penyebabnya jamur, Anda memerlukan obat antijamur khusus seperti fluconazole.
- Perawatan intensif di Rumah Sakit berupa terapi oksigen, cairan infus atau bahkan ventilator.
- Beberapa perawatan pendukung seperti istirahat yang cukup, makan bergizi, minum air putih yang cukup dan memastikan lingkungan memiliki kualitas udara terbaik. Anda mungkin dapat mempertimbangkan penggunaan air purifier untuk hal tersebut.
Pencegahan
Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah pneumonia. Berikut ini merupakan beberapa pilihan vaksin penting yang perlu diketahui.
- Vaksin Pneumokokus (PCV dan PPSV) yang biasanya diberikan pada anak dan dewasa dengan resiko tinggi. Jenis vaksin ini dapat mencegah infeksi Streptococcus pneumoniae penyebab pneumonia.
- Vaksin Hib (Haemophilus Influenzae tipe B), termasuk dalam vaksin dasar anak untuk mencegah pneumonia Hib pada balita.
- Vaksin Influenza yang bisa diberikan tahunan untuk semua yang berusia di atas 6 bulan, dapat membantu menurunkan resiko pneumonia sekunder.
Selain vaksinasi, Anda juga harus untuk menjaga kebersihan dan menerapkan gaya hidup sehat.
Vaksin Pneumonia: Apakah Perlu?
Banyak penelitian yang telah membuktikkan bahwa vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mendukung upaya mencegah penyakit pneumonia. Untuk itu, vaksin pneumonia dapat dikatakan sangat diperlukan.
Vaksin sangat penting dalam mencegah infeksi paru-paru serius akibat Streptococcus pneumoniae sekaligus mengurangi resiko komplikasi berat hingga menurunkan angka kematian.
Tak perlu khawatir, vaksin pneumonia kini tersedia di aplikasi K24Klik. Anda dapat menggunakan layanan Vaksinasi Ekspres Apotek K-24, seluruh pendaftaran anti ribet dilakukan hanya dalam satu aplikasi K24Klik.
Setelah pendaftaran di K24Klik, vaksinasi dapat dilakukan di gerai Apotek K-24 pilihan Anda atau bahkan cukup duduk tenang di rumah menggunakan layanan home service eksklusif.
Frequently Asked Question (FAQ) Pneumonia
Ya, penyakit pneumonia bisa menjadi serius, terutama pada bayi, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah. Menurut WHO, penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi di dunia jika tidak ditangani dengan baik.
Ya, beberapa jenis penyakit infeksi paru-paru ini dapat menular, terutama yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Penularan biasanya terjadi melalui percikan droplet saat batuk atau bersin.
Pneumonia anak sering kali ditandai dengan napas cepat, batuk, demam, serta anak tampak lemas atau sulit makan. Kondisi ini perlu segera ditangani karena bisa berkembang dengan cepat.
Itulah tadi beragam informasi penting terkait pneumonia beserta cara mengobati dan pencegahan yang perlu untuk Anda ketahui. Pastikan untuk selalu menjaga imunitas tubuh, kebersihan lingkungan dan juga melakukan vaksinasi.
Butuh vaksinasi anti ribet atau stok vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh? Semua jadi beres hanya dalam satu genggaman, K24Klik hadir khusus untuk Anda!
Yuk unduh aplikasi K24Klik di Play Store maupun App Store, rasakan manfaatnya sekarang juga!
Referensi:
https://www.who.int/health-topics/pneumonia#tab=tab_1 diakses pada 27 April 2026
https://www.health.harvard.edu/topics/pneumonia#:~:text=Pneumonia%20is%20an%20infection%20of,threatening diakses pada 27 April 2026