Malaria: Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

malaria kenali gejala penyebab dan cara mengobati

Dikurasi oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Malaria adalah penyakit dengan gejala demam tinggi dan menggigil yang sering muncul ketika musim pancaroba, terutama di wilayah tropis.

Kondisi wilayah tropis Indonesia memiliki resiko penyakit yang beragam, terutama di musim-musim tertentu seperti pancaroba saat ini. Malaria menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang dan menyebabkan demam tinggi, menggigil dan nyeri otot tidak nyaman.

Baca juga: 5 Obat Malaria yang Ampuh di Apotek

Apa Itu Malaria?

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penyakit ini sering kali menyerang masyarakat yang tinggal di negara tropis dan subtropis, salah satunya Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan himbauan resiko terhadap penyakit ini, terutama di wilayah timur seperti Papua. Kondisi geografis dan juga keterbatasan akses layanan kesehatan menjadi pemicu banyaknya kasus penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium ditemukan di sana.

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit ini beresiko menyebabkan komplikasi pada penderitanya.

Penyebab Malaria

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Setelah parasit masuk ke dalam tubuh, mereka akan berkembang biak di hati, lalu menyebar ke sel darah merah.

Saat sudah menyebar, parasit dapat menyebabkan seseorang mengalami beragam gejala yang mengganggu seperti demam tinggi dan menggigil. Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang memungkinkan penularan penyakit ini.

  • Digigit nyamuk Anopheles yang membawa parasit Plasmodium
  • Transfusi darah
  • Penggunaan jarum suntik bersama dengan penderita

Faktor resiko penularan juga dapat meningkat jika seseorang tinggal atau bepergian ke darah endemis seperti Papua dan juga Nusa Tenggara Timur.

Jenis-Jenis Malaria

Dibedakan berdasarkan jenis parasitnya, berikut ini merupakan jenis-jenis dari malaria yang perlu diketahui.

1. Plasmodium Malariae

Jenis pertama adalah yang disebabkan oleh parasit Plasmodium Malariae. Ini termasuk dalam jenis malaria dengan gejala ringan, tetapi bisa menjadi kronis jika tidak diobati dengan tepat.

Penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium Malariae ini biasa ditemukan di berbagai daerah Amerika Selatan, Asia Tenggara dan Afrika.

2. Plasmodium Vivax

Kedua, ini merupakan jenis malaria paling umum dan banyak menyebar di berbagai belahan dunia. Parasit Plasmodium Vivax (Pv) ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dengan gejala yang biasa dialami adalah demam dan menggigil, diare serta rasa lelah parah.

3. Plasmodium Ovale

Mirip dengan Plasmodium Vivax, namun jenis yang ketiga ini cukup jarang ditemukan. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium Ovale biasanya dapat menetap di hati dan menyebabkan kekambuhan kedepannya.

4. Plasmodium Falciparum

Malaria dengan parasit Plasmodium Falciparum merupakan jenis yang paling berbahaya dan umum di Afrika. Parasit ini dapat menyebabkan malaria berat atau komplikasi seperti gangguan otak.

Biasanya, parasit ini dapat menyebabkan gejala muncul secara cepat dan berakibat fatal ketika tidak ditangani dengan tepat.

5. Plasmodium Knowlesi

Jenis parasit terakhir ini awalnya hanya menginfeksi kera ekor panjang, namun sekarang diketahui juga telah menyerang manusia. Perkembangbiakan parasit Plasmodium Knowlesi ini cepat sehingga dapat menyebabkan gejala berat dalam waktu singkat.

Memahami berbagai jenis parasit penyebab malaria dapat membantu menentukan penanganan terbaik. Misalnya seperti dibutuhkannnya obat tambahan ataupun terapi kombinasi dalam pengobatan.

Gejala Malaria Umum

Durasi timbulnya gejala malaria umumnya dalam 10 hingga 15 hari setelah seseorang digigit nyamuk Anopheles yang telah terinfeksi parasit Plasmodium. Namun, pada beberapa kasus seperti Plasmodium Ovale, gejala bisa muncul lebih lama.

Mengapa bisa? Hal ini dikarenakan jenis parasit tersebut dapat hinggap di hati selama berminggu-minggu tanpa memperlihatkan gejala apapun.

Berikut ini merupakan beberapa gejala umum dari malaria yang dapat Anda coba kenali.

1. Demam Tinggi

Gejala paling khas dari penyakit ini adalah penderitanya mengalami demam tinggi secara berulang. Ini dapat terjadi karena parasit Plasmodium merusak sel darah merah secara periodik.

2. Menggigil dan Keringat Dingin

Demam karena malaria bukanlah demam biasa, gejala ini juga disertai dengan menggigil dan keringat dingin. Penderitanya akan mengalami menggigil hebat sebelum demam tinggi, kemudian keringat dingin yang banyak keluar saat suhu tubuh menurun.

Sama seperti demam tinggi, gejala menggigil dan keringat dingin ini biasa dialami secara berulang oleh seseorang yang terserang penyakit ini.

3. Sakit Kepala Berat

Serangan parasit Plasmodium juga dapat menyebabkan peradangan sistemik dan berpengaruh langsung pada sistem sirkulasi dan saraf pusat. Pasien penyakit ini akan sering mengeluhkan sakit kepala berat terasa seperti tertusuk dan berdenyut.

4. Nyeri Otot dan Sendi

Infeksi sistemik akibat parasit juga mampu menyebabkan seseorang mengalami nyeri otot dan persendian. Badan terasa pegal-pegal, ngilu saat bergerak dan lain sebagainya.

5. Mual dan Muntah

Tidak hanya menyerang saraf pusat, infeksi parasit Plasmodium dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Pasien malaria biasanya dapat merasakan berbagai gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan bahkan diare.

6. Kelelahan Ekstra

Parasit Plasmodium menghancurkan sel darah merah dan mampu menyebabkan pasien malaria mengalami penurunan energi secara drastis.

Gejala ini mungkin dialami ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi sehingga merasa sangat lemas dan sulit berkonsentrasi.

Selain itu, beberapa gejala lain juga dapat dialami seperti anemia, sesak napas ringan, kejang bahkan hingga penurunan kesadaran.

Cara Mengobati Malaria

Setelah didiagnosis, pengobatan malaria harus dilakukan secepat mungkin untuk mencegah komplikasi serius. Tujuan utama dari pengobatan penyakit ini adalah menghilangkan parasit Plasmodium dari tubuh dan tentunya mencegah kekambuhan di kemudian hari.

Tentunya, pengobatan bergantung pada jenis Plasmodium yang menginfeksi, usia, kondisi medis khusus, keparahan gejala ataupun riwayat perjalanan ke daerah endemis.

Berikut ini merupakan beragam cara mengobati malaria yang biasa dilakukan di bawah pengawasan dokter.

1. Terapi Kombinasi Berbasis Artemisinin (ACT)

Cara mengobati malaria yang pertama adalah ACT (Atermisinin-bases Combination Theraphy) sebagai terapi lini pertama. Atermisinin bekerja cepat dalam menurunkan jumlah parasit dan penggunaan obat-obatan kombinasi untuk memastikan semua parasit dibasmi.

Jenis pengobatan ini biasanya dilakukan dalam 3 hari dengan jadwal dosis yang ditentukan dokter.

2. Penggunaan Obat-Obatan Khusus

Jenis malaria dari Plasmodium Vivax dan Plasmodium Ovale memerlukan penggunaan obat-obatan khusus. Misalnya seperti Primaquine untuk membunuh parasit yang ada di hati dan mencegah kekambuhan.

Namun, ada beberapa kondisi medis yang mungkin membuat seseorang resisten terhadap obat-obatan khusus malaria. Jadi, pastikan untuk berkonsultasi pada dokter lebih lanjut guna menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

3. Injeksi

Semakin berat gejala malaria maka pasiennya mungkin memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Biasanya gejala parahnya mampu mengakibatkan gangguan organ, penurunan kesadaran, kejang atau gagal ginjal.

Dokter biasanya memberikan obat injeksi khusus seperti Artesunate Intravena (IV) untuk pengobatan malaria.

Itulah tadi informasi lengkap seputar malaria yang perlu Anda ketahui. Apabila gejala-gejala malaria tidak kunjung membaik, konsultasikan pada dokter ahli untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.

Butuh obat ataupun vitamin? Aplikasi K24Klik jadi solusi terbaik, jaminan pengiriman cepat 24 menit sampai.

Unduh aplikasi K24Klik sekarang juga di Play Store maupun App Store, dapatkan beragam penawaran menarik khusus untuk Anda! (writer/ib)

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/malaria/symptoms-causes/syc-20351184 diakses pada 11 Juli 2025

https://www.who.int/health-topics/malaria#tab=tab_3 diakses pada 11 Juli 2025