Ini Dia Penyebab Nyeri Lutut Tiba-Tiba!

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

Penyebab Nyeri Lutut Tiba-Tiba
Dikurasi oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Siapa saja bisa mengalami nyeri lutut, tetapi kebanyakan kelompok dewasa dan orang tua yang lebih berisiko mengalaminya. Kondisi robekan yang dibiarkan selama bertahun-tahun, obesitas, dan aktif berolahraga menjadi beberapa faktor penyebab utama. Jika tidak segera ditangani, nyeri ini bisa berkembang menjadi kondisi lebih parah dan bahkan sangat membatasi gerak lutut. Karena itu, periksakan diri ke dokter dan konsumsi obat tepat. Anda bisa berkonsultasi dengan apoteker K24Klik untuk memilih obat yang pas sesuai kondisi. Berikut ulasan lengkap tentang mencari obat nyeri lutut untuk membantu Anda.

Artikel ini membahas tentang apa itu nyeri lutut, apa saja gejala yang dialami saat nyeri lutut, siapa saja yang bisa terkena nyeri lutut, penyebab nyeri lutut,  penjelasan mengapa lutut nyeri ketika ditekuk, macam-macam obat nyeri lutut, apa yang harus diperhatikan saat membeli obat nyeri lutut, dan kapan seharusnya pergi ke dokter.

Apa Itu Nyeri Lutut?

Nyeri lutut adalah rasa sakit dan tidak nyaman pada lutut. Kondisi ini kerap disertai pula dengan beberapa keluhan lain seperti lutut yang menjadi kaku, sulit diluruskan dan digerakkan, serta mengalami pembengkakan.

Gejala Nyeri Lutut

Gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda sesuai tingkat keparahan. Beberapa gejala nyeri lutut yang paling umum terjadi antara lain seperti berikut:

  • Adanya rasa nyeri dan pembengkakan di area lutut.
  • Terjadi krepitasi atau bunyi ‘klik’ ketika lutut digerakkan.
  • Lutut jadi sulit atau bahkan tidak dapat digerakkan (hal ini disebabkan adanya tulang rawan yang robek dan terperangkap di dalam sendi sehingga membatasi gerakan lutut untuk ditekuk dan diluruskan).
  • Lutut terasa lemah.
  • Lutut berwarna kemerahan dan terasa hangat.

Siapa yang Bisa Terkena Nyeri Lutut?

Siapa saja bisa mengalami nyeri lutut, baik usia muda maupun tua. Walau begitu, kelompok dewasa dan usia lanjut cenderung lebih berpotensi menderita nyeri lutut.

Pada kelompok usia yang lebih muda, risiko nyeri lutut juga mengintai apabila memiliki beberapa faktor risiko seperti obesitas, cedera pada lutut, atau penyakit khusus.

Penyebab Nyeri Lutut

Di samping faktor usia, aktivitas, dan obesitas, di bawah ini adalah beberapa penyebab nyeri lutut lainnya.

1.Cedera

  • Cedera Ligamen

Ligamen merupakan pita elastis jaringan yang berfungsi menghubungkan tulang satu ke tulang lainnya. Apabila ligamen cedera seperti karena terkilir atau robek (terutama ligamen bagian tulang kering ke tulang paha), maka nyeri lutut akan terjadi. Atlet adalah kelompok yang cukup berisiko dengan kondisi ini.

  • Meniskus Robek

Meniskus merupakan sepasang jaringan tulang rawan yang keras, kenyal, dan membentuk huruf C pada lutut. Fungsi meniskus adalah sebagai peredam kejut antara tulang kering dan tulang paha. Robeknya meniskus bisa terjadi saat seseorang tiba-tiba memelintir lutut dengan menahan beban berat tanpa persiapan.

  • Tempurung Lutut Retak atau Patah

Kondisi ini terjadi  karena benturan seperti saat jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor. Selain itu, orang yang tulangnya melemah akibat osteoporosis juga bisa mengalami keretakan tempurung lutut ketika tersandung.

  • Bursitis

Bursea adalah kantong pada sendi berisi cairan (pelumas) yang berfungsi melindungi bagian luar sendi. Jika mengalami peradangan (bursitis), nyeri lutut pun tak terhindarkan.

  • Dislokasi Tempurung Lutut

Dislokasi tempurung lutut juga memungkinkan terjadinya nyeri lutut. Hal ini dapat terjadi ketika patela alias tulang segitiga penutup sisi depan lutut terlepas atau bergeser dari tempat asalnya.

2.Penyakit

  • Asam Urat

Penyakit asam urat adalah peradangan pada sendi akibat penumpukan kristal asam urat di sendi. Biasanya, penderita juga akan mengalami rasa nyeri di bagian tubuh lain seperti jempol kaki dan tangan.

  • Osteoartritis

Gangguan ini dapat muncul ketika tulang rawan lutut berada dalam kondisi aus. Ausnya tulang arwah tersebut dipicu oleh penuaan dan/atau penambahan usia.

  • Rheumatid artritis

Peradangan sendi ini bersifat kronis karena disebabkan oleh gangguan autoimun Rheumatid artitis bisa memengaruhi sendi mana saja dalam tubuh, termasuk area lutut.

Mengapa Lutut Terasa Nyeri Saat Ditekuk?

Sensasi nyeri pada lutut saat ditekuk bisa disebabkan oleh banyak hal. Umumnya, nyeri tersebut disebabkan oleh bursitis, osteoartritis, meniskus yang robek, dan nyeri pada tempurung lutut.

Jika lutut tiba-tiba terasa nyeri saat ditekuk, jangan paksakan aktivitas yang dilakukan. Sebaliknya, istirahatkan lutut dan kompres menggunakan air dingin selama 15 sampai 20 menit. Anda bisa juga memberi sedikit tekanan dengan melilitkan perban elastis di area lutut yang sakit untuk mencegah pembengkakan. Namun, jangan melilitkannya terlalu kencang karena akan menghambat aliran darah dan menimbulkan masalah lainnya.

Selain itu, Anda bisa meninggikan lutut yang sakit. Berbaringlah dan letakkan lutut di atas bantal sehingga lebih tinggi dari dada. Jika rasa nyeri tak kunjung hilang atau dirasa cukup mengganggu, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan selengkapnya.

Macam-Macam Obat Nyeri Lutut

Ada beberapa macam obat yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri lutut seperti berikut.

1.Analgesik

Analgesik adalah jenis obat yang dapat meredakan rasa sakit termasuk di area lutut. Obat-obatan yang termasuk di dalamnya adalah acetaminophen (paracetamol) dan opioid. Penggunaan analgesik tidak sebaiknya dikonsumsi bersama alkohol karena akan menyebabkan gangguan liver yang fatal.

Paracetamol bisa diperoleh di apotek tanpa harus menggunakan resep dokter. Sebaliknya, opioid harus disertai resep dan ditujukan untuk meredakan nyeri pada nyeri lutut kronis.

2.NSAID

NSAID merupakan jenis obat untuk mengatasi peradangan dan rasa sakit. Obat ini bisa diperoleh di apotek. Contoh dari obat NSAID antara lain Ibuprofen, Diklofenak, Asam mefenamat, Aspirin, Piroxicam.

3.Kortikosteroid

Kortikosteroid termasuk dalam jenis steroid yang bekerja dengan cara mengurangi produksi bahan kimia penyebab peradangan.

Selain mengonsumsi obat, beberapa cara berikut bisa dilakukan untuk meringankan nyeri lutut.

  • Mengonsumsi larutan cuka apel sider.
  • Melakukan kompres panas-dingin.
  • Meminum larutan jahe dan kunyit.
  • Berendam dalam air garam.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Obat Nyeri Lutut

Mengonsumsi obat apa pun sebaiknya melalui pemeriksaan atau konsultasi terlebih dahulu. Pasalnya, kondisi spesifik seseorang berbeda satu dengan lainnya. Seperti contoh, ibuprofen relatif aman untuk ibu hamil, tetapi tidak disarankan jika usia kandungan sudah memasuki trimester ketiga.

Oleh sebab itu, hindari sembarang memilih pereda nyeri. Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan apoteker K24Klik untuk menemukan obat yang tepat agar tak menimbulkan risiko kesehatan lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika nyeri lutut tidak juga membaik setelah tiga hari sejak kemunculannya dan sudah dibantu melakukan penanganan (minum pereda nyeri maupun tindakan non medis lainnya), disertai demam, lutut sulit dan lemas saat digerakkan, dan terlihat perubahan bentuk pada lutut, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Demikianlah informasi mengenai nyeri lutut dan panduan saat membeli obat pereda nyeri lutut. Semoga membantu dan jangan lupa, share artikel ini agar bermanfaat ke orang-orang lainnya ya Sobat Sehat!