Share this:

Ngompol Tidak Terasa? Kenali Gejala Inkontinensia Urine

 

ngompol tidak terasa

Ngompol Tidak Terasa, Bisakah Terjadi?

Sobat sehat yang sering menonton acara OVJ pasti pernah melihat adegan salah satu artis yang sedang berakting dipanggung tiba-tiba ngompol pada saat tertawa.

Inkontinensia urine, istilah kesehatan untuk kondisi tersebut, merupakan suatu kondisi dimana urine keluar tanpa terkontrol karena melemahnya otot dasar panggul yang terletak di bawah panggul. Kondisi ini terbagi dalam berbagai tingkatan, mulai dari yang paling ringan berupa rembesan urine yang keluar saat tertawa, batuk, atau bersin, hingga keinginan berkemih yang sangat dan keluar sebelum sempat pergi ke toilet.

Inkontinensia urine dapat bersifat sementara (akut) maupun berkelanjutan (kronis), tergantung penyebabnya. Keluhan ngompol tidak terasa ini dapat terjadi akibat infeksi saluran kemih, sembelit, efek samping obat tertentu, stroke, maupun prostat yang membesar.
Kondisi ini paling banyak dialami oleh orang tua karena kandung kemih dan uretra akan semakin melemah ketika usia seseorang bertambah tua.

 

Jenis-jenis inkontinensia urine

Ada 6 jenis inkontinensia urine yang dikenal dalam dunia kesehatan, berikut ulasannya :

1. Inkontinensia dorongan atau urgensi. Munculnya rasa berkemih yang sangat tiba-tiba dan tidak tertahankan. Terjadi karena kontraksi otot dinding kandung kemih yang berlebihan dan meningkatkan dorongan seseorang untuk berkemih. Kontraksi otot tersebut dipengaruhi oleh konsumsi minuman beralkohol dan caffein yang berlebihan, infeksi saluran kemih, atau kelainan saraf ( stroke, demensia, parkinson, atau cedera medula spinalis). Ngompol tidak terasa jenis inilah yang sering terjadi pada lansia di atas 75 tahun.

2. Inkontinensia stres. Terjadi pada saat tekanan dalam kandung kemih lebih kuat dibanding kemampuan uretra (saluran yang mengalirkan urine keluar dari tubuh) untuk menahan urine, yang berlangsung secara tiba-tiba. Kelemahan uretra ini disebabkan karena banyak faktor, diantaranya proses persalinan, obesitas, mutiple sklerosis, atau kerusakan uretra. Kejadian atau kondisi yang dapat memberikan tekanan tiba-tiba pada kandung kemih, antara lain : saat berolah raga, tertawa, bersin, atau batuk. Seringkali dialami oleh lansia usia di bawah 75 tahun dan lebih banyak dialami wanita dibandingkan pria.

3. Inkontinensia luapan. Pengeluaran urine tidak sempurna saat berkemih sehingga meninggalkan sisa atau tumpukan urine dalam kandung kemih. Penderita umumnya mengeluhkan keluarnya sedikit urine tanpa adanya sensasi bahwa kandung kemih sudah penuh. Disebabkan karena adanya sumbatan pada kandung kemih akibat pembesaran prostat, batu kandung kemih, kerusakan saraf, atau konstipasi, faktor neurogenik pada diabetes melitus, dan karena faktor obat-obatan tertentu.

4. Inkontinensia total. Urine sering keluar sendiri tanpa terkontrol karena kandung kemih tidak dapat menampung urine sama sekali akibat adanya gangguan kandung kemih sejak lahir, cedera pada saraf tulang belakang, serta munculnya lubang (bladder fistula) di antara kandung kemih dan organ sekitarnya, seperti vagina.

5. Inkontinensia fungsional. Pengeluaran urine tanpa kontrol akibat gangguan kesehatan tertentu di luar saluran kemih. Misal seperti pada pasien dengan demensia berat, masalah muskuloskeletal berat, faktor lingkungan yang menyebabkan kesulitan pergi kamar mandi, penurunan kemampuan fisik, dan faktor psikologis.

6. Inkontinensia campuran. Merupakan campuran lebih dari satu keluhan inkontinensia di atas.

women in toilet

Penyebab ngompol tidak terasa

Kejadian ngompol tidak terasa ini bukanlah termasuk jenis penyakit, melainkan gejala yang diakibatkan karena kebiasaan sehari-hari atau masalah medis tertentu. Makanan, minuman, serta obat-obatan tertentu dapat menjadi pemicu kondisi ini. Berikut ulasan lengkap mengenai penyebab inkontinensia urine :

1. Alkohol dan kafein. Minum alkohol dan minuman berkafein lainnya dapat menstimulasi kandung kemih untuk mengeluarkan cairan dan muncul keinginan untuk buang air kecil.

2. Minum air terlalu banyak. Minum banyak cairan dapat meningkatkan jumlah cairan dalam kandung kemih.

3. Iritasi kandung kemih. Salah satu pemicu iritasi kandung kemih ini adalah makanan atau minuman tertentu, seperti makanan pedas dan asam, minuman berkarbonasi dan mengandung pemanis buatan. Iritasi ini juga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing yang ditandai dengan rasa panas ketika buang air kecil dan bau busuk yang menyengat pada air seni.

4. Obat-obatan. Seringnya obat untuk perawatan jantung, tekanan darah, dan beberapa obat tertentu lainnya memiliki efek samping memicu masalah pada kandung kemih.

5. Konstipasi atau susah buang air besar. Letak rektum dan kandung kemih yang berdekatan menyebabkan sejumlah saraf bekerja terlalu aktif dan meningkatkan frekuensi buang air kecil ketika terjadi pengerasan atau penyempitan pada rektum.

6. Kehamilan atau melahirkan. Wanita hamil seringkali mengalami stres yang disebabkan oleh perubahan hormon, kenaikan berat badan, dan pembesaran uterus. Stres ini dapat memicu melemahnya otot-otot vagina yang mengontrol kandung kemih. Sedangkan pada wanita yang baru saja melahirkan, seringnya menggalami penurunan panggul yang menyebabkan turunnya posisi kandung kemih, uterus, rektum, atau usus kecil ke arah vagina.

7. Pertambahan usia. Pertambahan usia menyebabkan menurunnya kemampuan untuk menyimpan urine dan meningkatkan gejala overactive bladder.

8. Operasi pada sistem reproduksi. Terutama operasi sistem reproduksi pada wanita yang dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan otot dan panggul.

9. Masalah pada kelenjar prostat. Dapat berupa pembengkakan kelenjar prostat maupun kanker prostat.

10. Penyakit neurologis. Gangguan neurologis seperti multiple sclerosis, parkinson, stroke, tumor otak, atau cedera tulang belakang dapat mempengaruhi sinyal saraf yang berhubungan dengan kontrol terhadap kandung kemih.

11. Gangguan medis lain. Seperti tumor yang berkembang disepanjang saluran urine, batu gijal, kanker kandung kemih atau ureter.

Faktor yang mempengaruhi munculnya ngompol tidak terasa

Bisa atau tidaknya seseorang mengalami ngompol tidak terasa dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya :

1. Kelebihan berat badan, yang menyebabkan munculnya tekanan pada kandung kemih dan melemahkan otot-otot kandung kemih.

2. Bertambahnya usia, yang menyebabkan otot pada kandung kemih dan uretra semakin melemah.

3. Menderita gangguan saluran kemih bawah.

4. Penyakit lain, seperti diabetes melitus atau penyakit neurologis lain.

5. Faktor keturunan, seseorang dengan anggota keluarga mengalami inkontinensia urine beresiko lebih besar untuk memiliki keluhan yang sama.

6. Jenis kelamin, kondisi ini lebih beresiko menyerang wanita dibandingkan pria.

senam

 

Cara mengatasi inkontinensia urine

Dalam mengatasi inkontinensia urine, perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya yang dapat dilakukan dengan serangkaian tes kesehatan yang disarankan oleh dokter. Disarankan untuk tidak mengkonsumsi suatu obat tertentu tanpa anjuran dari dokter.

Sedangkan untuk mengurangi resiko inkontinensia urine, langkah-langkah di bawah ini mungkin dapat membantu :

  1. Menjaga berat badan ideal, dengan melakukan diet sehat bagi sobat sehat yang mengalami obesitas.
  2. Berhenti merokok
  3. Melakukan senam kegel, terlebih pada ibu hamil
  4. Hindari hal-hal yang dapat memicu iritasi kandung kemih dengan memilih makanan dan minuman yang lebih sehat untuk menu harian sobat sehat
  5. Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi untuk menghindari konstipasi
  6. Aktif berolah raga
  7. Terapi untuk mengatur waktu berkemih atau buang air kecil (atas saran dan di bawah pengawasan tenaga medis)

Pada lansia, selain penanganan di atas juga dapat diberikan alat bantu lain seperti penggunaan pampers, kateter, atau alat bantu toilet lainnya (urinal).

Sobat sehat mungkin merasa malu untuk berkonsultasi dengan dokter saat mengalami inkontinensia urine. Namun jika kondisi ini sering terjadi hingga mengganggu aktifitas, sebaiknya kesampingkan rasa malu itu untuk mengembalikan kenyamanan hidup. Tujuan konsultasi ini juga untuk mencegah timbulnya keluhan penyakit yang lebih serius. Tentunya sobat sehat tidak menginginkan hal itu terjadi, bukan? (Dev/Wind)

 

Sumber : Dari berbagai sumber

Bagikan & sehatkan dunia : <br/>Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Google+
Google+
Pin on Pinterest
Pinterest
Email this to someone
email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*