Kenali Penyakit Leptospirosis dan Cara Mencegahnya

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

mengenal penyakit leptospirosis

Dikurasi Oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira dan biasa ditularkan melalui air kencing hewan terinfeksi seperti tikus. Pastikan untuk terus menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kebersihan untuk mencegah penyakit ini.

Musim hujan dan juga banjir di beberapa daerah membuat resiko beragam penyakit seperti leptospirosis meningkat. Apabila tidak segera diatasi dengan tepat, leptospirosis dapat membuat kerusakan organ atau bahkan paling parah mengancam nyawa.

Leptospirosis sendiri biasanya ditandai dengan beberapa gejala umum seperti flu berat dan bengkak di beberapa bagian tubuh. Menjaga kekebalan tubuh dan juga kebersihan dapat menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyakit infeksi yang satu ini.

Baca juga: 18 Obat Penurun Demam Anak & Dewasa Ampuh Apotek

Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Infeksi bakteri ini biasanya menyebar melalui urine ataupun darah dari hewan yang terinfeksi.

Salah satu hewan yang paling sering menularkan infeksi bakteri leptospira ini adalah tikus. Kemudian juga ada sapi, anjing dan babi.

Penyebab Leptospirosis

Penularan melalui urine menjadi yang paling marak ditemui saat musim hujan dan daerah banjir. Kebersihan yang kurang terjaga dan air kotor menggenang saat banjir mampu meningkatkan resiko penyebaran infeksi bakteri dari urine tikus maupun anjing.

Pada beberapa lingkungan, penularan melalui urine ataupun cairan reproduksi sapi dan babi juga memiliki resiko tinggi. Ditambah lagi, kontak langsung dengan kulit yang membuat infeksi mudah menyerang dan menimbulkan beberapa gejala mengganggu.

Berikut ini merupakan beberapa penyebab seseorang terinfeksi penyakit leptospirosis yang perlu untuk diperhatikan.

  • Kontak langsung dengan urine ataupun cairan reproduksi dari hewan yang terinfeksi
  • Kontak dengan air ataupun tanah yang telah terkontaminasi urine dan cairan reproduksi hewan terinfeksi bakteri leptospira
  • Mengonsumsi makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi

Mengenali penyebab dari lepstospirosis dapat menjadi cara awal untuk mengetahui bagaimana langkah mencegah infeksi di tengah situasi lingkungan yang kurang baik.

Faktor Resiko Penyakit Leptospirosis

Iklim panas dan juga lembap Indonesia dapat membuat bakteri leptospira bertahan hidup lebih lama dan mudah menular. Anda perlu untuk mewaspadai beberapa faktor resiko leptospirosis di bawah ini guna mencegahnyalebih dini.

  • Sering melakukan kontak dengan hewan yang rawan menularkan infeksi bakteri leptospira, misalnya adalah peternak ataipun dokter hewan
  • Bekerja di luar ruangan dengan resiko lingkungan tidak menentu seperti petani ataupun nelayan, kemudian juga para pekerja yang memebrsihkan saluran pembuangan atau selokan
  • Orang-orang yang tinggal di lingkungan rawan banjir
  • Resiko leptospirosis juga dapat tinggi menyerang orang-orang yang suka berolahraga atau melakukan rekreasi air di alam bebas karena kebersihan lingkungannya bisa jadi kurang terkontrol

Gejala Leptospirosis

Tergantung pada tingkat keparahannya, berikut ini merupakan beberapa gejala leptospirosis yang biasa ditemui.

Sedangkan jika leptospirosis tidak ditangani dengan baik dan terlanjur menyebabkan peradangan, sesorang mungkin dapat terserang sindrom Weil. Anda dapat mewaspadai kondisi tersebut melalui beberapa gejala di bawah ini.

  • Sesak napas
  • Batuk berdarah
  • Penyakit kuning
  • Nyeri dada
  • Feses berwarna hitam
  • Urine yang disertai dengan darah
  • Nyeri dada

Seseorang yang terserang leptospirosis juga dapat mengalami gejala-gejala lain, tergantung pada keparahan dan juga penanganan dini yang dilakukan. Pastikan untuk langsung memeriksakan diri ke dokter ahli apabila mengalami gejala-gejala leptospirosis.

Pengobatan Leptospirosis

Ketika telah didiagnosa penyakit leptospirosis, bagaimana cara mengobatinya? Dokter biasanya akan menyarankan penggunaan beberapa obat-obatan termasuk antibiotik.

Selama masa penyembuhan, pastikan untuk selalu menjaga pola makan dan juga kebersihan lingkungan sekitar. Hal ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan, sekaligus mencegah penyakit bertambah parah.

Apabila leptospirosis yang dialami tergolong parah, perawatan intensif di rumah sakit mungkin saja menjadi pilihan terbaik untuk Anda. Biasanya, pengobatan ini diberikan saat infeksi bakteri leptospira sudah menyerang organ dalam tubuh dan memengaruhi kinerjanya.

Meski pada beberapa kasus ringan, penyakit leptospirosis dapat sembuh dengan sendirinya, bukan berarti infeksi ini dapat diremehkan. Pengobatan yang keliru dapat meningkatkan resiko bahaya pada tubuh keseluruhan hingga mengancam nyawa.

Pencegahan Leptospirosis

Untuk membantu mengurangi resiko penyakit leptospirosis, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan seperti di bawah ini.

1. Menjaga Kesehatan Tubuh

Penyakit apapun dapat dicegah dengan terus memastikan tubuh dalam kondisi fit. Untuk menjaga kesehatan tubuh, Anda dapat mengonsumsi berbagai multivitamin yang tersedia di apotek seperti Vitalong C Kapsul.

mencegah leptospirosis vitalong c

Beli Vitalong C Kapsul Klik di Sini

Selain mengonsumsi multivitamin, Anda juga perlu untuk menjaga asupan nutrisi harian dan olahraga rutin.

2. Hindari Berendam di Sungai maupun Kubangan

Saat banjir datang, usahakan untuk meminimalisir kontak langsung dengan air kubangan. Hal ini dapat membantu menurunkan resiko penularan infeksi bakteri leptospira.

Apabila situasi darurat, pastikan untuk menggunakan pakaian pelindung, sarung tangan ataupun sepatu bot. Jadi meskipun berada di lingkungan yang beresiko tinggi menularkan infeksi, Anda lebih terlindungi.

3. Rajin Mencuci Tangan dan Gunakan Handsanitizer

Menjaga kebersihan diri penting untuk dilakukan dalam mencegah penyakit leptospirosis. Sebelum makan ataupun setelah Anda melakukan kontak dengan hewan, pastikan untuk selalu mencuci tangan terlebih dahulu.

dettol handwash

Beli Dettol Handwash Klik di Sini

Sekedar membasuh dengan air mengalir saja tidak cukup, gunkan sabun cuci tangan anti bakteri seperti Dettol Handwash.

Jika tidak memiliki cukup air bersih untuk sering cuci tangan, Anda dapat memanfaatkan handsanitizer. Antis Jeruk Nipis dapat membantu Anda membunuh kuman, menjaga kebersihan tangan dan meminimalisir resiko penularan infeksi leptospirosis.

antis jeruk nipis

Beli Antis Jeruk Nipis Kapsul Klik di Sini

4. Cuci Bersih Buah dan Sayur Sebelum Dikonsumsi

Buah dan sayuran merupakan makanan sehat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, kebersihannya juga perlu untuk Anda perhatikan. Hal ini dikarenakan buah dan sayuran bisa saja menjadi perantara infeksi leptospirosis, terutama di lingkungan kurang bersih.

Pastikan untuk mencuci buah dan sayuran menggunakan air bersih terlebih dahulu sebelum mengonsumsi ataupun mengolahnya.

5. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang bersih dapat membantu mengurangi resiko penularan infeksi leptospirosis dari hewan. Meskipun ketika kondisi banjir, tentunya langkah ini cukup sulit dilakukan.

mencegah leptospirosis cairan dettol antiseptik

Beli Dettol Liquid Klik di Sini

Anda dapat memastikan pembersihan usai banjir surut dilakukan secara maksimal agar lingkungan jadi lebih sehat. Gunakan Dettol Liquid untuk bantu membersihkan bak mandi yang dapat sekaligus mengurangi resiko jentik-jentik.

Itulah tadi beragam informasi lengkap seputar penyakit leptospirosis yang perlu untuk Anda ketahui. Jaga selalu kebersihan diri dan juga lingkungan sekitar Anda untuk menghindari resiko berbagai penyakit, termasuk leptospirosis.

Kehabisan stok handsanitizer ataupun vitamin daya tahan tubuh? Jangan lama-lama, anti ribet bersama aplikasi K24Klik. Pesanan cepat 24 menit sampai dan tentunya produk kesehatan dijamin 100% asli.

Unduh aplikasi kami di Play Store maupun App Store sekarang juga, beragam penawaran menarik khususnya pengguna baru menunggu Anda! (writer/ib)

Referensi:

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24021-leptospirosis diakses pada 13 Februari 2025