fbpx

Jantung Sehat? Yakin Karena Hidup Sehat!!!

Published by Maretta Putri on

Share this:
Dikurasi Oleh: apt. Maretta Putri Ardenari S.,Farm.

Tahun 2014, Kementerian Kesehatan RI menghimpun survei bertajuk Sample Registration System (SRS). Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi setelah stroke.

Dalam lingkup yang lebih luas, serangan jantung memang termasuk kondisi kesehatan serius yang berisiko mengancam jiwa. Penyebabnya adalah penyumbatan pada pembuluh arteri yang mengakibatkan aliran darah ke jantung terganggu.

Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang bersifat vital. Fungsinya adalah memompa dan menyebarkan darah yang mengandung oksigen serta nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Jika salah satu bagian jantung mengalami gangguan, maka secara otomatis fungsinya akan terganggu. Hal ini juga berakibat pada fungsi kerja organ lainnya karena semua organ tersebut saling berkaitan.

Penyakit ini bahkan telah menyerang dewasa muda yang berusia 30-an. Hal ini ditemukan di Indonesia, tepatnya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Parahnya lagi di negara-negara maju lainnya, penyakit ini telah menyerang usia anak. Oleh karena itu, kesehatan jantung perlu dijaga dengan benar.

Tingginya Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung

Berdasarkan Survei Sample Registration (SRS) tahun 2014 mengungkapkan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) memiliki urutan kedua penyebab kematian terbesar setelah penyakit stroke yaitu sebesar 12,9%. Ini bukanlah persentase yang sedikit karena diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit ini atau 31% dan 56,5 juta kematian diseluruh dunia. dan lebih dari ¾ kematian terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah hingga sedang.

Sedangkan menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mengungkapkan prevalensi tertinggi dari Penyakit Jantung Koroner (PJK) ada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 4,4% dan prevalensi terendah ada di provinsi Riau sebesar 0,3%. Hal inilah yang membuat pemerintah mulai bergerak untuk mengurangi angka kematian serta mencegah penyakit PJK itu sendiri.

Berdasarkan usia, Penyakit Jantung Koroner (PJK) paling sering terjadi pada usia 65-74 tahun (3,6%), usia di atas 75 tahun sebesar 3,2%, usia 55-64 tahun sebesar 2,1%, dan usia 35- 44 tahun sebesar 1,3%. Kemudian menurut riset berdasarkan status ekonomi, pengidap PJK paling banyak dialami oleh penderita dengan status ekonomi menengah kebawah (2,1%).

Penyebab Timbulnya Penyakit Jantung

Salah satu penyebab timbulnya penyakit ini adalah gaya hidup tidak sehat terutama konsumsi makanan yang mengandung lemak berlebihan. Data dari Survei Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) tahun 2014 mengungkapkan bahwa kebanyakan penduduk Indonesia mengonsumsi lemak sebanyak 26,5% atau lebih dari 67 gram perharinya. Selain itu konsumsi natrium sebanyak 52,7% atau lebih dari 2000 mg, dan konsumsi gula sebanyak 4,8% atau lebih dari 50 gram. Sedangkan konsumsi lemak, natrium, atau gula yang berlebihan menjadi faktor risiko timbulnya hipertensi, diabetes, dan obesitas. Ketiga faktor inilah yang menjadi pencetus timbulnya penyakit jantung koroner (PJK).

Bagaimana Bisa Terjadi Serangan Jantung?

Pada kondisi normal, pembuluh arteri akan mengangkut darah menuju jantung agar organ ini bisa berfungsi dengan baik. Nah, serangan jantung (myocardial infarction) terjadi ketika arteri mengalami penyumbatan parah serupa tumpukan plak yang diakibatkan oleh lemak, kolesterol, atau zat lain yang masuk ke tubuh.

Pasokan darah yang kurang maksimal inilah yang akan menyebabkan kerusakan pada otot-otot jantung. Makin parah penyumbatan yang terjadi, makin besar risiko seseorang terkena penyakit serangan jantung.

Faktor Risiko Pemicu Serangan Jantung

P2PTM Kemenkes RI menyebutkan ada beberapa faktor yang memicu seseorang bisa terkena serangan jantung, yaitu:

  • Faktor Usia

Diketahui bahwa makin bertambah umur, makin besar risiko seseorang terkena serangan jantung. Penyakit ini rentan dialami pria di atas 45 tahun dan wanita di atas 55 tahun atau yang sudah menopause dini.

  • Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga menjadi pemicu terjadinya serangan jantung. Pasien hipertensi biasanya menderita luka di bagian dinding arteri sehingga kolesterol LDL dapat masuk secara bebas dan menyebabkan plak.

  • Diabetes

Diabetes mellitus (DM) berpotensi menyebabkan penebalan pada dinding arteri. Hal ini berakibat pada tersumbatnya pasokan darah menuju jantung dan menyebabkan penyakit serangan jantung.

  • Stres

Ketika pikiran sedang stres, otak akan memerintahkan tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon kortisol yang menyebabkan kakunya pembuluh darah, dan hormon norepinephrine pemicu hipertensi. Akibatnya, aliran darah ke jantung pun terganggu.

  • Genetik

Faktor genetik atau keturunan juga berperan besar dalam peningkatan risiko penyakit jantung. Jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat sakit jantung, makin besar peluang Anda mengalami kondisi yang sama.

Jenis-Jenis Serangan Jantung

jenis serangan jantung

Serangan jantung dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan gejala yang ditimbulkan, yaitu:

  • STEMI

STEMI atau ST Segment Elevation Myocardial Infarction tergolong jenis serangan jantung parah yang disebabkan oleh tersumbatnya seluruh pembuluh arteri sehingga tidak ada pasokan darah yang masuk sama sekali ke jantung.

Kondisi ini membutuhkan penanganan segera untuk menghindari terjadinya kerusakan pada otot jantung yang berujung kematian. Gejala umum yang dirasakan pasien adalah sesak napas dan nyeri di bagian dada. Selain itu, STEMI juga bisa ditandai dengan keluhan seperti keringat dingin dan perasaan gelisah.

  • NSTEMI

Kebalikan dari STEMI, Non-ST Segment Elevation Myocardial Infarction atau NSTEMI merupakan jenis serangan jantung yang diakibatkan oleh tersumbatnya sebagian dinding arteri sehingga aliran darah yang masuk ke jantung sangat terbatas.

Selain sesak napas dan keringat berlebih, biasanya penderita akan mengalami gejala lain seperti mual dan pusing, serta nyeri di area dada, punggung, perut, sampai leher.

  • CAS

Coronary Artery Spasm merupakan serangan yang terjadi ketika salah satu pembuluh arteri mengalami kejang sehingga pasokan darah ke jantung berkurang banyak. Berbeda dengan STEMI dan NSTEMI, CAS tidak disebabkan oleh penyumbatan arteri.

CAS juga sering kali disebut sebagai angin duduk. Gejalanya berupa rasa nyeri pada bagian dada dengan interval setiap 5-30 menit sekali.

Gejala Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Ciri khas penyakit ini adalah nyeri dada. Bagi sebagian orang, nyeri dada yang dialami hanya dianggap masuk angin biasa. Jika anda mengalami nyeri dada yang terus-terusan dan menjalan hingga ke lengan atau punggung kiri, maka berhati-hatilah bahwa hal itu termasuk gejala penyakit jantung. Terkadang gejala disertai dengan sesak napas, mual, keringat dingin, serta dada berdebar-debar.

Treatment dan Pengobatan

Pada dasarnya segala jenis serangan jantung membutuhkan penanganan segera. Jenis treatment yang dijalani berbeda tergantung gejala. Sampai diketahui jenis serangan jantung yang diderita pasien, biasanya dokter akan memberikan terapi seperti:

  • Pemberian aspirin untuk mencegah pembekuan darah
  • Terapi oksigen
  • Nitroglycerin untuk memperlancar aliran darah
  • Tindakan khusus untuk mengurangi rasa nyeri di dada

Mengatur pola hidup adalah kunci terhindar dari penyakit serangan jantung dan turunannya. Yuk, perbanyak makan makanan bergizi dan olahraga agar tetap sehat.

Untuk mendukung kesehatan tubuh, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen kesehatan yang dijual bebas di apotek atau toko obat. Kunjungi K24Klik sekarang untuk dapatkan informasi mengenai suplemen atau alat kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Solusi CERDIK Cegah Penyakit Ini!

Kini Kementrian Kesehatan melalukan upaya untuk menekan angka penyakit jantung yang semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu solusi yang dicanangkan adalah solusi CERDIK.

C = Cek Kesehatan secara berkala

E = Enyahkan asap rokok

R = Rajin beraktifitas fisik

D = Diet yang sehat dan seimbang

= Istirahat yang cukup

ciri-jantung-sehat= Kelola stres

Cek Kesehatan Secara Berkala

Masyarakt juga disarankan untuk kontrol secara rutin berupa pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan kolesterol secara rutin setiap bulan jika rajin atau minimal satu kali dalam setahun di Fasilitas Pelayan Kesehatan Tingkat Pertama seperti puskesmas atau Pobindu PTM.

Enyahkan Asap Rokok

Diperkirakan perokok aktif memiliki risiko 4 kali lipat terkena penyakit ini dibanding tidak merokok. Berdasarkan studi dari Institur Kanker Nasional mengungkapkan bahwa orang yang merokok 6 kali lebih rentan terkena penyakit jantung.

Bagaimana rokok bisa menyebabkan penyakit ini? Kandungan dalam rokok dapat membuat kerusakan pada lapisan arteri. Hal ini membuat dinding arteri menebal dan terjadi penumpukan lemak dan plak yang dapat menghambat aliran darah pada pembuluh darah arteri. Proses ini sering disebut sebagai arterosklerosis. Ketika arteri mengalami penyumbatan, pasokan darah yang mengalir ke jantung yang mengandung kaya akan oksigen pun menjadi terhambat. Akibatnya fungsi jantung akan terganggu hingga akhirnya menimbulkan penyakit jantung koroner (PJK).

Diet yang Sehat dan Seimbang

Disarankan untuk melakukan diet yang sehat dan seimbang dengan konsumsi makanan bergizi. Anda dapat memulainya dengan mengonsumsi 2-3 mangkuk sayuran per harinya atau 5 jenis buah-buahan setiap harinya. Selain itu, batasi konsumsi gula kurang dari 1 sdt per hari dan membatasi konsumsi lemak menjadi 4 sdm setiap harinya.

Istirahat Yang Cukup

Salah satu penyebab timbulnya penyakit ini adalah kebiasaan tidur yang buruk. Berdasarkan sebuah penelitian mengungkapkan jika seseorang yang tidur kurang dari 6 jam setiap malamnya, maka tingkat protein inflamasi yang berada dalam darah akan lebih tinggi dibandingkan seseorang yang memiliki kualitas tidur yang baik. Kebiasaan tidur yang buruk ini membuat terbentuknya protein C-reaktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit jantung. Oleh karena itu, istirahat yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan anda. Berikan waktu tidur untuk tubuh anda 7-8 jam sehari sehingga risiko timbulnya penyakit ini dapat menurun.

Namun, perlu anda perhatikan jika kelebihan tidurpun tidaklah baik untuk tubuh. Hal ini disebabkan tubuh akan memicu masalah metabolisme yaitu intoleransi glukosa yang menyebabkan timbulnya hiperglikemia. Timbulnya hiperglikemia (gula yang berlebihan dalam tubuh) akibat tubuh tidak merespon glukosa dengan normal dan tidka mengubahnya dalam bentuk energi. Hal ini membuat gula menumpuk dalam tubuh. Hal ini berisiko timbulnya diabetes dan penyakit jantung.

Kelola Stres

Jika anda mengalami stres, maka risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) akan meningkat. Ketika tekanan darah tinggi, aliran darah akan menjadi terhambat sehingga menimbulkan gangguan kerja pada jantung. Jika dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan penyakit jantung. Oleh karena itu, jangan biarkan stres yang anda alami berlarut-larut. Kelolalah stres dengan baik untuk menjaga kesehatan Anda.

Salah Satu Buah yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Buah Bit dan Manfaatnya untuk Kesehatan Jantung

Siang hari yang terik, alangkah menyegarkan jika meneguk segelas jus buah segar. Namun, bagaimana jika yang tersedia di dalam kulkas hanya buah bit? Uughhh… Buah bit kan tidak enak rasanya. Rasa haus tiba-tiba menguap begitu saja membayangkan rasa buah yang tidak bersahabat dengan lidah ini.

Eits, sobat sehat, jangan berkecil hati dulu. Buah yang termasuk dalam jenis umbi-umbian ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan lho, salah satunya untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi). Buah bit sebenarnya termasuk jenis sayuran berwarna merah gelap yang tumbuh di dalam tanah.

Berdasarkan hasil penelitian dari Queen Mary, University of London, buah Bit mengandung banyak nitrat inorganik, bahan kimia alami yang terdapat pada tanah. Buah bit mengambil nitrat tersebut melalui akar dan digunakan untuk proses pertumbuhan.

Konsumsi buah bit akan menghasilkan oksida nitrat di dalam tubuh. Oksida nitrat ini yang nantinya melemaskan dan melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih lancar dan juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, pigmen merah betacyanin dalam bit diduga dapat mengurangi peradangan yang terkait dengan penyakit jantung.

Cara Enak Mengkonsumsi Buah Bit dan Manfaatnya

buah biat untuk jantung

Nah, agar rasa jus buah bit lebih enak, campur buah bit segar dengan jeruk segar atau buah favorit sobat sehat seperti buah apel, wortel, atau semangka dengan presentase buah bit 3/4 lebih banyak dibandingkan dengan buah campurannya, lalu blender hingga halus. Bisa juga ditambahkan sedikit madu sebagai pemanis. Masukkan potongan es ke dalam campuran jus tersebut dan sajikan selagi masih segar.

Selain diolah dalam bentuk jus segar, buah bit juga dapat dinikmati dengan cara lain. Berikut resep cara mengkonsumsi buah bit yang direkomendasikan :

1. Untuk campuran salad. Untuk mengurangi efek aroma yang kurang sedap, sobat sehat bisa mengiris buah bit dengan potongan yang tipis. Tambahkan yogurt atau perasan jeruk lemon sebagai dressing salad.

2. Dengan cara dipanggang. Teknik pengolahan yang satu ini bisa jadi alternatif cara menikmati bit dengan sensasi rasa yang lebih bisa diterima lidah. Bungkus buah bit dengan kertas aluminium foil dan panggang hingga matang. Gula alami yang terkaramelisasi membuat rasa bit semakin lezat.

Tak kenal maka tak sayang, tak tahu resep jitu mengolah buah bit membuat kita tidak dapat menikmati manfaatnya. Yuk, sobat sehat coba praktekan resep mengkonsumsi buah bit di atas agar sobat sehat tidak kehilangan manfaat dari buah yang satu ini.

Ulasan tentang Penyakit Jantung sudah dibahas di dalam artikel ini. Yuk sama-sama untuk menjaga jantung kita agar tetap sehat, karena Jantung kita adalah Hidup Kita.
Informasikan artikel ini ke teman, saudara, keluarga dan orang-orang yang Anda kenal agar artikel ini bisa bermanfaat.

Salam Sehat

#KanAdaK24Klik


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *