Pentingnya Pengobatan Migrain Secara Tepat

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

Pentingnya Pengobatan Migrain Secara Tepat
Dikurasi oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala yang sangat mengganggu dan bahkan mengacaukan produktivitas. Oleh sebab itu, migrain perlu segera ditangani agar tak berkepanjangan dan menimbulkan dampak lebih serius. Umumnya, migrain ringan dapat diatasi dengan istirahat dan minum obat. Namun, obat yang dipilih haruslah tepat alias benar-benar untuk migrain, bukan keluhan sakit kepala lainnya. Jika mengalami kondisi ini, Anda bisa berkonsultasi dengan K24Klik sebelum membeli obat. Berikut adalah panduan pengantar untuk mencari obat migrain.

Dalam ulasan ini, Anda akan menemukan informasi mengenai apa itu migrain, bahaya migrain sebelah kiri, macam-macam penyebab migrain, jenis-jenis obat migrain, dan apa yang perlu diperhatikan saat membeli obat migrain.

Apa Itu Migrain?

Migrain sebenarnya merupakan penyakit saraf yang ditandai dengan sakit di satu sisi kepala disertai sensasi berdenyut. Dalam kondisi lebih parah, migrain juga menimbulkan gejala lain seperti mual, muntah, dan sensitif terhadap suara atau cahaya.

Setiap orang mengalami migrain yang berbeda-beda. Sebagian bisa mengalami migrain selama beberapa jam, sementara sebagian lainnya bahkan hingga berhari-hari. Secara umum, wanita lebih sering mengalami migrain dibandingkan pria. Adapun migrain bisa disebabkan karena faktor genetik maupun lingkungan.

Bahaya Migrain Sebelah Kiri

Migrain adalah jenis sakit kepala ketiga yang paling umum dialami masyarakat seluruh dunia. Salah satu kondisi yang cukup sering dialami pun adalah migrain di sebelah kiri. Lantas, bahayakah kondisi ini?

Migrain sebelah kiri umumnya tidak disebabkan oleh kondisi yang serius dan seringnya dapat diobati sendiri. Meski sampai saat ini belum diketahui secara jelas penyebabnya, ada beberapa hal berikut yang bisa jadi faktor yang memicu munculnya migrain sebelah kiri.

Macam-Macam Penyebab Migrain

Penyebab migrain secara umum sampai saat ini juga belum dapat dipastikan. Meski begitu, dalam banyak kasus migrain ditemukan bahwa serotonin yang menurun. Kondisi tersebut diduga membuat trigeminal (salah satu saraf otak) melepaskan zat kimia menuju meninges (lapisan luar otak) sehingga menimbulkan nyeri.

Menurut beberapa studi, berikut adalah beberapa hal yang dinilai dapat memicu dan menyebabkan terjadinya migrain.

  • Stres

Tubuh akan melepaskan zat kimia sebagai bentuk perlawanan saat Anda sedang stres. Zat kimia tersebut memicu otot menjadi kencang dan mengubah aliran darah yang berujung pada migrain.

  • Perubahan Tidur

Baik kekurangan maupun kelebihan jam tidur (termasuk jet lag) bisa memicu migrain sebelah kiri pada sebagian orang.

  • Makanan dan Minuman Tertentu

Makanan dan minuman tertentu memiliki bahan-bahan khusus seperti pengawet yang dapat memicu migrain. Selain itu, kafein dan alkohol juga berpotensi menimbulkan kondisi ini.

  • Rangsangan Sensorik

Cahaya yang terang atau terik, suara keras terus-menerus, dan aroma menyengat (parfum, rokok, dan lain-lain) juga bisa memicu migrain.

  • Perubahan Hormon

Pada wanita khususnya, fluktuasi hormon sangat berpengaruh terhadap migrain. Sebagian wanita mengalami migrain ketika kadar estrogen dalam tubuhnya menurun, seperti saat-saat sebelum menstruasi, selama masa kehamilan, dan menopause.

  • Kondisi Fisik dan Kebiasaan

Kelelahan, postur tubuh yang buruk, pasca olahraga berat, dan hipoglikemia (kadar gula rendah) bisa jadi faktor pemicu migrain. Biasanya, seseorang bisa langsung mengevaluasi hal ini begitu ada rutinitasnya yang berbeda.

Jenis-Jenis Obat Migrain

Obat migrain yang dibutuhkan tiap orang berbeda-beda. Mereka yang mengalami migrain ringan hingga sedang mungkin bisa menggunakan obat generik, tetapi mereka yang mengalami migrain hebat memerlukan obat dengan dosis dan komposisi lebih kompleks.

1.Ibuprofen

Ibuprofen adalah pereda nyeri golongan NSAID dengan menghalangi produksi hormon prostaglandin dari enzim siklooksigenase. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet maupun cair.

Penderita migrain bisa mengonsumsi 200-400 mg tiap 4-6 jam atau sesuai kebutuhan.

2.Aspirin

Aspirin merupakan kelompok obat analgesik yang bekerja dengan menghentikan produksi prostaglandin. Prostaglandin sendiri merupakan hormon yang dapat memicu peradangan dan rasa sakit.

3.Paracetamol

Paracetamol (disebut juga acetaminophen) merupakan obat kelompok analgesik yang bekerja dengan cara mengubah cara tubuh merespon rasa sakit. Paracetamol lebih banyak dimanfaatkan untuk meredakan migrain yang tergolong ringan hingga sedang meski terkadang bisa juga digunakan untuk mengobati migrain berat.

4.Diklofenak

Diklofenak termasuk obat antiinflamasi nonsteroid untuk meredakan nyeri dan peradangan. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat produksi prostaglandin. Dengan begitu, nyeri ringan hingga menengah—termasuk yang timbul saat migrain—dapat mereda.

Bentuk diklofenak dapat berupa tablet, kapsul, maupun suntik. Adapun dua jenis diklofenak yang umum ditemui adalah diklofenak potassium dan diklofenak sodium.

5.Triptan

Triptan merupakan kelompok obat golongan SSRA yang bekerja dengan merangsang serotonin. Hormon ini mampu mengurangi bahkan menghentikan rasa sakit dengan cara mengurangi peradangan dan menyempitkan pembuluh darah.

Triptan dipakai untuk mengobati migrain akut dan harus melalui resep dokter. Obat ini membantu meringankan berbagai gejala migrain lainnya, seperti sakit kepala, mual, hingga gejala yang terkait dengan aura seperti sensitivitas cahaya dan suara.

6.Naproxen

Seperti ibuprofen, naproxen juga termasuk kelompok NSAID dengan mengurangi produksi prostaglandin oleh enzim siklooksigenase. Mendapatkan obat untuk meredakan sakit kepala sedang hingga berat ini juga dibutuhkan resep dokter.

Kendati begitu, naproxen dinilai kurang efektif untuk meredakan migrain. Oleh sebab itu, dokter biasanya memberi naproxen sebagai pendamping alih-alih obat utama.

7.Antiemetik

Antiemetik (antimual) biasa diberikan oleh dokter untuk penderita migrain yang disertai gejala terkait aura (yang menyebabkan mual dan muntah). Obat ini bisa dikonsumsi sebelum makan.

Selain mengonsumsi obat-obatan di atas, beberapa cara berikut juga bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan migrain.

  • Hindari tekanan pada kepala (kacamata yang kurang pas, ikat rambut terlalu kencang, memakai bandana, dan sebagainya).
  • Kompres area kepala dengan es.
  • Perbanyak minum air mineral.
  • Beristirahat di tempat yang gelap atau minim cahaya.
  • Tidur yang cukup.
  • Memijat area kepala.
  • Berhenti mengunyah.

Perhatikan Ini Saat Membeli Obat Migrain

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tingkat keparahan migrain seseorang berpengaruh terhadap obat yang dapat dikonsumsi. Selain itu, kondisi lain seperti penyakit bawaan, kehamilan, dan lain-lain juga menjadi pertimbangan krusial yang tidak boleh diberikan untuk meminimalkan risiko lebih serius.

Maka dari itu, jika Anda mengalami migrain, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu. K24Klik siap membantu Anda menemukan penanganan yang tepat untuk mengobati migrain tanpa menimbulkan efek samping yang lebih serius.

Demikian informasi mengenai migrain dan panduan untuk membeli obat migrain yang tepat. Semoga membantu dan jangan lupa, share artikel ini agar bermanfaat ke orang-orang lainnya ya Sobat Sehat!