fbpx
Share this:

Dikurasi Oleh: Maretta Putri A., S.Farm., Apt.

Vitamin Nutrisi selama kehamilan

Selama masa kehamilan, calon ibu perlu memastikan kebutuhan nutrisinya tercukupi dengan baik sehingga vitamin nutrisi selama kehamilan sangat penting untuk mendukung fungsi penting seperti perkembangan sel janin saat berada di dalam kandungan hingga ia dilahirkan.

Perkembangan sel janin yang sehat akan mempengaruhi kehamilan yang sehat pula, beberapa tanda-tanda kehamilan yang sehat berupa kenaikan berat badan yang cukup, janin aktif bergerak, tekanan darah dan kadar gula dalam darah yang normal serta mengencangnya payudara sebagai tanda kesiapan memproduksi ASI.

Kehamilan yang sehat juga ditunjang dari asupan vitamin dan nutrisi yang masuk dalam tubuh si ibu. Sayangnya, faktor kondisi hormonal menyebabkan ibu hamil cenderung pilih-pilih dalam urusan makan. Akhirnya kesehatan dan perkembangan si buah hati pun terganggu. Tidak mau hal yang sama terjadi pada Bunda, kan? Yuk, perbanyak asupan nutrisi seperti contoh berikut ini.

1. Asam Folat

Folic Acid
Honestdocs.id

Asam folat merupakan turunan vitamin B yang memiliki peran penting dalam pembentukan DNA, produksi sel darah merah, serta pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Biasanya kekurangan asam folat memang banyak terjadi pada masa awal kehamilan atau yang biasa disebut Konsepsi.

Kekurangan asam folat akan memiliki risiko seperti bayi lahir dengan cacat tabung saraf, sumbing, atau kelainan jantung. Dokter menganjurkan wanita hamil untuk mengonsumsi folat setidaknya 600ug per harinya.

Untuk memenuhi kebutuhan asam folat, berikut beberapa pilihan makanan yang bisa Anda konsumsi, seperti: bayam, asparagus, brokoli, lobak, selada, buah yang mengandung asam folat seperti buah yang termasuk dalam keluarga sitrus seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kacang polong.

Baca Juga: 5 Sumber Makanan Ibu Hamil yang Membuat Kandungan Kuat dan Sehat

2. Zat Besi

Iron

Semasa hamil, ibu membutuhkan asupan makanan tinggi zat besi yang lebih banyak. Ini karena volume darah di tubuh ibu juga meningkat hingga 50%. Zat besi (iron) dibutuhkan untuk membawa pasokan oksigen ke area plasenta sehingga janin bisa berkembang dengan sehat.

Ibu hamil yang kurang mendapat asupan zat besi rentan mengalami anemia. Pada taraf yang lebih serius, anemia berkepanjangan selama kehamilan bisa menjadi penyebab bayi lahir prematur atau depresi pada ibu.

Asupan zat besi yang direkomendasikan pada ibu hamil setidaknya 27 mg per hari. Makanan yang mengandung zat besi seperti hati ayam, kacang-kacangan, bayam, serta telur.

3. Vitamin D

Vitamin D
VitaHealth.kompas.com

Vitamin D memegang peranan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan tulang, serta memaksimalkan fungsi kerja sel pada masa kehamilan. Nutrisi vitamin D ini bisa didapat dari beberapa makanan dan buah seperti jus jeruk, jenis makanan yang terbuat dari hasil olahan susu (dairy product dan turunannya), ikan tuna, salmon, dan sereal.

Dokter menyebutkan bahwa kekurangan vitamin D selama hamil sering kali dihubungkan dengan preeklampsia yaitu kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine, peningkatan risiko operasi caesar, bayi lahir prematur, serta diabetes gestasional. Ibu hamil membutuhkan setidaknya 600 IU vitamin D setiap harinya.

Baca Juga: Waspada! ISK pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir Prematur

4. Magnesium

vitamin selama kehamilan
Algaecal.com

Magnesium termasuk golongan mineral yang punya sejuta manfaat untuk mendukung perkembangan tubuh, otot, serta saraf janin dalam kandungan. Nutrisi ini juga dapat menghindarkan ibu hamil dari risiko melahirkan prematur dan hipertensi kronis.

Baca Juga: Darah Tinggi saat Hamil, Lebih dari Sekedar Hipertensi Biasa

Magnesium bisa diperoleh dari konsumsi makanan sehat seperti sayur bayam dan kale, pisang, alpukat, kacang-kacangan, raspberi, brokoli, asparagus, kubis, serta seafood (tuna, makarel, dan salmon).

5. Minyak Ikan

Nutrisi selama kehamilan

Nutrisi lain yang tak kalah penting dikonsumsi ibu hamil adalah minyak ikan. Suplemen ini kaya akan Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Eicosapentaenoic Acid (EPA), dua asam lemak yang berperan besar dalam perkembangan otak janin.

Selain terganggunya kemampuan kognitif bayi, kurang asupan minyak ikan saat hamil diketahui berisiko tinggi menyebabkan depresi setelah melahirkan (Postpartum Depression (PPD)) pada ibu. Asam lemak DHA dan EPA bisa didapat dari ikan salmon atau sarden.

6. Kalsium

Memastikan ibu mendapat cukup nutrisi selama kehamilan
Monashfodmap.com

Kalsium diperlukan selama masa kehamilan untuk mendukung perkembangan tulang, otot, gigi, organ hati, serta jaringan pada tubuh janin. Apabila kalsium terpenuhi, maka bayi yang ada didalam kandungan akan tumbuh normal.

Nilai Kalisum yang dibutuhkan Ibu hamil setidaknya 1.000 mg kalsium/hari. Jika ibu kurang asupan kalsium, tubuh akan menyerap dan mendistribusikannya ke janin dalam rahim. Akibatnya, ibu rentan mengalami osteoporosis (kondisi berkurangnya kepadatan tulang) atau keluhan sakit gigi. Makanan atau minuman yang mengandung Kalsium bisa diperoleh dari susu, keju, brokoli, sayur kale, atau suplemen khusus yang dijual di apotek.

Baca Juga: Kenapa Kalsium Penting untuk Ibu Hamil? Ini Alasannya!

Memastikan ibu mendapat cukup nutrisi selama kehamilan adalah langkah melahirkan buah hati yang sehat dan cerdas. Jika Bunda memerlukan suplemen khusus untuk ibu hamil, kunjungi saja K24Klik. 

Kami menyediakan beragam obat dan kebutuhan kesehatan lain yang dibutuhkan Bunda dengan layanan One Hour Delivery yang bisa diakses 24 jam! Ada pertanyaan? Hubungi customer service K24Klik di live chat sekarang!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *