Share this:

dikurasi oleh: Maretta Putri A., S.Farm., Apt

Infeksi saluran kemih pada ibu hamil cukup berbahaya karena memicu risiko bayi lahir prematur dan BB rendah.

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan jenis gangguan kesehatan yang rentan dialami ibu hamil. Penyakit ini muncul akibat perubahan hormon dan memicu timbulnya bakteri yang menyerang sistem saluran kemih dan pada akhirnya menimbulkan infeksi.

ISK sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu ISK atas dan bawah. ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi pada organ uretra dan kandung kemih. Biasanya ditandai dengan keinginan pipis terus-menerus, nyeri saat BAK, serta urin yang keruh dan berbau menyengat.

Sebaliknya, ISK atas adalah infeksi yang menyerang ureter dan ginjal. Infeksi saluran kemih atas memiliki gejala yang lebih samar, yaitu mual, demam, serta rasa nyeri di bagian selangkangan.

Mengapa Ibu Hamil Rentan Terkena ISK?

Bakteri E. coli diketahui sebagai penyebab terbesar infeksi saluran kemih pada laki-laki maupun perempuan termasuk pada saat hamil. Bakteri ini masuk melalui lubang kencing, lalu menginfeksi saluran kemih sampai ginjal. Karena panjang uretra yang lebih pendek, wanita lebih berisiko mengalami ISK dibanding pria.

ISK pada masa kehamilan sendiri terjadi akibat organ intim yang tak dibersihkan dengan baik. Selain itu, ukuran rahim yang kian membesar juga dapat menghalangi aliran urin dari kandung kemih, sehingga bakteri menumpuk dan menyebabkan infeksi.

Gejala ISK pada Ibu Hamil

Gejala ISK pada ibu hamil biasanya meliputi:

  • Keinginan buang air kecil lebih sering
  • Nyeri saat BAK
  • Ada sensasi terbakar di area punggung dan perut bagian bawah
  • Urin keruh dan berbau menyengat
  • Demam disertai mual
  • Sakit punggung
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Kencing berdarah
  • Pembengkakan kandung kemih

Bahaya ISK saat Hamil

Peradangan saluran kemih yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan masalah kesehatan baru, salah satunya infeksi ginjal. Perlu diketahui juga bahwa infeksi akan memicu sistem imun untuk terus memproduksi senyawa prostaglandin.

Nah, tingginya kadar senyawa prostaglandin dalam tubuh akan memicu terjadinya kontraksi dan menyebabkan leher rahim (serviks) terbuka sebelum waktunya. Hal ini sangat berbahaya sebab dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dengan berat badan rendah.

Bagaimana Cara Mencegah ISK saat Hamil?

Infeksi saluran kemih saat kehamilan dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Minum air putih cukup
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman olahan (minuman berkafein atau beralkohol)
  • Jangan menunda buang air kecil
  • Bersihkan area genital dengan air setelah kencing. Bersihkan dari depan ke belakang untuk menghindari masuknya bakteri ke saluran kemih.
  • Rutin mengganti celana dalam
  • Kurangi kebiasaan berendam di bathtub
  • Penuhi kebutuhan vitamin C harian dari buah dan sayur

Jika ISK Telanjur Menyerang

Jika Anda adalah ibu hamil dengan ISK, periksa dan berkonsultasilah dengan dokter kandungan agar segera diobati. Pasien ISK juga sangat dianjurkan untuk banyak mengonsumsi yogurt untuk memperbanyak bakteri baik di dalam tubuh.

Dokter biasanya juga akan meresepkan obat-obatan antibiotik seperti ampicilin, amoxicillin, erythromycin, dan rifampicin. Dosis dan durasi pengobatan menyesuaikan tingkat keparahan ISK. Perlu diingat bahwa antibiotik harus dihabiskan, bahkan meski Anda sudah merasa sembuh. Hal ini bertujuan untuk menghindari resistansi antibiotik yang menyebabkan bakteri kebal terhadap obat dan tidak mampu melawan penyakit.

Anda bisa memperoleh antibiotik untuk terapi ISK di apotek seperti K24Klik. Hanya dengan mengunggah foto resep dokter di https://www.k24klik.com/resep-obat-online, Anda sudah bisa mendapatkan terapi ISK.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *