Panduan Jadwal Vaksin Bayi Baru Lahir

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

panduan jadwal vaksin bayi

Vaksin bayi baru lahir merupakan langkah penting dalam melindungi si Kecil dari berbagai penyakit yang dapat membahayakan kesehatan mereka. 

Vaksin bayi baru lahir tidak hanya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit menular yang bisa berakibat fatal. 

Di Indonesia, vaksinasi bagi bayi baru lahir telah menjadi bagian dari program kesehatan yang diatur oleh pemerintah. Pemberian vaksin ini memiliki tujuan untuk menciptakan generasi yang sehat. 

Agar tidak terlewat, orang tua perlu memahami jenis vaksin yang diberikan, jadwal pemberiannya, dan manfaatnya. 

Baca juga: ASI Eksklusif Diberikan sampai Bayi Berusia Berapa Bulan? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Jadwal Vaksin Bayi Baru Lahir

Kementerian Kesehatan telah mengatur program imunisasi bertahap yang wajib diberikan mulai dari bayi baru lahir. Tujuannya adalah untuk melindungi anak-anak selama masa pertumbuhannya dari berbagai penyakit berbahaya.

Berikut adalah jadwal vaksin bayi baru lahir beserta tujuannya:

  • Vaksin Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B dapat diberikan kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam. Pada bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 gr, vaksinasi hepatitis B sebaiknya ditunda sampai saat usia 1 bulan atau saat pulang dari rumah sakit kecuali bayi dari ibu HBsAg positif (yang menderita infeksi virus Hepatitis B).

Vaksin ini bertujuan untuk mencegah infeksi virus hepatitis B, yang dapat menyerang hati. 

Vaksin Hepatitis B terdiri dari 5 dosis. Setelah dosis pertama (segera setelah lahir), vaksinasi dilanjutkan pada bulan ke-2, ke-3, ke-4, dan terakhir pada bulan ke-18 sebagai booster.

  • Vaksin Polio

Vaksin polio juga diberikan saat bayi baru lahir. Vaksin polio oral (bOPV) diteteskan ke  mulut bayi saat akan pulang dari rumah sakit / bersalin. 

Tujuan dari pemberian vaksin ini untuk mencegah infeksi dan penyebaran penyakit polio, yakni penyakit yang dapat merusak sistem saraf tubuh sehingga dapat berisiko terjadi kelumpuhan.

Setelah dosis pertama, kemudian dilanjutkan dengan dosis selanjutnya yang diberikan bulan ke-2, ke-3, ke-4, dan terakhir pada bulan ke-18 sebagai booster. 

  • Vaksin BCG

Vaksin bayi baru lahir berikutnya adalah vaksin BCG yang dilakukan hanya satu kali. Vaksin BCG disuntikan intrakutan (memasukkan vaksin ke dalam lapisan kulit yang paling luar) segera setelah lahir atau sebelum berusia satu bulan. 

Imunisasi BCG bertujuan untuk melindungi bayi dari penyakit tuberkulosis (TB). Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah terjadinya radang otak (meningitis) akibat dari komplikasi TB.

  • Vaksin DPT  

Vaksin untuk bayi selanjutnya adalah vaksin DPT yang dapat diberikan kepada bayi sebanyak tiga kali dengan jeda 1 bulan, yakni di usia 2, 3 dan 4 bulan. 

Vaksin DPT adalah vaksin untuk melawan difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa, terutama pada bayi yang sistem kekebalannya belum sepenuhnya berkembang.

  • Vaksin Hib

Vaksin selanjutnya adalah vaksin Hib (Haemophilus influenzae tipe b), yang disuntikkan intramuskular dalam bentuk kombinasi sesuai jadwal vaksin pentavalen atau heksavalen DTPw atau DTPa. Pemberian vaksin ini biasanya pada usia 2, 3, 4 bulan, dan booster usia 18 bulan.

Vaksin Hib bertujuan untuk melindungi bayi dari penyakit akibat bakteri Hib, seperti  infeksi telinga, bronkitis, atau penyakit berat, seperti infeksi aliran darah, sendi, dan lapisan otak serta sumsum tulang belakang.

  • Vaksin PCV

Vaksin PCV diberikan untuk melindungi bayi dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, termasuk pneumonia atau radang paru. Bayi dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang sangat rentan terhadap infeksi ini, yang bisa berakibat fatal.

Vaksin PCV umumnya diberikan dalam empat dosis, yaitu pada usia 2, 4, 6, dan booster pada usia antara 12 hingga 15 bulan. 

  • Vaksin Rotavirus

Selanjutnya ada vaksin rotavirus yang bertujuan untuk mencegah diare yang disebabkan oleh Rotavirus, yang sangat cepat menular. 

Vaksin rotavirus terbagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin monovalen dan pentavalen. Jenis vaksin pentavalen mengandung lima jenis (strain) rotavirus, sedangkan vaksin monovalen hanya mengandung satu jenis rotavirus.

Vaksin monovalen diteteskan dalam mulut dalam dua dosis, yakni di usia 6-12 minggu dan dosis kedua dengan interval 4 minggu, dan paling lambat di usia 24 minggu. 

Sedangkan vaksin pentavalen diberikan dalam tiga dosis, yakni di usia 6-12 minggu dan dosis kedua dengan interval 4-10 minggu, dan paling lambat di usia 32 minggu. 

Itu dia informasi mengenai panduan jadwal vaksin bayi baru lahir. Dengan memahami panduan jadwal vaksin untuk bayi baru lahir, orangtua dapat memberikan perlindungan untuk si Kecil. 

Pemberian vaksin untuk bayi, seperti Hepatitis B, Polio/IPV, BCG (tuberkulosis/TB), DPT, Haemophilus Influenzae type B (Hib), Pneumokokus/Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), dan Rotavirus dapat dilakukan di rumah saja. 

Ibu bisa memanggil layanan dokter Medi-Call atau layanan babycare Medi-Call. Pesan melalui aplikasi Medi-Call atau hubungi Call-Center 24 Jam.

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi:

  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/3160/apa-itu-vaksin-rotavirus diakses pada 17 Januari 2025
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia on Instagram: “Ikatan Dokter Anak Indonesia telah meluncurkan Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI tahun 2023. Rekomendasi ini merupakan rekomendasi terbaru dengan mencantumkan jadwal imunisasi sesuai dengan perkembangan vaksin. Simak infografis untuk informasi lebih lanjut. . . . . . #IDAI #IndonesianPediatricSociety #JadwalImunisasi2023” [Internet]. Instagram. 2023 [cited 2024 Dec 20]. Available from: https://www.instagram.com/p/CtF2hPqhcp8/