Menstruasi Tidak Teratur? Waspadai Risiko Nyeri Haid!

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

Menstruasi Tidak Teratur? Waspadai Risiko Nyeri Haid!
Dikurasi oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Meski umumnya terjadi tiap 28 hari, siklus menstruasi normal berkisar antara 21 hingga 35 hari. Periode berlangsungnya menstruasi normal pun sekitar 2 hingga 8 hari. Apabila terjadi di luar rentang tersebut, maka siklus menstruasi tidak normal. Ketidakteraturan tersebut membuat aliran haid ikut terganggu sehingga kerap membuat wanita mengalami nyeri atau kram perut. Selain itu, hal ini juga bisa dipicu oleh berbagai kondisi yang lebih serius lainnya sehingga penting untuk segera diperiksakan. Kini, Anda pun bisa berkonsultasi ke K24Klik tentang nyeri menstruasi yang dialami sebagai penanganan awal. Di samping itu, Anda juga bisa mempelajari lebih lanjut tentang mencari obat nyeri menstruasi lewat panduan berikut.

Artikel ini akan membantu Anda untuk mengenali apa saja yang menyebabkan menstruasi tidak teratur dan mengapa hal tersebut dapat menimbulkan nyeri. Selain itu, Anda juga bisa lebih memahami apa itu nyeri haid,  bagian tubuh mana saja yang dapat mengalami nyeri saat haid, macam-macam nyeri haid yang normal dan tidak, hingga macam-macam obat nyeri haid.

Apa Penyebab Menstruasi Tidak Teratur?

Menstruasi yang tidak lancar pada tahun pertama setelah seorang wanita memasuki pubertas adalah hal yang wajar. Pasalnya, kondisi hormon dalam masa-masa itu belum seimbang. Tak jarang, jarak dari haid pertama hingga ke haid berikutnya bahkan terjadi dalam rentang waktu beberapa bulan.

Namun, siklus menstruasi tidak normal yang terjadi pasca tahun pertama apalagi beberapa tahun berikutnya perlu menjadi bahan evaluasi tersendiri. Pasalnya, hal ini bisa menjadi tanda adanya kondisi yang lebih serius dalam tubuh. Adapun beberapa faktor penyebab menstruasi tidak teratur adalah sebagai berikut.

1.Menopause

Menopause adalah kondisi berakhirnya siklus menstruasi secara alami. Menjelang menopause, haid biasanya menjadi tak lancar karena terjadinya perubahan produksi estrogen dan progesteron.

2.Penggunaan Alat Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi juga dapat memengaruhi hormon. IUD misalnya, dapat membuat darah haid keluar lebih banyak dan bahkan menimbulkan nyeri perut saat menstruasi. Sementara itu, penggunaan pil KB juga bisa membuat volume darah haid yang keluar lebih sedikit bahkan menyebabkan absen haid hingga enam bulan.

3.Kehamilan

Bagi pelaku seks aktif, hamil bisa jadi alasan lain mengapa menstruasi tidak terjadi. Untuk mengetahuinya, lakukan pemeriksaan kehamilan.

4.Sindrom PCOS

PCOS adalah kelainan hormonal pada wanita. Selain mengubah siklus menstruasi, penderita PCOS juga lebih rentan berjerawat, memiliki pertumbuhan rambut pada tubuh lebih cepat, hingga berat badan yang berlebih.

5.Pola Hidup

Penurunan berat badan secara drastis atau olahraga berlebihan bisa menyebabkan hipogonadisme, yakni berkurangnya hormon reproduksi yang mengatur siklus haid. Di samping itu, stres juga turut berpengaruh.

6.Gangguan Tiroid

Tiroid merupakan kelenjar untuk memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Jika tiroid bermasalah, siklus haid pun bisa ikut terdampak.

Mengapa Menstruasi Tidak Teratur Dapat Menyebabkan Nyeri?

Aliran darah haid yang tidak teratur menjadi penyebab nyeri yang paling umum saat menstruasi. Tak cuma itu, keluhan ini juga biasanya ditandai dengan beberapa keluhan lainnya seperti sakit kepala dan muntah.

Pada dasarnya, kadar prostaglandin yang ikut meningkat saat haid akan menyebabkan rasa nyeri. Hormon ini dapat memicu kontraksi uterus yang lebih intens sehingga menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan.

Di sisi lain, rasa nyeri saat menstruasi tidak teratur bisa jadi disebabkan oleh faktor lain seperti yang disebutkan sebelumnya. Kondisi kesehatan yang lebih serius dan mengganggu kestabilan kondisi tubuh turut berdampak pada rasa nyeri yang dihasilkan. Oleh sebab itu, ketidakteraturan siklus haid apalagi dalam jangka waktu lama harus segera diperiksakan.

Apa Itu Nyeri Haid? Adakah Nama Lain untuk Menyebut Nyeri Haid?

Nyeri haid adalah rasa nyeri atau sakit yang dialami pada bagian tubuh tertentu (bagian bawah perut) oleh seorang wanita saat berada dalam periode haid (bisa sebelum atau sewaktu menstruasi). Istilah untuk menyebut kondisi ini adalah dismenore.

Secara umum, dismenore adalah kondisi yang wajar dan tak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila nyeri terus berlangsung selama tiga siklus menstruasi berurutan, disertai gumpalan darah keluar dari vagina, atau nyeri ketika berhubungan intim, maka bisa jadi hal tersebut gejala radang panggul, endometriosis, atau penyakit serius lain pada organ reproduksi.

Di Mana Saja Nyeri Haid Terjadi?

Perut merupakan bagian yang paling sering mengalami nyeri saat haid. Namun, ada juga beberapa bagian tubuh lainnya yang kerap terasa nyeri ketika menstruasi.

1.Perut

Kram perut haid biasanya terjadi beberapa hari menjelang haid hingga masa haid selesai (biasanya dua hingga tiga hari pertama haid). Secara lebih spesifik, kram tersebut terjadi di bagian bawah perut.

2.Payudara

Nyeri dan disertai pembengkakan payudara karena haid biasanya terjadi satu hingga dua minggu sebelum haid dimulai dan mereda usai menstruasi. Jika diraba, payudara juga dapat terasa seperti lebih berisi, padat, dan terdapat benjolan.

Sementara itu, nyeri payudara karena kehamilan berlangsung lebih lama bahkan sepanjang kehamilan. Sensasi kesemutan di sekitar puting, perubahan warna areola yang lebih gelap, dan tekstur payudara yang jadi lebih lembut dan sensitif juga tanda kehamilan.

3.Punggung

Kontraksi uterus akibat pelepasan prostaglandin saat menstruasi turut memengaruhi otot punggung, terutama bagian bawah.

4.Dubur

Sama seperti punggung, nyeri dubur saat haid (bahkan selangkangan dan paha) juga merupakan akibat dari kontraksi otot uterus. Oleh sebab itu, beberapa wanita biasanya juga mengeluhkan sakit saat BAB ketika menstruasi.

Perbedaan Nyeri Haid Normal dan Tidak Normal

Nyeri haid normal (dismenore) dan tidak normal bisa dilihat dari beberapa perbedaan berikut.

  • Nyeri haid normal dapat hilang saat diberi obat penghilang  nyeri.
  • Nyeri haid normal dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi hanya sesekali (masih relatif bisa ditahan).
  • Nyeri haid normal berlangsung dua sampai tiga hari di periode menstruasi.
  • Nyeri haid normal tidak disertai gejala lain seperti susah hamil, rasa sakit saat berhubungan intim, siklus haid tidak teratur, dan/atau adanya vlek di luar siklus haid.

Macam-Macam Obat Nyeri Haid

Ada berbagai macam obat nyeri haid yang dapat digunakan, seperti paracetamol, OAINS, asam mefenamat, dan diklofenak. Berikut adalah beberapa contoh yang dapat ditemukan di apotek:

Selain beberapa obat haid yang bisa dibeli di apotek, terdapat beberapa cara lain untuk meredakan nyeri yang dialami seperti berikut.

  • Melakukan olahraga ringan seperti yoga, joging, dan bersepeda santai.
  • Mengompres perut atau bagian yang sakit dengan air hangat.
  • Menghindari makanan atau minuman tertentu yang dapat memperparah.
  • Melakukan akupunktur.
  • Mengurangi stres.
  • Mengonsumsi lebih banyak air mineral.

Perhatikan Hal Ini Saat Membeli Obat Pereda Nyeri Haid

Kondisi tubuh tiap orang berbeda-beda sehingga beberapa obat mungkin tidak cocok. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali kandungan dalam obat. Untuk mengetahuinya, lakukanlah konsultasi ke dokter atau beberapa pihak tepercaya lain seperti K24Klik.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluhan nyeri haid yang dialami tidak kunjung mereda setelah dua-tiga hari, berulang berurutan hingga tiga kali siklus, dan disertai gejala lain seperti muncul vlek di luar siklus haid, dan sakit saat berhubungan intim, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Demikianlah informasi mengenai menstruasi tidak teratur dan nyeri haid yang menyertai. Semoga membantu dan jangan lupa, share artikel ini agar bermanfaat ke orang-orang lainnya ya Sobat Sehat!