Macam-Macam Penyakit Influenza yang Wajib Sobat Sehat Ketahui

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

k24klik-macam-macam-penyakit-influenza

Dikurasi oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Berdasar temuan ahli virology, terdapat macam-macam penyakit influenza. Masing-masing memiliki penyebab, gejala, serta cara pengobatan yang berbeda.

Ya, tidak semua virus influenza sama. Beberapa virus bisa membuat sakit parah. Sedangkan tipe lain hanya menghasilkan gejala ringan.

Oleh karena itu, penting buat Sobat Sehat untuk mengetahui macam-macam flu. Sehingga, Anda bisa menerapkan langkah pengobatan yang tepat untuk jenis tertentu yang dialami.

Tipe Virus Influenza

Mengutip uraian pada situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat empat jenis influenza. Yakni: A, B, C, dan D.

Jenis virus yang menular ke manusia adalah tipe A da B. Kita mengenal dua jenis virus flu ini sebagai sakit musiman. Soalnya, kedua jenis penyakit tersebut biasanya menyebar pada saat musim pancaroba -saat perubahan suhu dan cuaca bisa berlangsung ekstrim.

Lebih lengkap, berikut ini penjelasan yang dirangkum tim K24 Klik dari berbagai sumber. Kenali, lalu pahami bagaimana cara mengatasi ketika terserang salah satu jenis virus flu di bawah ini!

k24klik-gejala-influenza
Gejala virus influenza (Indian Express)

Influenza Tipe A

Jenis virus flu ini merupakan adalah yang paling mudah menyebar saat musim tertentu. Tak jarang, virus ini juga menyebabkan gejala parah. Biasanya diakibatkan adanya komplikasi virus flu dengan penyakit lain.

Tipe A menyebar pada manusia maupun hewan. Dan yang menyebarkan biasanya adalah mereka yang sudah terlebih dulu sakit akibat serangan virus ini.

Penyebarannya pun cukup mudah. Hanya menyentuh barang atau berada dalam satu ruangan dengan penderita influenza tipe A, sudah cukup untuk membuat Anda tertular jenis ini.

Apalagi jika penderita juga merasakan gejala batuk dan bersin. Tanpa mengenakan masker, virus yang masuk dalam droplet akan menempel ke benda-benda di sekitar. Kemudian menyebar ke lebih banyak orang.

Oleh karena itu, saat Anda atau orang di sekitar terserang virus influenza, ada baiknya mengenakan masker kesehatan terbaik. Dan salah satu merk masker kesehatan yang bisa Sobat Sehat gunakan yakni masker Omomed.

Tenang, masker kesehatan ini tersedia untuk dalam ukuran dewasa maupun anak-anak. Sehingga, Anda bisa melindungi seluruh anggota keluarga ketika bepergian, bukan?

Gejala umum dari Influenza tipe A seperti: 

  1. Hidung tersumbat dan berair
  2. Sakit tenggorokan
  3. Pening
  4. Menggigil
  5. Batuk
  6. Bersin
  7. Demam tinggi
  8. Mudah lelah
  9. Tubuh terasa nyeri

Influenza Tipe B

Sama seperti tipe A, virus influenza tipe B umumnya ditemukan pada manusia. Hanya saja, yang membedakan adalah tipe B cuma menyebar pada manusia saja. Tidak seperti influenza tipe A yang juga bisa menyebar pada hewan. 

Tipe ini memiliki potensi untuk memberikan gejala yang lebih parah. Namun, ada juga kasus di mana gejala yang muncul malah lebih ringan ketimbang tipe A. 

Menurut temuan CDC, influenza tipe A berpotensi menyebabkan epidemi. Tapi belum sampai pandemi. Dan sama seperti tipe A, virus flu tipe B hanya bertahan selama seminggu hingga dua minggu pada tubuh manusia. 

Karena gejala dan tingkat keparahannya hampir sama, influenza tipe B dan A juga berpotensi menyebabkan komplikasi. Contohnya seperti bronkitis, serangan jantung, pneumonia, serangan asma, dan sepsis. 

Influenza Tipe C

Di antara ketiga tipe lain, virus flu tipe C merupakan yang paling ringan. Jenis ini hanya menyerang manusia serta tidak memberi dampak yang serius pada sistem pernafasan. Pula seperti tipe B, influenza C tidak mengakibatkan wabah atau pandemi. 

Biasanya, penyakit influenza tipe C menyerang tubuh lewat mata, membran dalam hidung, serta mulut. Seandainya di tangan Anda sudah ada virus ini, kemudian Anda memegang ketiga bagian tubuh di atas, maka potensi untuk terjangkit pun semakin besar. 

Oleh karena itu, penting kiranya untuk menjaga kebersihan tangan. Terutama di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, mencuci tangan wajib dijadikan kebiasaan utama jika Anda aktif di luar ruangan. 

Namun, jika merasa tidak sempat, ada cara sederhana yang bisa Anda terapkan. Yakni membasuh tangan menggunakan produk hand sanitizer. Bentuknya kecil, bisa dibawa ke mana pun, serta bisa Anda pakai kapan pun. 

Sehingga, aktivitas luar ruangan tentu bakal lebih aman. Ingin Berminat untuk membeli hand sanitizer? Sobat sehat bisa langsung klik tautan di bawah. 

Influenza Tipe D

Awalnya, macam-macam penyakit influenza hanya ada 3. Pada tahun 2011, hanya ainfluenza tipe D dijadikan dalam kategori mandiri dari Flu Babi dan Flu Burung. Dan menurut laporan Very Well Health, jenis ini sudah ditemukan di beberapa negara. Artinya, influenza tipe D sudah menyebar di seluruh dunia. 

Hingga hari ini, peneliti belum menemukan bukti akan kemampuan virus flu tipe D untuk menular dari hewan ke manusia. Namun, ilmuwan beranggapan bahwa kemungkinan lompatan penularan tersebut tetap ada. 

k24klik-vaksinasi-virus-flu-babi
Vaksinasi virus Flu Babi (Trenasia)

Flu Babi (H1N1)

Pada tahun 2009, ilmuwan menemukan keberadaan varian influenza tipe A baru di Meksiko. Oleh ilmuwan, varian baru tersebut diberi nama H1N1. Atau, masyarakat umum lebih mengenalnya dengan nama Flu Babi. 

Influenza H1N1 merupakan kombinasi dari virus yang menyebar pada manusia, babi, dan flu burung. Dan virus ini menjadi pandemi flu pertama yang berlangsung sejak  empat puluh tahun terakhir. 

Flu Burung (H5N1)

Sebelum pandemi COVID-19 menyebar di seluruh penjuru dunia, kita lebih dulu mengenal Flu Burung atau H5N1. Umumnya, jenis virus ini menyebar di antara unggas. Namun, ada juga beberapa kasus di mana virus ditularkan dari unggas ke manusia. 

Hanya saja, sampai saat ini belum ditemukan bukti bahw Flu Burung ditularkan antara manusia ke manusia. Dan ketika terinfeksi, gejala kemunculannya pun makin bervariasi. Baik gejala yang sifatnya ringan. Maupun berbahaya. 

Nah, itulah beberapa macam-macam penyakit influenza yang wajib Anda ketahui. Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda untuk lebih mengenali serta menentukan pengobatan yang tepat. 

Referensi: