fbpx

LANSIA Wajib Tahu Ini!

Published by Maretta Putri on

Dikurasi Oleh: apt. Maretta Putri Ardenari, S.,Farm.

Lansia Wajib Tahu ini

Menjadi tua bukanlah sebuah pilihan. Sebagai makhluk dengan daur hidup yang relatif singkat, manusia pada akhirnya akan menua dengan sendirinya. Pada titik tertentu, akan disertai dengan beragam gangguan kesehatan akibat kinerja tubuh yang sudah tak lagi prima. Gangguan kesehatan itu akan menimbulkan penyakit yaitu penyakit Degeneratif. Jenis Penyakit degeneratif pada lansia banyak macamnya.

Pada lansia biasanya akan menemui berbagai gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan pada lansia disebut Sindrom Geriatri. Kehadiran sindrom ini sejatinya adalah akumulasi dari pola hidup tidak sehat yang diakukan semasa muda, seperti konsumsi junk food, makanan tinggi lemak, dan alkohol. Selain itu, Sindrom Geriatri juga dapat disebabkan oleh perubahan fisiologis pada tubuh penderita sebagai dampak dari proses penuaan.

Sindrom ini dapat berubah menjadi masalah kesehatan yang serius apabila tidak segera ditangani. Beberapa penyakit pada lansia akan muncul. Penyakit tersebut disebut Penyakit Degeneratif. Oleh karena itu, mengenal gejala kemunculan Sindrom Geriatri pada lanjut usia sangat penting untuk dilakukan.

3 Gejala utama Sindrom Geriatri pada Lansia

1. Penurunan Mobilitas Tubuh (Kemampuan Gerak)

Lansia pada umumnya memiliki keterbatasan fungsi gerak tubuh sebagai dampak dari penuaan otot dan rangka tubuh. Khusus bagi penderita Sindrom Geriatri, keterbatasan mobilitas tubuh ini sangat terlihat mulai dari gerakan yang kaku, lambat, dan limbung.

Penurunan mobilitas ini biasanya terjadi akibat kurangnya konsumsi zat penting yang dibutuhkan tulang seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D. Krisis zat-zat tersebut akan secara langsung memengaruhi kondisi fisiologis lansia dengan gangguan Sindrom Geratri, sehingga tubuh menjadi bungkuk dan sulit bergerak. Selain itu, penderita sindrom ini juga mengalami inkontinensia urin alias sering mengompol, karena hilangnya kemampuan untuk mengontrol otot yang mengatur saluran urine.

Baca Juga: Ngompol Tidak Terasa? Kenali Gejala Inkontinensia Urine

2. Munculnya Perasaan Stcounterpainres dan Depresi secara Bertahap

Sindrom Geriatri pada lansia secara bertahap membuat penderitanya cenderung menarik diri dari masyarakat dan mudah terserang rasa kecemasan berlebih, stres, dan depresi. Untuk mengatasi gejala ini, keluarga dan masyarakat memegang peranan penting pada proses rehabilitasi si penderita. Selain itu, penderita juga dapat mengonsumsi suplemen yang terbukti ampuh mengurangi kadar stres seperti ekstrak Ginkgo Biloba.

3. Timbulnya Gejala Penyakit yang Memengaruhi Memori (Delirium, Demensia, atau Alzheimer)

Penyakit memori seperti delirium, demensia, dan alzheimer adalah gejala yang sangat umum dirasakan para penderita Sindrom Geriatri. Lansia yang sudah terjangkit gejala ini sering kali menunjukkan perilaku linglung, mudah lupa, sering berhalusinasi, dan sulit berkomunikasi.

Selain akibat dari Sindrom Geriatri, timbulnya gejala-gejala tersebut seringnya juga berhubungan dengan malnutrisi pada lansia, yang berasal dari pola makan tidak sehat atau faktor kondisi ekonomi seperti kemiskinan.

Malnutrisi pada Lansia

Sobat Sehat, asupan nutrisi merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia di segala umur. Kandungan nutrisi yang cukup akan mengoptimalkan berbagai fungsi organ di dalam tubuh sehingga kondisi kesehatan Anda tetap terjaga.

Di usia senja, nutrisi memainkan peranan vital dalam menjaga kondisi kesehatan seorang individu. Kemampuan sel dalam menyerap asupan nutrisi di usia tua tak lagi secepat anak-anak muda. Karena itu, jumlah nutrisi yang masuk harus seimbang agar proses penyerapannya dapat dilakukan secara maksimal.

Malnutrisi adalah salah satu problemyang lazim dijumpai pada lansia. Kurangnya perhatian pada asupan gizi yang dikonsumsi sehari-hari sering kali membuat lansia sangat rentan terhadap masalah kesehatan yang satu ini.

Kurangnya asupan nutrisi pada lansia dapat berakibat sangat fatal. Karena itu, mengenali gejala awal malnutrisi pada lansia penting untuk dilakukan.

Berikut adalah beberapa gejala yang umum terlihat:

1. Hilangnya Bobot Tubuh Secara Ekstrem

Salah satu gejala yang paling mudah dilihat pada orang yang mengalami malnutrisi adalah hilangnya bobot tubuh secara ekstrem. Tubuh penderita dapat kehilangan hingga lebih dari 5% bobot tubuhnya sebagai akibat dari kurangnya asupan nutrisi sehari-hari.

Pada lansia, gejala ini biasanya disertai dengan gangguan pada sistem pencernaan. Tubuh penderita akan merasa lemas dan kehilangan nafsu makan. Selain itu, wajah juga akan terlihat lebih pucat dan rambut mudah rontok meski hanya disisir.

2. Kulit Berubah Kering

Kulit memiliki pelembap alami yang berfungsi menjaga kontur kulit agar tidak kering. Penderita malnutrisi biasanya memiliki kulit yang kering dan terlihat seperti bersisik akibat kurangnya produksi cairan pelembap tersebut. Selain itu, biasanya kulit yang kering juga disertai dengan timbulnya ederma (penumpukan cairan) di bawah kulit.

Penderita gejala ini biasanya belum berada dalam kondisi malnutrisi yang terlalu parah. Karena itu, pemberian suplemen makanan yang cukup dan makanan dengan kandungan gizi seimbang secara bertahap akan mengembalikan kelembapan alami kulit seperti sedia kala.

3. Munculnya Tanda-Tanda Sarkopenia

malnutrisi pada lansia

Sarkopenia merupakan suatu kondisi hilangnya massa otot sehingga bagian-bagian tulang tampak menonjol (prominen). Gejala ini merupakan pertanda yang sangat jelas dari kondisi malnutrisi seseorang. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan hilangnya lemak subkutaneus yang biasanya terdapat di bawah permukaan kulit.

Lansia dengan tingkat malnutrisi yang parah akan menunjukkan gejala ini dengan jelas. Penanganan kondisi medis pada penderita gejala tersebut harus dilakukan secara intensif oleh para ahli yang berpengalaman. Pembiaran pada penderita kondisi ini dapat berujung pada kematian.

Seiring bertambahnya usia, fungsi jaringan dan organ tubuh manusia umumnya akan mengalami penurunan. Itulah mengapa lansia menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh penurunan fungsi organ inilah yang dinamakan dengan penyakit degeneratif.

Jenis Penyakit Degeneratif pada Lansia

jenis penyakit degeneratif

Kondisi penyakit degeneratif berbeda pada tiap individu. Hal ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup, makanan, tingkat stres, lingkungan, serta genetik. Yuk tingkatkan awareness tentang kesehatan lansia dengan mengetahui jenis-jenis penyakit degeneratif berikut.

Penyakit Degeneratif yang Sering Terjadi

Jenis Penyakit degeneratif biasanya diakibatkan oleh penurunan secara bertahap kinerja sel-sel tubuh yang berdampak pada fungsi organ secara keseluruhan. Penyakit degeneratif umumnya muncul akibat pertambahan usia. Namun, gaya hidup yang buruk seperti gemar mengkonsumsi makanan tidak sehat, malas bergerak dan berolahraga, merokok, serta mengkonsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif.

Beberapa penyakit degeneratif yang sering terjadi adalah:

1. Alzheimer

Alzheimer termasuk golongan penyakit progresif yang paling sering menyerang orang berusia lanjut. Kondisi ini disebabkan oleh penurunan fungsi kognitif serta memori, dan merupakan faktor pemicu terbesar demensia.

Sel otak pada lansia yang menderita Alzheimer secara perlahan akan mengalami degenerasi secara bertahap sampai akhirnya tidak bisa berfungsi sama sekali. Selain kehilangan daya ingat dan kesulitan berpikir, penderita juga umumnya akan mengalami gangguan komunikasi.

Selain itu penyakit alzheimer, bebarapa penyakit lainnya yang termasuk penyakit degeneratif yang  berkaitan dengan perubahan struktur dan fungsi otak, seperti demensia vaskular, dan parkinson. Kondisi ini dapat diturunkan secara genetik sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Alzheimer. Jenis terapi medis yang diberikan hanya bertujuan untuk meringankan gejala dan memperlambat datangnya pikun. Biasanya dokter akan memberikan obat dari golongan donepezil, rivastigmine, galantamine, dan memantine.

2. Osteoporosis

Osteoporosis (tulang keropos) adalah gangguan kesehatan pada orang usia lanjut yang disebabkan oleh rusaknya jaringan tulang (rapuh atau keropos). Penyakit ini umumnya ditandai dengan gejala seperti postur tubuh membungkuk, nyeri punggung berlebih, serta patah tulang.

Selain kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, penyakit ini juga bisa muncul karena pola hidup tidak sehat, konsumsi alkohol, gangguan hormonal, atau keturunan. Wanita yang sudah menopause juga berpeluang lebih besar menderita osteoporosis dibandingkan laki-laki.

Kekurangan vitamin D juga menyebabkan tulang menjadi keropos. Selain itu, osteoporosis juga lebih rentan terjadi pada seseorang yang mengalami kelumpuhan atau pada orang yang kurang aktif bergerak setiap hari. Menonton TV sepanjang hari atau bekerja dengan duduk di depan laptop dapat menurunkan kualitas kepadatan tulang. Dalam jangka panjang merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat memicu berkurangnya kepadatan tulang sehingga menimbulkan osteoporosis.

Osteoporosis tidak bisa sepenuhnya disembuhkan. Namun, dokter akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk meringankan keluhan, salah satunya adalah bisphosphonates untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah keretakan tulang.

3. Penyakit Jantung/kardiovaskuler

Penyakit jantung alias kardiovaskular termasuk gangguan kesehatan yang banyak dialami orang berusia lanjut. Penyebabnya sendiri bisa bermacam-macam. Namun, yang paling umum adalah penyumbatan pembuluh darah.

Penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung biasanya disebabkan oleh adanya penumpukan plak lemak pada pembuluh darah menuju jatung yang disebut aterosklerosis. Penumpukan ini kemudian dapat menghambat aliran darah menuju jaringan dan organ tubuh lainnya. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh berbagai kebiasaan buruk seperti kurang berolahraga, pola makan yang tidak sehat, stres, dan merokok.

Jenis Penyakit degeneratif ini mempunyai gejala yang beragam, seperti nyeri dada, sakit pada area kaki yang kadang disertai mati rasa, napas terengah-engah, detak jantung yang sangat cepat, serta sakit kepala ringan yang berkepanjangan.

Pasien penyakit jantung harus mendapat perawatan yang tepat. Bila tidak, kondisi ini bisa memicu terjadinya serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan yang paling fatal adalah kematian.

Golongan obat yang sering diberikan kepada pasien penyakit serangan jantung di antaranya aspirin, nitroglycerin, ACE inhibitor, beta-blocker, serta statin. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menjaga kadar kolesterol darah tetap normal.

4. Asam Urat

Asam urat tergolong penyakit degeneratif yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga mereka yang masih berada di usia produktif. Penyakit ini dipicu oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah hingga melebihi batas normal.

Asam urat berbentuk gumpalan kristal akan menumpuk di berbagai persendian tubuh dan menyebabkan rasa nyeri, terutama saat beraktivitas. Untuk meringankan gejala, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen, naproxen, serta corticosteroids tergantung kondisi masing-masing pasien.

Jenis penyakit Degeneratif ini, biasanya pasien juga dianjurkan untuk menghindari makanan dengan kadar purin yang tinggi, seperti melinjo atau emping. Jangan lupa perbanyak konsumsi susu rendah lemak dan lakukan olahraga secara rutin.

5. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 juga termasuk salah satu jenis penyakit degeneratif, umumnya dipengaruhi oleh faktor genetika, sehingga anak dari orang tua yang menderita diabetes tipe 2 perlu melakukan pemeriksaan dan lebih mengatur gaya hidupnya agar dapat terhindar dari penyakit ini. Selain faktor keturunan dan usia, diabetes tipe 2 lebih berisiko pada seseorang yang tidak aktif bergerak, kelebihan berat badan, dan terbiasa mengkonsumsi makanan yang kaya akan lemak dan karbohidrat. Pola hidup demikian dapat memicu terjadinya gangguan pada sistem pengaturan kadar gula darah dalam tubuh dan akhirnya menimbulkan diabetes tipe 2.

6. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi kesehatan yang ditandai dengan tekanan darah yang berada pada angka diatas 140/90 milimeter merkuri (mmHg). Jenis Penyakit degeneratif ini tergolong berbahaya karena bisa memicu terjadinya stroke, gagal ginjal, dan (pada kasus tertentu) serangan jantung yang berujung kematian.

Jenis Penyakit degeneratif ini juga disebut sebegai silent killer disease atau pembunuh diam-diam, karena gejalanya tidak terlihat. Tekanan darah tinggi yang dibiarkan dapat memicu berbagai komplikasi yang mengencam nyawa.

Tekanan darah yang tinggi dapat disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita hipertensi, misalnya gaya hidup tidak sehat, kebiasaan minum alkohol, jarang berolahraga, obesitas, konsumsi garam berlebih, merokok, serta usia.

Penyakit hipertensi bisa disembuhkan atau diringankan gejalanya dengan mengonsumsi obat golongan thiazides, chlorthalidone, indapamide, vasodilators, atau ACE tergantung kondisi pasien dan tingkat keparahannya.

7. Penyakit Kanker

Kanker biasanya disebabkan oleh adanya mutasi DNA di dalam sel-sel tubuh. Mutasi gen ini dapat diturunkan dari DNA orang tua yang bisa timbul di kemudian hari. Banyak hal yang dapat memicu terjadinya mutasi gen seperti gaya hidup yang buruk, kebiasaan merokok, obesitas, kurang olahraga serta mengkonsumsi makanan yang mengandung zat karisinogenik (bahan kimia pemicu kanker).

Pengobatan Alami untuk Lansia?

Kesehatan merupakan aset yang sangat penting bagi semua kalangan usia. Menjaga kesehatan, khususnya bagi Anda yang sudah berusia lanjut, tentu memerlukan usaha ekstra. Kondisi tubuh yang tak lagi prima kerap membuat berbagai aktivitas fisik termasuk olahraga menjadi lebih sulit dilakukan. Tak heran jika para lansia sering kali memilih suplemen makanan sebagai sarana pencegahan datangnya berbagai gejala penyakit.

Ginkgo Biloba adalah suatu spesies tanaman dari jenis Ginkgophyta yang konon telah eksis sejak lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Tanaman yang pertama kali digunakan oleh para tabib dari Tiongkok ini dikenal memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan manusia.

Manfaat Ginkgo Biloba bagi Kesehatan Lansia

manfaat Ginkgo biloba

Dari sekian banyak manfaat yang dapat dirasakan dari tanaman ini, berikut adalah 3 manfaat Ginkgo Biloba bagi kesehatan lansia:

1. Mencegah Munculnya Penyakit “Pikun” seperti Alzheimer dan Demensia

Alzheimer dan demensia merupakan dua jenis penyakit yang sangat umum menjangkiti para lansia. Kedua penyakit ini sama-sama menyerang bagian otak yang berhubungan dengan utilitas memori. Hal ini mengakibatkan penderitanya menjadi mudah lupa dan sulit mengingat kejadian yang telah lewat. Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan alzheimer dan demensia secara total. Karena itu, tindakan pencegahan penting untuk dilakukan.

Ginkgo Biloba adalah salah satu bahan terbaik untuk mencegah datangnya kedua penyakit tersebut. Kandungan zat alami dalam ekstrak tanaman ini mampu memperlancar aliran darah ke otak dan membantu regenerasi sel-sel otak yang telah rusak.

2. Menjaga Kesehatan Mata dan Mencegah Penyakit Katarak

Bagi Anda yang memiliki riwayat kesehatan mata yang buruk, Ginkgo Biloba adalah solusi dari permasalahan Anda. Kandungan antioksidan yang tinggi pada tanaman ini mampu memperbaiki jaringan mata yang rusak serta menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan katarak.

Selain itu, kandungan zat yang terdapat dalam Ginkgo Biloba akan membantu sirkulasi aliran darah ke mata sehingga pasokan oksigen tetap terjaga. Hal ini pada akhirnya akan membuat mata Anda lebih sehat dan kebal terhadap berbagai macam penyakit.

Berikut ini adalah beberapa tips ampuh yang dapat Sobat Sehat lakukan demi mencegah munculnya katarak:
  • Memperbanyak Konsumsi Buah dan Sayur Demi Mencegah Katarak Sejak Dini

Buah dan sayur adalah sumber terbaik untuk mendapatkan berbagai kandungan vitamin yang diperlukan oleh tubuh Anda. Beberapa jenis buah dan sayur diketahui memiliki kandungan vitamin yang sangat baik bagi pencegahan timbulnya penyakit katarak, seperti: buah naga, alpukat, apel, bayam, brokoli, dan tomat.

  • Hindari Paparan Polusi, Debu, dan Asap Rokok

Polusi, debu, dan asap rokok mengandung zat radikal bebas yang tidak sehat bagi organ-organ tubuh manusia termasuk mata. Paparan zat-zat tersebut mampu meningkatkan risiko kerusakan jaringan pada mata, yang kemudian menyebabkan timbulnya penyakit katarak. Khusus untuk Anda yang masih merokok pada usia lanjut, sebaiknya segera berhenti karena kandungan zat kimia pada rokok tidak hanya berbahaya bagi kesehatan mata saja, tetapi juga dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada organ lainnya seperti jantung dan paru-paru.

  • Kurangi Konsumsi Garam

Garam adalah bumbu dapur yang lazim ditemukan di hampir semua jenis masakan. Untuk Anda yang memasuki usia lanjut, sebaiknya mulai membatasi jumlah konsumsi garam harian. Konsumsi garam berlebih disinyalir dapat menstimulasi perkembangan kerusakan jaringan pada organ lunak seperti mata. Tak hanya itu, garam juga dapat meningkatkan risiko kerusakan organ penting seperti jantung dan ginjal.

  • Istirahat yang Cukup

Tubuh manusia yang berusia lanjut sudah tidak berada dalam kondisi prima. Karena itu, mendapatkan waktu istirahat yang cukup adalah kunci bagi kesehatan seseorang di usia senja. Aktivitas fisik yang berlebih serta tingkat kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi kualitas kesehatan Anda. Karenanya, jangan paksakan diri untuk beraktivitas dalam intensitas yang tinggi, dan jauhi pola hidup tidak sehat seperti begadang serta mengonsumsi makanan siap saji.

3. Manfaat Ginkgo Biloba, Ampuh Mengatasi Stres dan Depresi

Stres dan depresi adalah penyakit kejiwaan yang tak boleh dipandang remeh. Kehadiran stres dan depresi pada pikiran seorang lansia mampu merangsang berbagai masalah kesehatan. Selain melalui bantuan psikiater, kedua hal ini juga dapat dilawan dengan konsumsi bahan-bahan alami yang menyehatkan seperti Ginkgo Biloba.

Hasil uji klinis di berbagai belahan bumi menunjukkan bahwa tanaman yang satu ini ampuh untuk mengurangi risiko stres pada orang berusia lanjut. Kandungan zat-zat seperti Kaempferol, Sorhamnetin, dan Quercetin pada Ginkgo Biloba terbukti dapat menstimulasi produksi Dopamin dan Serotonin pada otak. Hal ini mampu mereduksi kadar stres dan depresi secara signifikan.

Perlu diingat bahwa penyakit degeneratif pada lansia tidak bisa disembuhkan. Obat-obatan atau terapi yang dijalani umumnya hanya bertujuan untuk meringankan gejala sehingga pasien bisa beraktivitas dengan lebih normal.

Rutinlah memeriksakan diri ke dokter, jangan lupa terapkan pola hidup sehat dan teratur. Konsumsi obat-obatan degeneratif juga diperbolehkan (selama diperlukan). Anda bisa mendapatkannya secara online di K24Klik.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *