fbpx

Demensia atau Penyakit Pikun Mungkinkah terjadi di Usia Muda? (Update 2020)

Published by Maretta Putri on

Dikurasi Oleh : apt. Maretta Putri Ardenari, S.Farm.

Demensia atau Penyakit Pikun Mungkinkah terjadi di Usia Muda?

Sobat Sehat, pernahkah kamu mengalami benturan keras pada kepala hingga pingsan? Kemudian sejak saat itu, kamu merasakan hilangnya beberapa ingatanmu. Apakah itu yang disebut Demensia?

Demensia atau penyakit pikun merupakan kumpulan beberapa gejala akibat penyakit / gangguan otak yang bersifat kronis tanpa disertai gangguan kesadaran.

Demensia merupakan penyakit degeneratif yang sering menyerang pada orang yang berusia diatas 60 tahun (lansia) dimana gejalanya berlangsung secara progresif yang ditandai dengan perubahan perilaku, penurunan memori, orientasi, kesulitan dalam berkomunikasi dan mengambil keputusan sehingga mengakibatkan kegiatan sehari- harinya terganggu.

Jadi jika kamu berusia 20 tahun dan kamu merasakan gejala seperti demensia, itu bukan merupakan demensia melainkan gegar otak ringan. Gegar otak ringan dapat menyebabkan penurunan kognitif yang hampir sama dengan gejala demensia.

Beberapa Penyebab Demensia

Penyebab Demensia

Faktor penyebab penyakit demensia yaitu:

  1. Penyakit alzheimer

Sebanyak 50% demensia disebabkan oleh penyakit alzheimer, 20% disebabkan gangguan pembuluh otak, 20% gabungan keduannya, dan 10% disebabkan faktor lain. Penyebab alzheimer tidak diketahui pasti penyebabnya, tetapi diduga berhubungan dengan faktor genetik, penyakit alzheimer ini ditemukan dalam beberapa keluarga dengan gen tententu

  1. Serangan Stroke

Penyebab kedua demensia adalah serangan stoke yang terjadi secara ulang. Stroke ringan dapat mengakibatkan kelemahan dan secara bertahap dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak akibat tersumbatkan aliran darah (infark)

  1. Serangan lainnya

Serangan lainnya dari demensia adalah demensia yang terjadi akibat pencederaan pada otak (cardiac arrest), penyakit parkison, AIDS, dan hidrocefalus.

Demensia atau Penyakit Pikun, Begini Gejalanya

Sebelum mengalami demensia, umumnya seseorang akan mengalami penyakit alzheimer. Alzheimer sendiri merupakan kondisi kelainan pada otak yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita yang bersifat perlahan-lahan.

Berikut gejala alzheimer yang kemudian akan menjadi demensia:
  • Tahap awal: lupa nama tempat, peristiwa, benda, perbincangan, sering tersesat, salah menaruh barang, moody, menanyakan pertanyaan yang sama berulang, dan kurang bersosialisasi
  • Tahap menengah: lupa nama orang, gelisah, depresi, halsinasi, frustasi, cemas, gangguan pola tidur, dan delusi
  • Tahapan akhir: penurunan daya ingat semakin parah, tidak bisa bergerak tanpa bantuan, tidak bisa berkomunikasi, tidak bisa mengontrol BAB dan BAK, dan tidak memperhatikan kebersihan diri.

Penyakit demensia akan berlangsung secara perlahan setelah tahapan akhir gejala alzheimer. Pada lansia yang mengalami demensia, terjadi perubahan pada daya ingatan, pemikiran perilaku dan emosi pada kehidupan sehari-hari. Apabila anggota keluarga Sobat Sehat mengalami beberapa gejala seperti diatas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter saraf agar dapat dilakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang dengan tes darah, EEG, CT scan, dan MRI untuk mengetahui seberapa jauh demensia telah berlangsung sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat.

Cara Cegah atau memperlambat Demensia

Sejauh ini, belum ada cara untuk mencegah penyakit demensia. Namun, langkah-langkah berikut ini bisa membantu mengurangi risiko dan memperlambat proses degenerasi otak pada para lansia:

  • Mempertahankan kegiatan aktif yang merangsang mental, seperti membaca dan bermain catur
  • Mempertahankan pola makan yang sehat dan seimbang agar bisa menjaga kesehatan pembuluh darah, mengurangi kemungkinan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi, sehingga menurunkan risiko demensia vaskular. Pola makan yang dianjurkan yaitu dengan mengurangi konsumsi daging dan meningkatkan konsumsi ikan, sayuran, dan minyak zaitun
  • Mencukupi asupan vitamin B12, C, dan E
  • Berolahraga secara teratur juga bisa membantu mengurangi risiko demensia
  • Menghindari rokok dan penyalahgunaan alkohol untuk mencegah kerusakan pembuluh darah dan organ tubuh lainnya.

Tips untuk Keluarga dengan Penderita Demensia

Tips cegah demensia

Peran keluarga sangatlah penting bagi penderita demensia. Keluarga dapat membantu penderita demensia dengan beberapa cara berikut:

  • Memenuhi kebutuhan nutrisi dengan menyiapkan makanan dan minuman yang bergizi bagi lansia
  • Melakukan kegiatan latihan yang tepat dan menyenangkan bersama lasia
  • Melakukan rekreasi dengan lansia
  • Memberikan perhatian lebih terhadap masalah yang terjadi seperti apa yang dilihat dan didengar oleh lansia
  • Memberikan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter untuk beberapa penyakit medis lainnya
  • Bersabar dan terus berusaha beradaptasi dengan kondisi lansia yang mengalami demensia
  • Selalu mendampingi apabila bepergian keluar rumah
  • Menciptakan suasana yang aman dan nyaman di rumah bagi lansia.

Nah Sobat Sehat, meski mengalami gejala serupa namun bukan berarti kamu mengalami demensia ya! Karena demensia hanya akan dialami pada seseorang dengan usia diatas 60 tahun.

Jika Sobat Sehat ingin melakukan pemesanan obat secara cepat, 24 jam dan pasti aman, K24Klik solusinya!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *