pil kb untuk obesitas
Share this:

Pil KB untuk wanita obesitas sering kali dipertanyakan terkait keamanan dan efektifitasnya. Pada akhirnya wanita dengan kondisi berat badan berlebih (obesitas), memilih untuk menghindari penggunaan pil KB daripada menanggung risiko yang lebih besar.

Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan wanita obesitas. Hal ini dikarenakan ada banyak anggapan tentang efek dari pil KB bisa menurun apabila dikonsumsi bagi wanita yang obesitas. Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa kontrasepsi oral bisa meningkatkan risiko stroke pada perempuan ber-BMI di atas 30. Sebelum mengulas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal metode serta jenis-jenis dari kontrasepsi oral. Metode kontrasepsi yang paling umum digunakan oleh wanita di Indonesia.

Kontrasepsi Oral (Pil KB), Metode Umum Pengatur Kehamilan

pil KB untuk obesitas
Photo by Simone van der Koelen on Unsplash

Kontrasepsi oral termasuk dalam metode kontrasepsi hormonal. Metode ini terdiri dari hormon progesteron atau kombinasi dari dua hormon (estrogen dan progesteron). Tersedia dalam berbagai bentuk : pil, implan, injeksi, ataupun Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Bentuk pil ini merupakan metode yang paling banyak digunakan. Dapat dikonsumsi secara oral (ditelan langsung atau dengan bantuan makanan) dan bisa didapatkan secara mudah di K24Klik.com

Ada dua jenis pil KB, yaitu pil kombinasi yang berisi hormon estrogen dan progestin serta pil tunggal yang berisi progestin saja. Keduanya termasuk dalam kontrasepsi hormonal yang memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi dalam menunda kehamilan ataupun sebagai kontrasepsi darurat. Tetapi jenis ini juga memberikan efek samping bagi penggunanya. Perubahan mood, nyeri kepala, mual, penurunan libido hingga berat badan bertambah dapat dirasakan oleh penggunanya meskipun berbeda pada setiap orang.

Apa Benar Konsumsi Pil KB Bikin Gemuk?

Photo by Gesina Kunkel on Unsplash

Wanita dan “gemuk” adalah dua hal yang saling dihindari keberadaannya. Efek samping dari penggunaan kontrasepsi oral yang paling sering dilaporkan adalah meningkatnya berat badan si pengguna. Karena hal inilah, bagi wanita yang obesitas konsumsi pil KB dihindari sebisa mungkin untuk mencegah peningkatan berat badan lebih lanjut. Diduga, mekanisme pil KB dalam meningkatkan berat badan dengan cara menaikan kadar lemak serta retensi cairan dalam tubuh.

Tetapi, pada beberapa studi menunjukkan bahwa berat badan bertambah akibat kontrasepsi oral belum dapat dipastikan. Penelitian yang ada masih menyebutkan faktor pemicu lainnya, selain penggunaan pil KB. Studi literatur yang dilakukan Cochrane memperlihatkan pada 49 uji klinis penggunaan pil kontrasepsi tidak memberikan efek signifikan terhadap peningkatan berat badan.

Bagaimana Pengaruh Pil KB terhadap Penderita Obesitas?

Photo from https://unsplash.com

Perempuan dikategorikan obesitas apabila Indeks Massa Tubuh / BMI > (lebih dari) 30. Banyak anggapan bahwa penggunaan kontrasepsi oral untuk penderita obesitas dapat menurunkan efektifitas keberhasilannya. Benarkah begitu?

Obesitas merupakan suatu kondisi yang dapat mempengaruhi proses metabolisme tubuh. Proses metabolisme ini yang dapat mempengaruhi kerja pil KB dalam tubuh.

Beberapa hal yang dinilai dapat menurunkan efektifitas pil KB pada wanita dengan obesitas adalah :

  • Obesitas dapat meningkatkan laju metabolisme. Peningkatan ini menyebabkan waktu kerja obat dalam tubuh menjadi singkat termasuk pil kontrasepsi.
  • Obesitas maupun kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan faktor risiko timbulnya tromboemboli vena (CVT). CVT merupakan kondisi adanya gumpalan di pembuluh darah otak yang menyebabkan terjadinya stroke. Risiko terjadinya CVT akan lebih tinggi pada wanita obesitas yang sedang konsumsi pil KB.

Namun demikian, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa manfaat yang diberikan pil KB masih lebih baik dibandingkan dengan risiko yang ditimbulkan.

Aman atau Tidak Konsumsi Pil KB untuk Wanita Obesitas?

Pemilihan metode kontrasepsi pada wanita yang obesitas memang menjadi tantangan tersendiri. Penggunaan kontrasepsi oral seringkali diragukan karena dapat menurunkan efektifitas dan menimbulkan risiko peningkatan berat badan lebih lanjut.

Namun, ada studi yang menunjukkan bahwa tidak terdapat efek signifikan dalam perubahan berat badan akibat konsumsi pil KB. Selain itu, risiko terjadinya CVT pada wanita obesitas yang sedang konsumsi pil KB juga sangat minimal. Meskipun demikian, apabila ada faktor risiko tambahan (jantung, diabetes, merokok, dll), penggunaan pil KB yang mengandung estrogen sebaiknya tidak dilakukan.

Kontrasepsi hormonal tetap efektif dalam mencegah kehamilan pada wanita dengan obesitas. Efektifitas pil oral kombinasi memang ditemukan menurun dan tingkat kehamilan menjadi lebih tinggi. Namun demikian, efektivitas tetap lebih baik dibandingkan dengan metode kondom ataupun tanpa kontrasepsi.

Penggunaan pil KB tetap aman pada wanita obesitas. Tetapi penggunaan kontrasepsi dengan hormon masih perlu dievaluasi apabila terdapat risiko tambahan seperti penyakit jantung, hipertensi, merokok, dan Diabetes Mellitus (DM). Saat ini, kontrasepsi yang dianggap terbaik dan aman untuk wanita obesitas adalah metode kontrasepsi reversibel kerja panjang (long acting). Injeksi, implan, ataupun AKDR merupakan salah satunya.

Sumber : dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *