nutrisi untuk odha
Share this:

Nutrisi untuk ODHA berperan penting karena berkaitan dengan penanganan terhadap HIV atau AIDS (termasuk muntah, diare, dan kelainan sel tubuh). Makan dengan baik menjadi kunci untuk mempertahankan kekuatan, energi, dan sistem kekebalan tubuh.

ODHA atau Orang Dengan HIV/AIDS, cenderung memiliki daya tahan tubuh yang rendah karena virus penyakit yang menyerang kekebalan tubuh penderitanya. Selain itu, penggunaan obat-obatan untuk terapi penyakit ini, juga mempengaruhi kondisi tubuh ODHA. Penderita HIV/AIDS umumnya akan mengalami penurunan berat badan dan menjadi mudah terserang infeksi penyakit tertentu.

Oleh karenanya, seorang penderita HIV/AIDS harus lebih memperhatikan asupan nutrisinya. Nutrisi yang baik dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh penderita, sehingga membantu mencegah infeksi dan pengobatan, serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit.

Mengapa Nutrisi Penting Untuk ODHA?

Apa sih alasan mendasar nutrisi bisa memberikan efek yang kuat? Sebenarnya sederhana. Nutrisi menyediakan blok pertahanan tubuh pada setiap struktur dan jaringannya, termasuk respon imun dan aspek lain pada fungsi sehari-hari. Hal ini menjadi penting bagi siapa pun, tetapi bagi seseorang yang terkena HIV, menjadi sangat berarti.

Photo by Sharon Pittaway on Unsplash

Di bawah ini adalah beberapa alasan nutrisi yang dapat membantu orang dengan HIV-positif tetap sehat.

1. Memerangi HIV

Kehadiran virus HIV yang berkelanjutan, menyebabkan sistem imun tubuh harus selalu memproduksi sel-sel kekebalan dan bahan kimia yang dibutuhkan untuk melawannya. Sel-sel dan bahan kimia terbuat dari nutrisi, sehingga asupan makanan menjadi pasokan wajib tubuh dalam berkontribusi melawan virus HIV.

2. Melindungi Tubuh

Setiap kerusakan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV atau ko-infeksi dan AIDS berkaitan dengan respon imun/kekebalan tubuh terhadap infeksi yang perlu diperbaiki. Nah, nutrisi di sini diumpamakan sebagai bahan bangunan di mana sebenarnya tubuh membuat dan memperbaiki sendiri. Sehingga ada kebutuhan terus-menerus dari luar sebagai pondasi dalam perbaikan tubuh.

3. Meningkatkan Kualitas Hidup

Kualitas hidup bisa meningkat apabila kita mampu mengelola dan mencegah terjadinya kekurangan gizi. Kelelahan, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, perubahan mental (seperti memori bermasalah atau sulit berkonsentrasi), kram otot, masalah kulit hingga depresi adalah kondisi dari kekurangan gizi.

men sana in corpore sano
Photo by Jamie Brown on Unsplash

Agar kita merasa baik, tingkat nutrisi yang optimal adalah suatu keharusan. Selain itu, nutrisi untuk ODHA yang memadai sebenarnya bisa membantu mencegah dan membalikkan efek samping obat tertentu. Maka dari itu, nutrisi dijadikan alat yang penting untuk membantu orang merasa lebih baik dan mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik.

4. Mengelola Koinfeksi

Sebagian besar ODHA akan diikuti oleh penyakit infeksi lain, seperti Hepatitis B/C. Dengan kondisi seperti ini, tentu saja nutrisi berperan dua kali lipat lebih penting karena tubuh harus melawan lebih dari satu penyakit dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut.

Bagaimana Panduan Nutrisi yang Tepat Bagi ODHA?

Seperti yang kita ketahui, virus HIV bisa membuat berat badan menurun bahkan hingga kehilangan massa otot. Namun obat retroviral sendiri ada yang menyebabkan penambahan lemak. Untuk mencegah dua hal tersebut, asupan makanan dibuat menjadi sedikitnya tiga (3) kali sehari dengan berbagai macam sumber daging kurang lemak, buah-buahan dan sayuran.

Panduan Gizi Bagi ODHA

  • Daging sebagai sumber protein dapat membantu membangun sekaligus mempertahankan massa otot. Sumber protein lainnya yang bisa dipakai adalah telur, produk susu, sapi tanpa lemak, babi, dan ikan.
  • Buah, sayur, dan kacang-kacangan adalah sumber karbohidrat yang bisa membantu memberikan tenaga dan antioksidan. Secara tidak langsung, makanan ini dijadikan sebagai “tameng” ketika melawan infeksi.
  • Sumber lemak bisa didapatkan dari biji-bijian dan minyak. Pasokan ini digunakan untuk memberi tenaga saat berolahraga dengan intensitas yang rendah. Namun, kita hanya perlu secukupnya saja – jangan terlalu banyak.

Rutinlah Bergerak!

Olahraga ringan tapi rutin
Photo by Fitsum Admasu on Unsplash

Olahraga ringan juga penting bagi tubuh dalam mengubah zat makanan yang masuk menjadi massa otot. Lakukan olahraga selama 15 menit setelah itu konsumsi makanan porsi kecil atau mengemil buah-buahan/konsumsi daging/minum segelas susu. Jadikanlah olahraga sebagai kegiatan rutin sehari-hari.

Yang Ini Juga Penting Loh!

Setelah terinfeksi HIV, adanya tambahan cairan yang masuk ke dalam tubuh diketahui bisa mengurangi efek samping dari beberapa obat. Cairan yang masuk dalam tubuh bisa membantu menghindari dehidrasi dan sembelit (susah BAB). Cairan yang dimaksud di sini adalah air mineral ya, Sobat Sehat. Perlu diingat, minuman teh, kopi, soda, cokelat, bahkan alkohol sebenarnya dapat menghilangkan cairan tubuh.

Cara terbaik untuk mengetahui apakah kita cukup mengonsumsi air putih adalah dengan melihat warna air seni. Warna kuning muda termasuk jenis yang sehat. Apabila ODHA ingin melakukan diet, lakukanlah diet yang seimbang. Pemilihan diet makanan yang tepat, akan sangat bermanfaat bagi kondisi tubuh penderita HIV/AIDS secara keseluruhan.

Air mineral penting untuk ODHA
Photo by Miroslav Škopek on Unsplash

Kesimpulannya, Nutrisi Tidak Bisa Disepelekan untuk ODHA

Pada prinsipnya, nutrisi untuk ODHA tidaklah terlalu berbeda dengan prinsip pola makan sehat lainnya, yaitu banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral, biji-bijian dan kacangan-kacangan, protein yang rendah lemak, serta menghindari makanan manis dan minuman ringan atau instan.

Perilaku sehat adalah awal pencegahan HIV/AIDS. Dan perilaku sehat, juga dapat memperpanjang waktu hidup ODHA.

Sumber : hiv.gov, odhaberhaksehat.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *