Anemia saat Haid: Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

anemia saat haid penyebab gejala cara mencegah

Sering mengalami perdarahan yang berat saat haid? Waspada kondisi anemia saat haid yang ditandai dengan kelelahan, sakit kepala, pucat, dan sesak napas.

Haid merupakan siklus alami yang dialami oleh setiap perempuan. Saat sedang haid, tubuh akan mengalami berbagai perubahan, termasuk dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi.

Anemia akibat defisiensi zat besi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk memproduksi sel darah merah. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kondisi ini adalah menstruasi yang berlangsung lama atau terlalu banyak.

Lantas, apa yang menyebabkan anemia saat haid? Bagaimana gejala dan cara mencegahnya?

Simak lebih lanjut penjelasannya di bawah ini!

Apa Penyebab Anemia saat Haid?

Selama menstruasi, tubuh mengalami proses peluruhan lapisan dinding rahim yang diiringi dengan keluarnya darah. Proses ini terjadi berulang kali setiap bulan.

Jika Anda kehilangan banyak darah selama haid, Anda mungkin juga kehilangan lebih banyak sel darah merah daripada yang bisa diproduksi tubuh.

Hal ini dapat mengurangi jumlah zat besi dalam tubuh, yang pada akhirnya tubuh akan kesulitan memproduksi hemoglobin (bagian penting dalam sel darah merah) yang dibutuhkan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Lantas, apa yang menyebabkan perempuan kehilangan banyak darah atau perdarahan haid yang berlebihan?

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar hormon, terutama progesteron dan estrogen. Selain itu, penyebab lainnya bisa berupa kondisi berikut:

  • Fibroid rahim (tumor jinak di dinding rahim)
  • Endometriosis (jaringan menyerupai jaringan endometrium, yakni dinding rahim di luar uterus)
  • Masalah ovulasi
  • Sindrom Asherman (jaringan parut di rahim)
  • Menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim
  • Polip (perkembangan jaringan yang tidak wajar pada lapisan dinding rahim)
  • Adenomiosis (jaringan endometrium, yang merupakan lapisan dalam rahim, masuk dan menembus ke dalam dinding otot rahim atau miometrium.)
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan (obat pengencer darah) dan aspirin
  • Gangguan perdarahan 

Baca juga: 15 Obat Nyeri Haid di Apotik yang Ampuh dan Aman

Gejala Anemia

Sebelum mencari tahu gejala anemia saat haid, ketahui terlebih dahulu tanda-tanda perdarahan haid yang berat. 

Perdarahan haid yang berat biasanya ditandai dengan perlunya mengganti tampon atau pembalut dalam waktu 2 jam sekali atau jika darah yang keluar mengandung gumpalan darah lebih dari 2.5 cm.

Selain itu, perdarahan haid yang hebat juga bisa ditandai dengan lamanya periode haid, yakni lebih dari 7 hari. 

Jika kondisi haid yang berat menyebabkan anemia, maka penderitanya mungkin mengalami gejala berikut:

  • Mudah merasa lelah
  • Tubuh terasa lemas
  • Sesak napas
  • Pucat
  • Merasa pusing atau ingin pingsan
  • Sakit kepala
  • Penurunan konsentrasi

Cara Mencegah Anemia saat Haid

Cara yang paling efektif untuk mencegah anemia saat haid adalah dengan menjaga pola makan. Secara khusus, berikut adalah cara yang bisa diterapkan untuk mencegah anemia saat haid:

  • Makan makanan yang merupakan sumber zat besi, seperti daging merah, bayam, kacang-kacangan, dan quinoa.
  • Makan makanan yang membantu penyerapan zat besi, termasuk vitamin C. Makanan yang kaya vitamin C antara lain jambu biji, kiwi, brokoli, dan jeruk.
  • Kurangi konsumsi kopi dan teh selama waktu makan, karena minuman ini dapat mengurangi efektivitas penyerapan zat besi dari makanan.
  • Konsultasi dengan dokter mengenai asupan suplemen kalsium, karena kalsium dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi.

Cara Mengatasi Anemia saat Haid

Cara mengatasi anemia saat haid bergantung pada penyebabnya. Jadi, untuk mengatasi anemia saat haid, penting untuk mengetahui terlebih dahulu penyebab perdarahan berat tersebut dengan cara berkonsultasi dengan dokter.

Untuk menangani anemia, dokter mungkin akan meresepkan suplemen zat besi. Selain itu, pasien biasanya dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi makanan yang kaya zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging dan ikan, yang lebih mudah diserap oleh tubuh.

Pada kasus yang lebih serius, dokter mungkin menyarankan prosedur pembedahan, yang bisa meliputi:

  • Embolisasi arteri uterina (prosedur yang mencegah arteri mengalirkan darah ke mioma rahim, yang mungkin menyebabkan perdarahan haid berat)
  • Focused ultrasound surgery (prosedur yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengecilkan mioma)
  • Ablasi endometrium (pengangkatan jaringan yang melapisi rahim)
  • Histerektomi (pengangkatan rahim)

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika Anda mengalami perdarahan haid berat yang disertai gejala-gejala tertentu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan Anda perlu menemui dokter terkait anemia saat haid:

  • Sering merasa mudah lelah, lemas, pusing, atau kepala terasa ringan dan ingin pingsan.
  • Harus membatasi kegiatan sehari-hari karena haid berat atau karena lelah berlebihan.
  • Mengalami sesak napas selama atau setelah haid.
  • Mengalami menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Mengeluarkan gumpalan darah besar selama haid.
  • Menggunakan lebih dari satu pembalut atau tampon setiap 1 hingga 2 jam sekali.

Jika anda mengalami gejala anemia saat haid yang terus berlanjut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Anda dapat menghubungi tim dokter Medi-Call melalui Call-Center 24 jam Medi-Call atau aplikasi Medi-Call

Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K

Referensi: