SKIP CHALLENGE, TREN BARU YANG PERLU DITIRU atau DIWASPADAI?

pass out

“Skip Challenge, tren baru yang perlu ditiru atau diwaspadai? Sama seperti bahaya berfoto selfie yang tidak memperhatikan keselamatan hanya untuk mengikuti tren, informasi mengenai bahaya skip challenge ini juga layak diketahui oleh para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial agar tidak mengikuti tren yang salah dan membahayakan diri sendiri”

 

Media sosial memang bagaikan “pisau bermata dua” bagi penggunanya. Jika tidak dapat memilah-milah informasi dengan benar pasti akan mudah terbawa arus buruk, tapi jika menggunakannya secara bijaksana pasti akan sangat bermanfaat dalam segala hal. Banyak yang bisa Anda dapat dari media sosial seperti berita terupdate meliputi fashion, penemuan teknologi terbaru, kehidupan artis, sampai fenomena yang sedang “booming”. Hal tersebut bisa secara mudah diakses oleh anak kecil sampai orang tua. Sebagai orang tua yang peduli terhadap anaknya, Anda seharusnya selalu melakukan pengawasan terhadap layanan informasi yang dapat berpengaruh buruk terhadap anak.Skip Challenge

Beberapa waktu belakangan ini di media sosial sedang heboh mengenai keberadaan video-video amatir berjudul Skip Challenge atau Pass Out. Dalam video tersebut, terlihat sekelompok remaja melakukan sebuah aksi dengan cara menekan dada seorang remaja lain sekeras-kerasnya selama beberapa waktu dan menyebakan remaja tersebut kehilangan kesadaran dan kejang. Lalu setelah beberapa saat kemudian remaja tersebut akan kembali sadarkan diri. Fenomena tersebut sangatlah tidak pantas ditonton apalagi ditiru oleh anak-anak kita.

Menyikapi fenomena tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melarang aksi serupa dilakukan kembali oleh para remaja, juga menghimbau agar orang tua lebih bersikap tegas dan waspada lagi dalam menanggapi sebuah fenomena ini sebagai sebuah permainan yang wajar bagi anak-anak. Skip Challenge sangat tidak bermanfaat bagi semua orang yang melakukannya dan dari segi medis sangatlah berbahaya serta dapat menimbulkan efek yang berbahaya sampai kematian.

Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah membantu mencegah informasi yang tidak layak ini beredar dengan meningkatkan pengawasan terhadap konten media sosial. Selain itu, para orang tua juga harus lebih mengawasi penggunaan media sosial bagi anak-anak mereka. (Nin/Dev)

Sumber : kemenpppa.go.id

Foto : The Daily Dot, Sahabat Keluarga-Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Bagikan & sehatkan dunia :
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone