Vitamin D untuk Anak: Penting untuk Imunitas, Tulang dan Gigi!

Vitamin D untuk anak penting untuk mengoptimalkan penyerapan kalsium dan fosfor agar tulang dan gigi kuat. Asupan vitamin D yang cukup juga dapat meningkatkan imunitas anak, siap beraktivitas sekolah kembali!
Dikurasi oleh:apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm
Anak mulai sekolah kembali, daya tahan tubuh menjadi hal yang perlu diperhatikan agar Si Kecil tidak mudah sakit. Untuk menjaga daya tahan tubuh, Anda harus memastikan asupan nutrisi harian anak lengkap termasuk vitamin D.
Pada anak-anak, vitamin D tidak hanya untuk daya tahan tubuh tetapi juga memaksimalkan penyerapan kalsium dan fosfor yang penting untuk pertumbuhan tulang.
World Health Organization menyebutkan vitamin D dapat mencegah rakitis pada bayi dan anak-anak terutama yang beresiko mengalami kekurangan vitamin D akibat paparan sinar matahari terbatas.
Baca juga: 16 Vitamin Anak Terbaik di Apotek
Pentingnya Vitamin D untuk Imunitas Anak
Sistem imun pada anak masih berkembang dan membutuhkan dukungan nutrisi yang cukup setiap harinya. Mulai dari karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin A, vitamin D dan berbagai jenis vitamin lainnya.
Melansir dari British Dietetic Association, vitamin D membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi serta mendukung fungsi saraf dan kekuatan otot. Beberapa penelitian juga turut mendukung pernyataan tersebut.
Oleh karena itu, vitamin D menjadi salah satu nutrisi penting untuk mendukung kesehatan Si Kecil sehari-hari. Apalagi di saat aktivitas anak sudah mulai padat usai bersekolah kembali, kesehatannya harus tetap dijaga dengan memastikan asupan vitamin D tercukupi.
Vitamin D untuk Anak, Bantu Jaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Selain ampuh untuk menjaga daya tahan tubuh, fungsi utama vitamin D untuk anak adalah membantu penyerapan kalsium dan fosfor lebih maksimal.
NHS UK menyebutkan bahwa vitamin D dapat membantu mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam tubuh untuk menjaga kesehatan tulang, gigi dan otot. Pada anak-anak, fungsi ini sangat dibutuhkan selama masih dalam masa pertumbuhan agar tulang dan giginya kuat.
Jadi, tidak hanya membantu anak tetap sehat di tengah aktivitas padat tetapi juga menjaga kesehatan tulang dan gigi lebih optimal.
Apa Saja Tanda Anak Kekurangan Vitamin D?
Dengan fungsinya untuk daya tahan tubuh serta pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat, lalu apa bahaya jika anak kekurangan vitamin D?
Dalam berbagai penelitian, disebutkan bahwa kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, sistem imun lemah sehingga mudah sakit hingga parahnya adalah memicu rakitis atau pelunakan tulang.
Kekurangan vitamin D pada anak tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas apabila masih di tahap awal. Namun, Anda mungkin perlu mewaspadai beberapa tanda anak kekurangan vitamin D sebagai berikut.
- Nyeri pada kaki yang pada beberapa kasus juga sampai merasakan nyeri tulang
- Pertumbuhan tulang tidak optimal
- Gigi tumbuh lebih lambat
- Mudah lelah
- Kelemahan otot
- Sering mengalami infeksi
Jika kasusnya sudah lebih parah, kaki anak bahkan bisa terlihat bengkok karena pertumbuhan tulangnya tidak sehat atau bahkan mengalami rakitis. Pastikan untuk segera berkonsultasi pada dokter apabila anak Anda mengalami tanda-tanda di atas.
Kebutuhan Asupan Vitamin D untuk Anak
Melansir dari National Institutes of Health, kebutuhan vitamin d untuk anak berbeda berdasarkan usia.
- Bayi usia 0-12 bulan, membutuhkan asupan vitamin D 400IU setiap harinya.
- Anak dan remaja usia 1-18 tahun, kebutuhan vitamin D hariannya adalah 600IU
Namun, kebutuhan vitamin d untuk anak dapat berbeda pada anak dengan kondisi tertentu, misalnya paparan sinar matahari sangat terbatas, gangguan penyerapan nutrisi, atau risiko tinggi kekurangan vitamin D.
Apa Saja Sumber Vitamin D?
Lalu, bagaimana cara mencukupi kebutuhan vitamin D anak setiap harinya? Berikut ini merupakan sumber utama vitamin D untuk anak yang perlu Anda ketahui.
1. Sinar Matahari
Sumber alami yang terbaik untuk mendapatkan asupan vitamin D setiap harinya adalah sinar matahari. Saat kulit terpapar sinar Ultraviolet B (UVB), tubuh dapat memproduksi vitamin D sendiri.
Tapi, perlu diketahui bahwa sinar matahari tidak selalu baik setiap waktu. Waktu ideal untuk mendapatkan manfaat maksimal adalah pukul 09.00 hingga 10.00 pagi. Anda dapat berjemur cukup 10-15 menit, setiap hari atau setidaknya 2-3 kali seminggu.
Jangan berjemur di atas jam 11.00 siang karena sinar matahari pada waktu-waktu itu dan setelahnya dapat merusak kulit dan meningkatkan resiko kanker kulit.
2. Makanan
Lalu, bagaimana jika tidak punya cukup waktu untuk berjemur setiap hari atau cuaca yang tidak menentu membuat paparan sinar matahari juga tidak optimal? Anda dapat memastikan kebutuhan nutrisi vitamin D terpenuhi lewat makanan.
Beberapa makanan dengan kandungan vitamin D tinggi diantaranya adalah ikan salmon, sarden, makarel, kuning telur, hati sapi, sereal fortifikasi hingga susu yang memang sudah diperkaya dengan kandungan vitamin D.
Mengonsumsi makanan-makanan tersebut dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan vitamin D harian pada anak.
3. Mengonsumsi Suplemen Vitamin D
Di tengah aktivitas padat, sekolah dari pagi hingga sore terkadang membuat anak tidak punya cukup waktu untuk berjemur atau memastikan asupannya benar-benar terpenuhi. Pada beberapa kondisi kesehatan khusus, kebutuhan vitamin D anak juga bisa lebih tinggi.
Untuk membantu memenuhi asupan harian, mengonsumsi suplemen vitamin D mungkin diperlukan. Saat ini, telah tersedia banyak pilihan suplemen vitamin D yang dapat dibeli di apotek offline maupun online K24Klik secara praktis.
Surevit D3: Suplemen Vitamin D Terbaik untuk Anak
Pilihan terbaik untukmu, Surevit D3 cocok untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian. Tidak hanya untuk anak-anak, Surevit D3 juga bisa dikonsumsi untuk dewasa dan juga lansia.
Mengapa Anda harus memilih Surevit D3 sebagai suplemen pendukung kesehatan anak? Kandungan vitamin D3 dalam Surevit ampuh untuk membantu penyerapan kalsium lebih maksimal, mencegah rakitis dan juga mendaya daya tahan tubuh.
Suplemen dengan kandungan vitamin larut lemak yang satu ini cocok untuk mendukung anak tetap sehat dan aktivitas di sekolah jadi lebih lancar. Kesehatan tulang dan gigi anak juga lebih terjaga, dukung tumbuh kembang anak lebih baik!
Anda dapat memberikan Surevit D3 1 kali sehari 1 tablet atau sesuai dengan petunjuk dokter. Pastikan juga untuk selalu memerhatikan asupan nutrisi harian anak untuk kesehatan tubuh lebih optimal, mulai dari makanan yang bergizi.
Frequently Asked Question (FAQ) Vitamin D untuk Anak
Vitamin D dapat diberikan kapan saja sesuai petunjuk penggunaan. Karena termasuk vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya umumnya lebih baik bila dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat. Ikuti dosis sesuai usia atau anjuran tenaga kesehatan.
Surevit D3 merupakan salah satu pilihan suplemen dengan kandungan vitamin D3 terbaik untuk anak yang dapat dikonsumsi sesuai aturan pakai. Untuk memaksimalkan efektivitas, pastikan untuk tetap memberikan makanan bergizi pada anak dan terkena paparan sinar matahari yang cukup.
Beberapa tanda kekurangan vitamin D untuk anak meliputi pertumbuhan tulang yang kurang optimal, nyeri tulang, kelemahan otot, mudah lelah, serta lebih rentan mengalami infeksi. Pada kasus yang berat, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakitis atau tulang menjadi lunak dan mudah berubah bentuk.
Itulah tadi beragam informasi lengkap seputar vitamin D untuk anak yang perlu Anda ketahui. Pastikan untuk selalu memenuhi asupan nutrisi agar tubuh dapat berfungsi optimal dan tidak mudah sakit.
Bingung beli suplemen vitamin D yang terjangkau dan terjamin 100% asli di mana? K24Klik adalah solusi terbaik untuk Anda!
Unduh aplikasi K24Klik di Play Store maupun App Store sekarang juga, semua urusan kesehatan jadi beres hanya dalam satu genggaman. Sehat lebih praktis, beli obat atau suplemen online di K24Klik dijamin cepat 24 menit sampai!
Referensi:
https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/vitamins-minerals/vitamin-d.html diakses pada 10 Juli 2026
https://www.health.harvard.edu/healthy-aging-and-longevity/vitamin-d-and-your-health-breaking-old-rules-raising-new-hopes diakses pada 10 Juli 2026