Rapid Test untuk Deteksi Covid-19 : Jenis dan Perbedaannya!

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

rapid test
Dikurasi Oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Di masa pandemi ini ada berbagai cara yang digunakan tenaga medis untuk mendeteksi Covid-19. Pemeriksaan yang digunakan tersebut yakni berupa rapid test antibodi, rapid test antigen, dan PCR. Lalu, apakah perbedaan dari ketiganya?

Ketika Anda datang ke rumah sakit, maka dokter pun akan melakukan pemeriksaan pada fisik Anda dan mengecek riwayat tentang diri Anda yang pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19 atau tidak dalam waktu dua minggu terakhir. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan pendukung yang berupa rapid test serta PCR untuk bisa mendiagnosa virus tersebut.

Pengertian

  • Rapid test antibodi adalah jenis test yang pertama kali muncul. Biasanya dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah seseorang yang dipercaya telah terinfeksi oleh Covid-19.
  • Rapid test antigen adalah test yang dilakukan untuk mengidentifikasi seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 dengan cara mendeteksi keberadaan materi genetik atau pun protein spesifik dari virus Covid-19 di dalam tubuh seseorang.
  • PCR (Polymerase Chain Reaction) yang merupakan pemeriksaan dalam upaya mendeteksi pola genetik berupa DNA dan RNA pada sel, kuman, atau virus yang termasuk juga virus Covid-19. Bahkan tes jenis inilah yang banyak disarankan oleh WHO atau Badan Kesehatan Dunia dalam mendiagnosa Covid-19. Akurasi dari tes PCR ini yang dipercaya lebih tinggi.

Cara Kerja

Untuk mengetahui perbedaan dari ketiganya, Anda juga bisa melihat dari segi cara kerjanya :

  • Rapid test antibodi, cara kerjanya adalah dengan pengambilan darah yang dilakukan oleh tenaga medis sebagai sampel pemeriksaan.
  • Rapid test antigen cara kerjanya adalah dengan mengambil sampel yang berupa lendir dari dalam hidung maupun kerongkongan dengan menggunakan metode swab atau usap. Sehingga jenis ini sering kali disebut sebagai swab antigen.
  • Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan pada orang yang mengalami gejala Covid-19, misalnya seperti batuk, demam, pilek, sesak napas, dan terganggunya indera penciuman. Cara kerja test PCR ini adalah dengan mendeteksi pola genetik berupa DNA dan RNA dari sel, kuman, maupun virus yang salah satunya adanya Corona. 

Lamanya Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Mendapatkan Hasil Rapid Test

Setiap test yang Anda lakukan untuk mendeteksi Covid-19 membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Untuk rapid test antibodi, lama waktu yang digunakan untuk bisa mendeteksi ada atau tidaknya antibodi di dalam tubuh adalah sekitar 5 hingga 10 menit dengan tingkat akurasi yang paling rendah yakni hanya sekitar 18%. 

Lalu untuk rapid test antigen hasilnya bisa Anda dapatkan hanya dalam hitungan menit saja, yakni sekitar 15 sampai 30 menit. Tingkat akurasinya dinilai lebih baik daripada test antibodi, tetapi belumlah seakurat PCR.

Dan untuk hasil test PCR membutuhkan waktu yang lumayan lama sekitar 1 sampai 7 hari dengan tingkat akurasi yang paling tinggi mencapai 80 sampai 90%. Bahkan test inilah yang banyak disarankan oleh WHO atau Badan Kesehatan Dunia untuk bisa mendiagnosa Covid-19.

Dengan mengetahui perbedaan dari ketiga jenis test tersebut, maka Anda pun bisa melakukan pertimbangan dengan baik untuk menentukan test apa yang akan Anda lakukan.