fbpx

Diabetes Mellitus Apakah Sebabkan Penglihatan Kabur?

Published by Maretta Putri on

Diabetes Mellitus tidak hanya menyerang para orang tua atau lansia, penyakit ini juga bisa menyerang kaum muda yang tidak memperhatikan pola hidup sehat. Apalagi kalau Diabetes Mellitus sudah mengganggu penglihatan kita. Bagaimana cara Diabetes bisa mengganggu penglihatan? simak baik ulasannya ya Sobat Sehat…

Penyakit Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal yaitu lebih dari 200 mg/dl dan glukosa darah puasa >126 mg/dl. Diabetes mellitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya, dapat menyerang hampir seluruh sistem tubuh manusia mulai dari kulit sampai jantung sampai menimbulkan komplikasi. Penyakit komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat diabetes mellitus antara lain penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang, penderita diabetes mellitus yang sudah parah menjalani amputasi anggota tubuh karena terjadi pembusukan.

Gejala Diabetes Mellitus

Diabetes melitus dibedakan menjadi akut dan kronik. Gejala akut antara lain:

  1. Polidipsia (banyak minum)
  2. Poliuria (banyak kencing/sering kencing di malam hari)
  3. Polifagia (banyak makan)
  4. Nafsu makan bertambah namun berat badan turun dengan cepat (5-10 kg dalam waktu 2-4 minggu)  
  5. Mudah lelah

Sedangkan gejala kronik yang dapat ditimbulkan yaitu: kesemutan, kulit terasa panas atau seperti tertusuk tusuk jarum, rasa kebas di kulit, kram, kelelahan, mudah mengantuk, pandangan mulai kabur, gigi mudah goyah dan mudah lepas, kemampuan seksual menurun bahkan pada pria bisa terjadi impotensi, pada ibu hamil sering terjadi keguguran atau kematian janin dalam kandungan atau dengan bayi berat lahir lebih dari 4kg.

Penyakit komplikasi lainnya yang dapat ditimbulkan yaitu gangguan penglihatan mata. Penyakit diabetes merupakan penyebab utama kebutaan. Saat penderita diabetes mengalami masalah pada mata, sebaiknya melakukan pengecekan mata dan juga level gula darah dalam tubuh. Gula darah yang meningkat dapat mempengaruhi penglihatan menjadi kabur dan tidak seperti biasanya selama gula darah masih tinggi. Diabetes juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mata yang lainnya yaitu dapat menyebabkan katarak, glukoma dan retinophaty.

Hari Penglihatan Sedunia (World Silent Day), diperingati setiap hari Kamis kedua bulan Oktober, adalah acara global yang dimaksudkan untuk menarik perhatian pada kebutaan dan gangguan penglihatan. Pada tahun ini, peringatan World Silent Day jatuh pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 dengan tema Hope In Sight (Harapan Dalam Penglihatan).

Tipe Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi beberapa tipe:

  1. Tipe 1, sebelumnya disebut IDDM, kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Tipe diabet ini terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak memproduksi insulin. Akibatnya, penderita diabetes tipe 1 memerlukan tambahan insulin dari luar.
  2. Diabetes tipe 2, dulunya disebut dengan diabetes tidak tergantung insulin. Penyebab diabetes tipe 2 adalah resistensi insulin. Insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tidak dapat bekerja secara optimal sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi di dalam tubuh
  3. Diabetes gestasional, biasanya muncul selama kehamilan (trimester kedua atau ketiga). Resiko diabetes gestasional, glikosuria, atau riwayat kuat keluarga pernah mengalami diabetes
  4. Diabetes melitus tipe khusus, ditandai dengan kelainan genetik pada sel beta, kelainan genetik pada kinerja insulin, penyakit pankreas esokrin, gangguan endokrin, diinduksi obat atau bahan kimia, infeksi.

Tips Cegah Diabetes Mellitus

Tips Cegah Diabetes Mellitus

Untuk pengobatan diabetes mellitus, yang harus dilakukan yaitu pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan dan profil lipid (tes darah yang mengukur kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol HDL), dengan cara memberikan penyuluhan tentang perawatan mandiri dan perubahan perilaku, antara lain:  

1. Diet

Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Pada penyandang diabetes perlu ditekankan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadwal makan, jenis dan jumlah makanan, terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin. Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat 60-70%, lemak 20-25% dan protein 10-15%

2. Exercise (latihan fisik/olahraga)

Dianjurkan latihan secara teratur (3-4 kali seminggu) selama kurang lebih 30 menit, sesuai dengan kemampuan pasien, yang sifatnya sesuai dengan Continous, Rhythmical, Interval, Progresive, Endurance (CRIPE). Misalnya olah raga ringan jalan kaki biasa selama 30 menit, dan hindari kebiasaan hidup yang kurang gerak atau bermalas malasan  

3. Pendidikan Kesehatan

Kesehatan sangat penting karena berhubungan dengan pencegahan diabetes bagi kelompok masyarakat resiko tinggi. Pendidikan kesehatan sekunder diberikan kepada kelompok pasien diabetes mellitus. Sedangkan pendidikan kesehatan untuk pencegahan tersier diberikan kepada pasien yang sudah mengidap diabetes mellitus menahun.

4. Obat dengan jenis oral hipoglikemik, insulin

Jika pasien telah melakukan pengaturan makan dan latihan fisik tetapi tidak berhasil mengendalikan kadar gula darah maka dipertimbangkan pemakaian obat hipoglikemik atau obat diabetes. Obat diabetes mellitus yaitu antidiabetik oral untuk diabetes tipe 1 dan insulin untuk diabetes tipe 2.

Pencegahan penyakit diabetes mellitus dibagi menjadi empat bagian yaitu:

  1. Premordial, adalah upaya untuk memberikan kondisi pada masyarakat yang memungkinkan penyakit tidak mendapat dukungan dari kebiasaan, gaya hidup dan faktor risiko lainnya
  2. Pencegahan Primer, adalah upaya yang ditujukan pada orang-orang yang termasuk kelompok risiko tinggi, yaitu mereka yang belum menderita penyakit diabetes melitus, tetapi berpotensi untuk menderita diantaranya : kelompok usia tua (>45tahun), kegemukan (BB(kg)>120% BB idaman, tekanan darah tinggi (>140/90mmHg), riwayat keiuarga yang menderita diabetes, riwayat kehamilan dengan BB bayi lahir > 4000 gr, disiipidemia (HvL<35mg/dl dan atau  Trigliserida>250mg/dl).  Sejak dini hendaknya telah ditanamkan pengertian tentang pentingnya kegiatan jasmani teratur, pola dan jenis makanan yang sehat menjaga badan agar tidak terlalu gemuk, dan risiko merokok bagi kesehatan
  3. Pencegahan Sekunder, adalah upaya mencegah atau menghambat timbulnya penyulit dengan tindakan deteksi dini dan memberikan pengobatan sejak awal penyakit. Pilar utama pengelolaan diabetes mellitus meliputi: penyuluhan, perencanaan makanan, latihan jasmani, dan obat berkhasiat hipoglikemik
  4. Pencegahan Tersier, adalah upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut dan merehabilitasi pasien sedini mungkin, sebelum kecacatan tersebut menetap. Pelayanan kesehatan yang holistik dan terintegrasi antar disiplin terkait sangat diperlukan, terutama dirumah sakit rujukan, misalnya para ahli sesama disiplin ilmu seperti ahli penyakit jantung, mata, rehabilitasi medis, gizi dan lain-lain.

Nah Sobat Sehat, sudah tau ya betapa bahaya penyakit Diabetes Mellitus bagi tubuh kita. Harus jaga kesehatan dan menjaga pola hidup sehat. Jika Sobat Sehat membutuhkan multivitamin untuk menunjang kesehatan langsung pesan hanya di K24Klik!

#KanAdaK24Klik