Share this:

photo327295874418976768

Tidak terasa musim hujan kembali menyapa, berikut dengan segala atributnya yang patut membuat kita waspada. Banjir, tanah longsor dan angin kencang menjadi agenda rutin setiap musim hujan. Akan tetapi, ternyata bukan hanya itu saja yang perlu kita waspadai dikala musim penghujan datang. Hawa dingin yang menyerang, selain dapat menurunkan daya tahan tubuh kita, ternyata juga berpengaruh buruk terhadap suasana hati (mood) atau dalam bahasa gaul saat ini -galau.

SAD syndrome ( Seasonal Affective Disorder syndrome ) atau yang lebih dikenal dengan sindrom gangguan musiman, sering muncul disaat musim hujan. Mungkin tidak banyak orang yang mengenali sindrom yang bisa menguras energi dan mood ini. Pada keadaan yang lebih parah, sindrom yang satu ini bisa membuat orang menjadi depresi tanpa tahu pasti penyebabnya.

photo984329083618961475 (1)

SAD syndrome tidak hanya menyerang disaat musim dingin/ musim hujan saja, tapi umumnya musim dingin adalah saat terburuk untuk mengalami serangan yang satu ini. Adapun gejala SAD syndrome yang perlu kita ketahui, antara lain : munculnya perasaan sedih, cemas, mudah menggerutu, moody, kehilangan minat akan aktivitas yang biasa dikerjakan, sering mengantuk terutama di siang hari, cepat putus asa, sulit konsentrasi dan malas beraktivitas.

Kecenderungan seseorang untuk mengalami “SAD” selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan, juga bisa terjadi karena faktor psikis yang sudah dialami individu tersebut. Memang pada banyak kasus, umumnya banyak orang mengalami perubahan energi ketika musim dingin atau disebut feeling blue, tapi bukan berarti langsung bisa dikatakan mengalami SAD syndrome.

Walaupun sangat berpengaruh pada suasana hati dan dapat mengakibatkan depresi ringan, sindrom yang satu ini tidak bisa dimasukkan dalam kategori gangguan kejiwaan. Karena umumnya akan hilang dengan sendirinya seiring berakhirnya musim hujan dan tidak semua orang mengalaminya.Gangguan tersebut tergantung individu masing-masing dan situasi atau kondisi yang sedang dia hadapi.

Menurut penelitian, gangguan ini terjadi karena kurangnya paparan sinar matahari dan berpengaruh terhadap kondisi hormonal pengatur suasana hati. Untuk itu, penderita SAD syndrome perlu diterapi dengan light therapy, dimana penderita dipaparkan dengan cahaya untuk mengatasi kondisinya.

Jika anda tidak dapat menemukan light boxes untuk terapi, masih ada beberapa tips untuk menghindari dan mengurangi gejala SAD syndrome ini.

Lihat tips sehat mengatasi SAD syndrome disini.

Sumber : webmd.com dan berbagai sumber

One thought on “Galau atau SAD Syndrome?”

Comments are closed.