TBC (Tuberkulosis): Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Dikurasi Oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Saat ini, TBC (Tuberkulosis) menjadi salah satu penyakit menular yang tengah marak diperbincangkan termasuk di Indonesia. Gejala yang paling umum ditemui adalah penderita mengalami batuk terus-menerus hingga batuk berdarah.
World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa tuberkulosis merupakan satu dari 10 penyebab kematian teratas dan peyebab utama dari penyakit menular. Pada tahun 2020, WHO mendata bahwa 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC.
Penting untuk Anda mengenali seperti apa penyakit TBC ini, berikut dengan pengobatan dan juga pencegahannya.
Baca juga: 18 Obat Batuk Berdahak Paling Ampuh di Apotik
Pengertian TBC
TBC adalah penyakit infeksi yang menular dan biasanya menyerang paru-paru. Tak hanya itu, bakteri penyebab tuberkulosis juga mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti otak, tulang belakang, serta kelenjar getah bening.
Gejala TBC yang ditimbulkan dari infeksi bakteri berupa batuk yang berlangsung lama. Biasanya hingga lebih dari tiga minggu. Batuk tersebut juga disertai dahak. Dan saat kondisi semakin parah, juga bisa menjadi batuk berdarah.
Penyebab Tuberkulosis
Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyebar di udara melalui percikan droplet atau ludah penderita, misalnya ketika berbicara, bersin ataupun batuk.
Namun demikian, penularan penyakit TBC ini membutuhkan kontak yang cukup lama dan dekat dengan penderita, tidak serta merta dan singkat seperti halnya penyakit flu.
Jika seseorang berinteraksi dengan penderita TBC, maka ia akan memiliki resiko lebih tinggi untuk tertular. Misalnya anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC.
Pada penderita TBC yang tidak bergejala (TBC laten), bakteri TBC akan tetap tinggal di dalam tubuhnya. Bakteri tuberkulosis akan berkembang aktif apabila daya tahan tubuh penderita mengalami penurunan.
Namun TBC laten ini tidak menular. Walaupun penularan TBC tidaklah semudah penularan flu namun ada beberapa kelompok individu yang rentan tertular penyakit ini.
- Penduduk yang tinggal di daerah pemukiman kumuh dan padat
- Petugas kesehatan yang sering kontak dengan pasien TBC
- Lansia dan anak-anak
- Pengguna narkotika dan zat terlarang
- Orang yang mengalami kecanduan alkohol
- Perokok
- Orang yang menderita penyakit ginjal stadium lanjut
- Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita kanker, diabetes, AIDS ataupun orang yang mengalami malnutrisi.
Tipe Tuberkulosis
Seperti yang disinggung di atas, bakteri penyebab TB bisa menyerang berbagai bagian tubuh. Tapi yang paling umum ditemui adalah serangan tuberkulosis pada paru-paru.
Sementara itu, infeksi TB tidak selalu membuat badan terasa sakit. Soalnya ada dua bentuk dari serangan penyakit akibat bakteri ini. Yakni:
Infeksi Tuberkulosis Laten (ITBL)
Penderita Infeksi Tuberkulosis LAten (ITBL) adalah penderita yang memiliki bakteri penyebab di dalam tubuh tapi tidak aktif dan menimbulkan gejala. ITBL juga kerap disebut laten TB atau infeksi TB.
Tipe TB ini tidak menular. Namun, tanpa diimbangi perawatan, bakteri TB bisa berubah menjadi aktif. Artinya, jika ada yang menilai bahwa TB laten bisa sembuh sendiri, itu adalah anggapan yang keliru.
TB Aktif
Kebalikan dari TB laten, tipe ini ditandai dengan bakteri yang bisa memperbanyak diri sehingga membuat penderita sakit. Penderita tipe TB ini juga bisa menyebarkan bakteri ke orang lain. Sebagai catatan, 90 persen kasus TB disebabkan oleh tipe ini.
Gejala Tuberkulosis
Seperti disinggung di atas, tipe TB laten tidak memiliki gejala. Hanya bisa diketahui lewat tes darah dan kulit. Sementara itu, gejala dari TB aktif di antaranya adalah:
- Batuk lebih dari 3 minggu
- Dada terasa sakitGejala TuberkulosisGejala TuberkulosisGejala Tuberkulosis
- Batuk berdarah
- Mudah lelah
- Keringat malam hari
- Kedinginan
- Demam tinggi
- Selera makan kurang
- Berat badan berkurang
Pengobatan Tuberkulosis
Satu-satunya perawatan tuberkulosis yang disarankan adalah mengikuti petunjuk dokter dan rutin untuk menjalani kontrol rutin. Penggunaan obat tbc sendiri hanya diperbolehkan sesuai dengan petunjuk dokter.
TBC sendiri menjadi salah satu penyakit serius, namun masih bisa untuk disembuhkan. Pada penderita TBC, dokter biasanya akan menyarankan perawatan untuk 6-12 bulan dengan obat-obatan tertentu.
Umumnya, obat yang akan diberikan pada penderita tuberkulosis adalah antibiotik khusus yang digunakan untuk mematikan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TBC ditentukan tas hasil pemeriksaan dokter, tahap intensif ataupun tahap lanjutan.
Untuk menebus obat resep dokter lebih praktis cukup dari rumah saja, Anda dapat memanfaatkan aplikasi K24Klik. Beberapa jenis obat tbc paru pada pengobatan pertama adalah Isoniazid, Ethambutol dan juga Pyrazinamide.
Langkah Pencegahan TBC
Lakukan pencegahan untuk meminimalisir resiko penularan TBC dengan selalu menerapkan langkah-langkah berikut ini:
- Tidak berkontak langsung dengan penderita TBC. Jika berkontak dengan penderita TBC, gunakan masker dan sarung tangan. Buang masker di tempat sampah supaya penyebaran TBC tidak terjadi.
- Selalu mengonsumsi makanan bergizi. Makan makanan yang merupakan sumber vitamin C. Tingkatkan porsi buah dan sayuran sebanyak 4-5 porsi.
- Menerapkan kebiasaan sehat. Kebiasaan sehat untuk mencegah TBC antara lain selalu cuci tangan dengan sabun dan air. Saat batuk atau bersin sebaiknya tutup mulut agar droplet tidak terpercik.
- Rutin minum obat teratur. Jika anda atau keluarga anda menderita TBC, pastikan untuk meminum obat secara teratur.
- Ventilasi memadai. Bakteri penyebab TBC akan menyebar dengan mudah di dalam ruangan yang kecil dan tertutup dikarenakan tidak adanya sirkulasi udara. Apabila rumah tidak memiliki ventilasi udara yang memadai, perbanyak membuka jendela sehingga kualitas udara dalam rumah menjadi lebih baik. Selain itu, sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah.
- Rutin berolahraga. Usahakan untuk olahraga setiap hari. Tak perlu melakukan olahraga berat, cukup jogging ringan selama 30-45 menit. Olahraga akan melancarkan sirkulasi darah sehingga kekebalan tubuh akan meningkat dan bebas dari berbagai penyakit, termasuk TBC.
- Vaksin BCG. Vaksin BCG merupakan langkah pencegahan penyakit TBC sejak dini kepada anak. Dengan vaksin BCG anak memiliki kekebalan terhadap bakteri penyebab BCG.
Nah, itulah tadi beragam informasi lengkap mengenai penyakit tuberkulosis atau TBC beserta pengobatan dan pencegahan yang perlu untuk Anda ketahui. Pastikan segera berkonsultasi dengan dokter ahli ketika mengalami beragam gejala mencurigakan.
Kehabisan stok obat dan perlu segera? Anda dapat mengandalkan aplikasi K24Klik dengan berbagai layanan menarik di dalamnya.
Obat resep dokter? Tenang, layanan Dokter Siaga Online dari K24Klik juga siap sedia 24 jam nonstop untuk Anda. Pengiriman pesanan obat pun dijamin 24 menit sampai, anti tunggu lama.
Unduh aplikasi kami di Play Store ataupun App Store sekarang juga, dapatkan beragam penawaran harga menarik khusus untuk Anda.
Referensi:
https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics diakses pada 5 November 2024
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250 diakses pada 5 November 2024