Kenali 5 Penyakit Musim Hujan, Pastikan Imun Kuat!

Dikurasi oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm
Mengenali apa saja penyakit musim hujan yang sering menyerang dapat membantu kamu menentukan langkah pencegahan efektif, pastikan imun kuat!
Tahukah kamu kalau musim hujan sering dikatakan sebagai musim penyakit? Hal tersebut dikarenakan kelembapan tinggi yang mendukung pertumbuhan virus dan bakteri, produksi vitamin D menurun karena paparan sinar matahari berkurang hingga penurunan daya tahan tubuh.
Lalu, mengapa kita harus lebih mewaspadai apa saja penyakit yang mungkin menyerang saat musim hujan? Jika lebih tahu apa resikonya, pencegahan pun dapat lebih efektif, salah satu yang paling penting adalah memastikan imun tubuh kuat.
Baca juga: Waspada Flu Musim Hujan, Jaga Kesehatan Pakai Ini!
Apa Saja Penyakit Musim Hujan yang Biasa Menyerang?
Medpark Hospital menyebutkan bahwa suhu yang lebih dingin selama musim hujan mendukung pertumbuhan berbagai kuman yang mudah dan cepat menyebar. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, penyebaran kuman tadi dapat mengakibatkan seseorang terserang penyakit.
Untuk itu selain meningkatkan sistem imun tubuh, kamu perlu lebih mengenal apa saja penyakit yang sering muncul saat musim hujan untuk menentukan langkah pencegahan ataupun pengobatan terbaik.
1. Influenza (Flu)
Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas yang satu ini paling umum terjadi di musim hujan. Melansir dari Healthline, flu yang disebabkan oleh virus lebih mudah menyerang ketika tubuh kedinginan saat musim hujan dan imun melemah.
Beberapa gejala flu yang mungkin kamu rasakan adalah demam, batuk, hidung tersumbat, pilek dan juga sakit tenggoorokan.
2. Diare atau Gangguan Pencernaan
Kenapa musim hujan bisa meningkatkan resiko terserang diare ataupun gangguan pencernaan lainnya? Hal ini dikarenakan banjir saat musim hujan dapat mencemari air minum ataupun makanan dengan kuman penyebab diare, misalnya virus rotavirus ataupun bakteri E.Coli.
3. Tipes
Tipes merupakan penyakit infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Mengutip dari Healthserv, penyakit ini biasa menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi.
Penyakit ini umum ditemui saat musim hujan karena faktor lingkungan yang mendukung penyebaran cepat. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi terus–menerus, sakit kepala, skait perut, kelelahan hingga munculnya ruam di kulit.
4. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit musim hujan yang satu ini tentunya sudah cukup diketahui masyarakat umum. Hujan terus-menerus, kelembapan tinggi dan juga genangan dimana-mana menjadi penyebab mengapa DBD ini selalu meningkat di musim hujan.
Genangan air hujan menjadi tempat ideal untuk nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Apabila tidak dilakukan pencegahan, gigitan nyamuk Aedes Aegypti dapat mendatangkan DBD yang berbahaya.
Kamu mungkin dapat mengalami demam tinggi mendadak hingga menggigil, kemudian nyeri otot dan sendi parah dan yang paling terlihat adalah bintik merah di kulit.
5. Sakit Gigi
Selanjutnya, sakit gigi juga menjadi salah satu yang sering mengganggu saat musim hujan tiba. Mengapa bisa? Hal ini dikarenakan cuaca dingin dan perubahan tekanan udara saat hujan yang bisa memicu gigi sensitif menjadi ngilu.
Apalagi, jika ada kerusakan pada email gigi atau karies, saraf gigi lebih mudah terangsang oleh udara dingin.
Cara Agar Tidak Mudah Sakit Saat Musim Hujan
Terdapat beberapa cara agar tidak mudah sakit saat musim hujan yang dapat kamu coba lakukan seperti di bawah ini.
1. Menjaga Kebersihan
Untuk mencegah paparan kuman ataupun infeksi penyakit apapun, kebersihan menjadi kunci utama yang harus selalu dijaga. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun ataupun handsanitizer seperti Antis secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah bepergian.
Tidak hanya itu, hindari berbagi penggunaan alat makan ataupun minum untuk mencegah penularan penyakit. Bersihkan juga lingkungan rumah dengan cairan pembunuh kuman untuk memastikan kebersihan dan kesehatan.
Kamu juga harus rajin menggunakan masker saat sedang ada di tempat ramai ataupun beraktivitas di ruangan terbuka.
2. Menerapkan Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat tidak hanya tentang mengonsumsi makanan bergizi, tetapi juga pola tidur yang baik dan rajin berolahraga. Untuk makanan, Mayo Clinic menyarankan untuk mengusahakan konsumsi 5-9 sayuran dan sayuran setiap harinya.
Melalui makanan kaya nutrisi, daya tahan tubuh dapat meningkat dan meminimalisir terserang penyakit musim hujan. Jangan lupa juga untuk mengelola stres karena pikiran sehat juga turut memberi dukungan dalam meningkatkan imun tubuh.
3. Terapkan 3M untuk Cegah DBD
Genangan air yang banyak ditemui saat musim hujan menjadi tempat terbaik untuk nyamuk Aedes Aegypti. Pastikan untuk selalu Menguras yaitu membersihkan wadah penampungan air, Menutup rapat-rapat wadah penampungan tersebut agar tidak dijadikan sarang nyamuk.
Terakhir, Manfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang berpotensi menampung air seperti botol, kaleng dan ban bekas. Selain itu, kamu juga dapat menaburkan bubuk larvasida di wadah penampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
4. Perbanyak Konsumsi Air Putih
Cuaca dingin enaknya minum yang manis-manis dan hangat? Tapi, jangan lupa untuk menjaga asupan air putih harian tubuh ya. Seorang dewasa setidaknya membutuhkan 2 liter air putih setiap harinya untuk memaksimalkan metabolisme.
Mengonsumsi air putih yang cukup juga dapat mencegah tubuh mengalami dehidrasi dan rentan terhadap serangan penyakit.
5. Mengonsumsi Suplemen Vitamin
Tidak cukup hanya melalui nutrisi makanan dan minuman harian, kamu juga perlu untuk mengonsumsi suplemen vitamin. Apa pentingnya? Mengonsumsi suplemen dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah tubuh rentan terserang penyakit musim hujan.
Saat ini, telah tersedia banyak suplemen yang mengandung berbagai vitamin dan mineral bermanfaat yang efektif menjaga daya tahan tubuh.
Rekomendasi Vitamin untuk Mendukung Imunitas
Bingung menentukan mana suplemen terbaik untuk kesehatan tubuh? Berikut ini merupakan beberapa rekomendasi vitamin untuk mendukung imunitas tubuh dan tersedia di apotek offline maupun online K24Klik.
1. Imboost Force
Beli Imboost Force Klik di Sini
Untuk meningkatkan imun tubuh, Imboost Force merupakan vitamin yang paling sering dimanfaatkan. Komposisi dari Imboost Force ini adalah echinacea dry extract, zinc picolinate dan juga black elderberry dry extract.
Selain baik untuk meningkatkan imun, Imboost Force juga dapat membantu proses pemulihan setelah sakit menjadi lebih cepat. Anjuran mengonsumi multivitamin ini adalah 1-3 kaplet per hari dan tidak untuk pemakaian jangka panjang lebih dari 8 minggu.
Kisaran harga: Rp 82 ribu/strip
2. Enervon Active
Beli Enervon Active Klik di Sini
Enervon Active mempunyai berbagai kandungan bermanfaat mulai dari vitamin C, vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12, Kalsium Pantotenat, Niasinamida dan juga Zinc.
Fungsi utama dari Enervon Active diantaranya membantu memenuhi kebutuhan zinc dalam tubuh, memelihara daya tahan tubuh, serta membantu metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Anjuran mengonsumsi vitamin ini adalah 1 kali sehari 1 tablet, sesudah makan.
Kisaran harga: Rp 6 ribu/strip
3. Holisticare Ester C
Beli Holisticare Ester C Klik di Sini
Memiliki manfaat utama untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Holisticare Ester C merupakan salah satu asupan vitamin yang aman untuk lambung. Komposisi dari vitamin ini adalah Ester C, citrus bioflavonoid dan juga calcium.
Anda dapat mengonsumsi Holisticare 1 tablet sehari sesudah makan untuk memelihara kesehatan tubuh. Tetapi jika Anda membutuhkan vitamin ini untuk mempercepat proses pemulihan, gunakan 2-3 tablet sehari.
Kisaran harga: Rp 57 ribu/pcs
Frequently Asked Question (FAQ) Penyakit Musim Hujan
Kondisi udara dingin dan lembap membuat virus, bakteri, serta nyamuk pembawa penyakit berkembang lebih cepat. Selain itu, tubuh yang sering kedinginan atau kehujanan dapat mengalami penurunan sistem imun sehingga rentan sakit.
Tidak 100%, tetapi risiko dapat sangat dikurangi. Pencegahan melalui kebersihan diri, vaksinasi influenza (jika tersedia), nutrisi baik, lingkungan bebas genangan air, dan gaya hidup sehat terbukti efektif mengurangi peluang tertular penyakit musim penghujan.
Bukan air hujan yang menyebabkan sakit, tetapi penurunan daya tahan tubuh setelah kehujanan yang memudahkan virus masuk. Udara dingin dan kondisi tubuh basah menjadi faktor penurunan imun.
Nah, itulah tadi informasi lengkap seputar penyakit musim hujan yang perlu untuk kamu ketahui. Apabila terlanjur terserang penyakit seperti flu, DBD ataupun tipes, pastikan segera berkonsultasi ke dokter ahli guna mencegah dampak kesehatan serius.
Ingin beli vitamin untuk daya tahan tubuh tapi cuaca hujan terus bikin males ke apotek? Anti ribet, aplikasi K24Klik hadir jadi solusi beli obat, vitamin ataupun susu online terbaik untukmu.
Hadir dengan inovasi pengiriman cepat 24 menit sampai, yuk download K24Klik di Play Store maupun App Store untuk hidup sehat anti ribet! (writer/ib)
Referensi:
https://www.medparkhospital.com/en-US/disease-and-treatment/rainy-weather-monsoon-diseases-rainy-season-diseases#:~:text=The%20cooler%20temperatures%20during%20the,get%20sick%20with%20monsoon%20diseases diakses pada 28 November 2025
https://www.healthline.com/health/cold-and-flu/can-you-get-a-cold-from-rain#:~:text=Being%20cold%20from%20prolonged%20exposure,guarantee%20you%E2%80%99ll%20get%20a%20cold diakses pada 28 November 2025
https://healthserv.com.ph/alert/stay-informed-understanding-typhoid-fever-during-the-rainy-season/ diakses pada 28 November 2025
https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/fight-off-the-flu-with-nutrients#:~:text=Don%27t%20skip%20meals%2C%20so%20your,Many diakses pada 28 November 2025


