Panduan Bagi Ibu Menyusui di Bulan Puasa

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

panduan-ibu-menyusui-di-bulan-puasa
Dikurasi Oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Para ibu yang memiliki bayi tentu ingin memenuhi kebutuhan si kecil dengan ASI. Tapi pada saat bulan puasa, hal ini bisa jadi halangan. Produksi ASI akan ditentukan seberapa banyak nutrisi yang dikonsumsi si ibu. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti panduan bagi ibu menyusui di bulan puasa berikut ini.

Terkadang banyak ibu yang takut tidak punya banyak ASI dan akhirnya tidak puasa. Hal ini tentu tidak enak. Saat anggota keluarga lain berpuasa, si ibu bisa terasa terasingkan karena ini.

Walaupun tidak ada larangan untuk ibu menyusui harus puasa, tentu ada dorongan untuk ibadah di bulan suci ini. Untuk membantu para ibu yang sedang cari solusi, mari bahas 6 informasi penting yang bisa digunakan untuk menyusui saat puasa berikut ini:

Konsumsi Sahur yang Sehat dengan Porsi Cukup

Saat sahur, ibu harus bisa memilih menu yang sehat dan berisi. Jangan karena bangun pagi, si ibu malas makan banyak dan lengkap nutrisinya. Persiapkan sejak malam agar sahur bisa lebih ringkas.

Bisa saja ibu menyiapkan menu pada malam dan pada pagi sahur tinggal di microwave untuk dihangatkan. Hal ini akan memastikan rencana menu terpenuhi dan tidak terlalu terburu – buru saat sahur.

Perhatikan Kondisi Cairan Tubuh

Hal yang paling penting diperhatikan saat puasa bagi para ibu menyusui adalah dehidrasi. Karena mengeluarkan cairan dari tubuh berupa ASI, tentu kebutuhan cairan akan menjadi lebih genting bagi si ibu.

Jika merasa sudah tidak kuat dan pusing, itu tanda tubuh dehidrasi. Dalam kondisi ini, si ibu diharapkan berhenti puasa dan lebih mementingkan kondisi kesehatan tubuh demi si bayi.

Pastikan Cukup Istirahat

Kesehatan ibu akan menentukan produksi ASI. Untuk bisa sehat dan jaga imunitas, istirahat tentu penting. Saat tubuh terlalu capek ataupun kurang tidur karena harus sahur, kualitas ASI bisa turun drastis. Karena itu, plan istirahat sehari – hari agar tidur cukup dan tidak terlalu kecapekan.

Konsumsi Suplemen Bila Perlu

Untuk memastikan nutrisi yang dibutuhkan ibu tetap lengkap, si ibu bisa konsumsi suplemen. Saat buka dan sahur, konsumsi suplemen seperti vitamin atau ekstrak mineral bisa bantu kondisi tubuh.

Untuk mempermudah Sobat Sehat, K24Klik punya rekomendasi suplemen untuk ibu menyusui yang paling tepat untuk ibu hamil. Klik tautan yang sudah disiapkan agar Sobat Sehat langsung diarahkan ke halaman produk dan penjualan.

Menyusui saat puasa bisa kurangi konsumsi makanan, tapi bukan berarti nutrisi untuk si ibu harus lebih sedikit didapatkan.

Persiapkan Diri Sebelum dan Selama Puasa

Bagi para ibu yang ingin menyusui, ada baiknya mempersiapkan diri sejak lama. Contoh saja menyimpan persediaan ASI botolan. Hal ini bisa didapat dari memompa ASI sebelum puasa dan menyimpannya.

Para ibu juga bisa cari beli ASI yang aman sebagai alternatif suplai tambahan.

Hal lain adalah melakukan konsultasi dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda. Contoh saja bagi ibu karier, Anda bisa meminta izin untuk beberapa hari selama puasa.

Hal ini dilakukan jika kondisi Anda tidak memungkinkan untuk bekerja, puasa dan juga menyusui. Jika sudah tanya jauh – jauh hari, Anda bisa memutuskan tidak puasa jika tidak dapat izin dari pihak kantor daripada korbankan nutrisi si kecil.

Pastikan Dapat Dukungan dan Perhatian Anggota Orang Sekitar

Hal terakhir yang harus dipastikan ada dukungan dari banyak orang sekitar Anda. Contohnya sebagai ibu menyusui yang kerja di kantor, tentu rekan kerja harus sensitif terhadap kondisi Anda. Saat Anda tidak enak badan, Anda bisa percayakan mereka bisa mengerti jika Anda memutuskan tidak puasa hari itu.

Saat di rumah, ibu juga sebaiknya lebih fokus istirahat dan tidak direpotkan dengan pekerjaan rumah. Jika ibu terlalu capek, kualitas ASI bisa turun dan tentunya akan halangi menjalani puasa dengan baik. Jadi diskusikan hal ini dengan orang-orang terdekat Anda agar lebih pengertian.

Sekian panduan tentang menyusui saat puasa. Semoga para ibu bisa tetap beribadah nyaman sambil memberikan nutrisi terbaik bagi si kecil.