Share this:

Kenali, Gejala Gagal Ginjal yang Perlu Anda Waspadai

Gagal ginjal bisa berakibat fatal

gagal ginjal

Ginjal dikenal sebagai organ yang berbentuk layaknya kacang merah berukuran besar. Kendati dalam kondisi normal manusia mempunyai dua organ ginjal, namun peran krusial yang dimiliki membuat keberadaan satu ginjal menjadi begitu berarti. Gangguan kesehatan pada ginjal, bisa memengaruhi “kebersihan” darah, karena berbagai limbah (zat kimia, obat-obatan, ampas makanan), cairan, dan elektrolit tidak tersaring dengan baik, lantas mengendap di dalam tubuh.

Salah satu yang sering terjadi, yaitu gangguan fungsi berupa gagal ginjal, baik akut maupun kronis. Gagal ginjal akut, merupakan kondisi saat ginjal mendadak rusak atau tidak bisa bekerja dengan baik. Biasanya, gagal ginjal akut terjadi akibat komplikasi penyakit lain. Kerusakan ginjal bisa terjadi hanya dalam waktu beberapa jam, dan jika tidak segera ditangani, bisa membahayakan nyawa penderita.

Sementara itu, gagal ginjal kronis (GGK) lain cerita. Dalam kondisi ini, fungsi ginjal mengalami penurunan secara bertahap. Penyakit ini sering kali tidak disadari, terutama jika salah satu ginjal masih berfungsi. Apabila tidak ditangani dengan melakukan transplantasi ginjal atau dialisis (cuci darah), ginjal akan rusak dan benar-benar tidak berfungsi dalam waktu yang cukup lama. Prosesnya bisa lebih dari 3 bulan, tergantung gaya hidup penderita.

Apa saja gejala gagal ginjal yang perlu diwaspadai?

Gagal ginjal kronis bisa terdeteksi lebih dini melalui serangkaian pemeriksaan darah dan urine. Maka, penting bagi Anda yang memiliki risiko tinggi, seperti pengidap diabetes, tekanan darah tinggi, dan riwayat gagal ginjal dari keluarga (kelainan bawaan), untuk melakukan pemeriksaan tersebut secara rutin. Anda juga perlu mengenali gejala-gejala gagal ginjal kronis, antara lain:

  • Terdapat darah atau protein dalam urine (diketahui dari hasil pemeriksaan).
  • Pembengkakan kaki atau tangan akibat penumpukan cairan.
  • Rasa lelah yang berlebih, walaupun tingkat aktivitas normal.
  • Nyeri dada, karena adanya penumpukan cairan di sekitar jantung.
  • Tekanan darah tidak terkendali.
  • Kram dan kejang otot.
  • Napas terasa sesak.
  • Lebih sering BAK, terutama saat malam hari.
  • Kulit gatal.
  • Hilang nafsu makan dan penurunan berat badan.
  • Sering mengalami cegukan.
  • Mual muntah.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Disfungsi ereksi.

Pasalnya, belum ada obat-obatan yang bisa menyembuhkan gagal ginjal. Padahal, orang mengalami gagal ginjal kronis lebih berisiko terkena stroke dan penyakit jantung. Karena itulah, penanganan medis dan pola hidup sehat diperlukan untuk mencegah atau mengendalikan gejala, memperlambat atau menghentikan kerusakan ginjal, serta mengoptimalkan fungsi ginjal yang masih sehat.

Bagaimana cara menjaga kesehatan ginjal sebagai pencegahan gagal ginjal?

gagal ginjal

Mengingat penyebab gagal ginjal, antara lain diabetes dan tekanan darah tinggi, maka Anda sebaiknya menghindari perkembangan dua penyakit tersebut. Meski sulit untuk dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan dalam mengurangi risiko gagal ginjal kronis. Berikut ini cara yang bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan ginjal:

1. Pola makan 3J

Penerapan pola makan yang tepat 3J (Jenis, Jumlah, dan Jadwal), efektif mengurangi kadar kolestrol jahat, serta mengendalikan tekanan darah. Batasi konsumsi garam hingga 6 gram sehari, atau setara dengan satu sendok teh. Untuk mengurangi kolestrol, hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti gorengan, mentega, kue, dan beragam makanan berminyak. Ganti dengan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh, seperti alpukat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak dari bunga matahari, zaitun, atau biji sawi. Perbanyak konsumsi air putih, buah segar, dan sayuran hijau untuk melakukan detoksifikasi dan mengoptimalkan kinerja ginjal.

2. Menghindari rokok dan minuman keras

Selain merusak fungsi ginjal, rokok dan minuman keras bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsumsi minuman keras yang berlebih juga bisa berakibat pada tekanan darah tinggi serta peningkatan kadar kolestrol.

3. Olahraga teratur

Untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah perkembangan gagal ginjal, disarankan untuk rutin berolahraga sekitar 150 menit dalam seminggu. Bisa berupa aktivitas aerobik, bersepeda, atau jalan cepat.

4. Perhatikan petunjuk penggunaan dan tanggal kadaluarsa obat

Bacalah petunjuk penggunaan obat dengan saksama, atau mintalah saran dari dokter. Obat anti-radang, seperti ibuprofen dan aspirin bisa menyebabkan gangguan ginjal jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, perhatikan tanggal kadaluarsa setiap obat yang akan Anda konsumsi. Obat-obatan yang telah kadaluarsa, bisa berakibat fatal melalui gagal ginjal akut.

5. Mewaspadai diabetes dan tekanan darah tinggi untuk mencegah gagal ginjal 

Pengidap diabetes dan tekanan darah tinggi, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah dan urine secara rutin untuk memastikan kesehatan ginjal. Selain itu, penting bagi penderita diabetes untuk mengatur kadar gula dan kolestrol dalam darah.

Jika Anda memerlukan penanganan yang tepat atas gejala-gejala gagal ginjal kronis dan akut, segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter yang terpecaya. Sementara itu, Anda dapat gunakan susu Nephrisol sebagai makanan enteral rendah protein dan tinggi kalori saat mengalami gangguan ginjal. Anda juga bisa menebus resep yang diberikan oleh dokter di apotek online K24Klik.

Jaga baik-baik ginjal Anda, because … kidney health is in your hands!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *