Paracetamol Obat Apa? Ini Dia Manfaat, Dosis dan Efek Sampingnya

Published by apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm on

paracetamol obat apa
Dikurasi Oleh: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm

Paracetamol adalah obat untuk demam dan nyeri ringan hingga sedang. Bisa dibeli tanpa resep dokter, obat ini dapat meredakan nyeri haid, sakit kepala dan nyeri sakit gigi.

Siapa sih yang tidak mengenal obat paracetamol? Acetaminophen atau yang lebih dikenal sebagai Paracetamol merupakan obat penurun panas dan juga analgesik pereda nyeri. Obat ini menjadi salah satu yang paling direkomendasikan karena minim efek samping.

Pada beberapa obat, paracetamol biasanya dikombinasikan dengan zat aktif lainnya seperti ibuprofen dan juga kafein.

Baca juga: 18 Obat Penurun Demam Anak & Dewasa Ampuh Apotek

Apa Itu Paracetamol?

Paracetamol merupakan jenis obat yang banyak digunakan dalam dunia medis. Obat ini pertama kalinya digunakan secara klinis oleh von Mering pada tahun 1893, obat ini tidak dijual secara komersial hingga tahun 1950 di Amerika Serikat dan 1956 in Australia.

Obat ini populer karena memiliki efektivitas yang baik dengan profil keamanan yang konsisten. Penggunaannya sebagai analgesik dan antipiretik pada anak-anak juga menjadi pilihan sejak terbuktinya ada hubungan antara aspirin dan sindrom Reye.

Manfaat Paracetamol

Paracetamol sebagai antipiretik (penurun panas) dan analgesik (pereda nyeri). Obat ini bisa digunakan untuk pasien dewasa maupun pasien anak. Acetaminophen juga merupakan pilihan pertama pereda nyeri ibu hamil dan ibu menyusui.

Paracetamol bekerja dengan cara menghalangi reaksi kimia di otak yang menyampaikan sinyal rasa sakit. Obat ini juga efektif mengurangi demam dengan cara mengintervensi sinyal di otak yang mengatur temperatur tubuh.

Perlu dicatat, obat ini hanya berfungsi untuk meredakan gejala, bukan untuk mengatasi penyebab utama yang memicu demam dan nyeri yang dirasakan.

Jenis-Jenis Paracetamol

Berikut ini merupakan beragam jenis paracetamol yang dapat Anda temui di apotek offline maupun online K24Klik.

1. Tablet

paracetamol tablet

Beli Paracetamol Klik di Sini

Jenis yang paling sering dimanfaatkan adalah tablet. Paracetamol IF 500MG TABLET dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter di K24Klik dengan kisaran harga Rp 3 ribuan per stripnya.

sanmol tablet

Beli Sanmol Klik di Sini

Selain versi generik, Anda juga dapat menemui obat penurun demam dan pereda nyeri ini dalam versi paten. Beberapa yang paling populer adalah Sanmol dan juga Sumagesic. Harga per strip obat Sanmol sendiri juga terjangkau yaitu Rp 3 ribu per strip isi 4 tablet di K24Klik.

2. Kaplet

Obat ini juga tersedia dalam bentuk kaplet yang masih tetap mudah untuk dikonsumsi. Salah satu yang dapat Anda gunakan adalah TRIFAMOL FORTE yang memiliki kandungan 650 mg paracetamol di dalamnya.

trifamol forte kaplet paracetamol

Beli Trifamol Forte Klik di Sini

Dengan kandungan zat aktif di dalamnya, obat ini dapat membantu meredakan demam dan juga rasa nyeri pada tubuh.

3. Sirup

Si Kecil panas dan bingung harus memberikan obat apa yang aman dan nyaman dikonsumsi? Pyrexin Sirup, sediaan obat paracetamol dengan bentuk cair dapat menjadi pilihan tepat untuk Anda.

pyrexin sirup paracetamol

Beli Pyrexin Sirup Klik di Sini

Dalam setiap 1 sendok takar atau 5 ml Pyrexin mengandung 120mg paracetamol yang efektif ampuh mengatasi demam Si Kecil. Pastikan untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang dianjurkan.

4. Drop

Jenis obat sirup dan drop sendiri hampir sama, tetapi bedanya obat dengan sediaan drop harus dikonsumsi menggunakan pipet tetes. Sanmol Drop menjadi yang paling sering dimanfaatkan, terutama pada anak-anak.

sanmol drop

Beli Sanmol Drop Klik di Sini

Sediaan drop membuat anak-anak lebih mudah untuk mengonsumsinya dan biasanya diberi pemanis untuk mengurangi rasa pahit dari obat.

Selain 4 jenis sediaan di atas, paracatemol juga tersedia dalam jenis infus dan hanya boleh dilakukan oleh tim medis. Kapan waktu yang tepat dan seberapa besar dosis infus jenis obat ini hanya boleh digunakan sesuai dengan anjuran dokter.

Dosis dan Aturan Pakai

Untuk memaksimalkan efektivitas obat dan membantu menurunkan potensi terjadinya efek samping, Anda perlu untuk memerhatikan dosis dan aturan pakai. Sesuai dengan jenis sediaan, berikut ini merupakan dosis dan aturan pakai dari obat paracetamol.

Dosis Jenis Tablet

Sediaan tablet paracetamol dapat mengikuti anjuran dosis seperti di bawah ini.

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet/kaplet, 3-4 kali per hari
  • Anak 6-12 tahun: ½-1 tablet/kaplet, 3-4 kali per hari

Jenis Sirup dan Drop

Sedangkan untuk sediaan sirup, berikut aturan pakai yang perlu diketahui.

  • Anak 9-12 tahun: 3-4 sendok takar (15-20 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak 6-9 tahun: 2-3 sendok takar (10-15 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak 2-6 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak di bawah 1 tahun: ½ sendok takar (2.5 ml), 3-4 kali per hari

Untuk bentuk drops:

  • Anak 3-6 tahun: 1.2 ml drops, 3-4 kali per hari
  • Anak 1-2 tahun: 0.6-1.2 ml drops, 3-4 kali per hari
  • Anak di bawah 1 tahun: 0.6 ml drops, 3-4 kali per hari

Jenis Infus

Untuk bentuk infus (hanya atas petunjuk dokter):

  • Dewasa dengan BB 33-50 kg diberikan dengan hitungan 15 mg/kg BB, diberikan tiap 4-6 jam jika perlu. Maksimal 3 g per hari.
  • Dewasa dengan berat badan >50 kg: 1 g, diberikan tiap 4-6 jam jika perlu. Maksimal 4 g per hari.
  • Neonatus cukup bulan serta anak dengan berat badan kurang dari 10 kg: diberikan dosis tunggal 7,5 mg/kg BB, tiap 4 jam. Maksimal 30 mg/kg BB per hari.
  • Anak dengan berat badan antara 10-33 kg: diberikan dosis tunggal 15 mg/kg BB, tiap 4 jam. Maksimal 2 g per hari.
  • Anak dengan berat badan antara 33-50 kg: dosis tunggal 15 mg/kg BB, diberikan tiap 4 jam. Maksimal 3 g per hari.

Parasetamol biasanya butuh waktu hingga satu jam untuk bekerja dan bertahan 4-6 jam di dalam tubuh. Apabila membutuhkan dosis berulang, perhatikan waktu dimana Anda mengonsumsinya dan beri jarak 4-6 jam ke dosis selanjutnya.

Peringatan dan Kontraindikasi Paracetamol

Walaupun paracetamol dikenal dengan obat yang memiliki profil keamanan yang baik, bukan berarti penggunaannya bisa sembarangan. Obat ini harus digunakan dengan hati-hati terutama pada pasien gagal ginjal, gangguan fungsi hati, dan alergi pada obat ini.

Obat ini tidak boleh diberikan pada yang alergi paracetamol dan pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat. Paracetamol merupakan obat dengan kategori B yang artinya bisa digunakan oleh wanita hamil karena uji pada hewan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin.

Penggunaan parasetamol yang melebihi dosis rekomendasi usia dan berat badan dapat menyebabkan berbagai gejala seperti: pucat, gangguan pencernaan dan metabolisme, pendarahan,, hipotensi, gangguan hati, aritmia, dan pankreatitis.

Efek Samping Paracetamol

Pada penggunaan umum paracetamol jarang menyebabkan efek samping bila di gunakan dengan aturan yang sesuai. Gejala overdosis yang bisa ditimbulkan obat ini antara lain seperti: sakit perut, mual, muntah, kejang, masalah hati.

Bila Anda mengalami efek samping yang tidak biasa setelah mengonsumsi paracetamol sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Frequently Asked Question (FAQ) Paracetamol

Bolehkah paracetamol diminum bersamaan dengan obat lain?

Paracetamol bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain, termasuk antibiotik. Walau begitu ada beberapa obat-obatan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan seperti di bawah ini.
– Warfarin, karena paracetamol dapat meningkatkan risiko pendarahan jika digunakan bersamaan dengan pengencer darah ini.
– Obat-obatan epilepsi seperti carbamazepine, colestiramine, phenobarbital, phenytoin, atau primidone, karena bisa menurunkan kadar paracetamol dalam darah jika digunakan bersamaan.
– Busulfan, karena bisa meningkatkan risiko efek samping.
– Metoclopramide,domperidone, chloramphenicol, atau probenecid, karena bisa meningkatkan penyerapan parasetamol jika digunakan berbarengan.
– Isoniazid (obat tuberkulosis), karena bisa meningkatkan risiko kerusakan hati.

Apakah paracetamol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Ya, bisa. Paracetamol merupakan obat dengan kategori keamanan B. Paracetamol dapat diteruskan pada ASI dalam jumlah sedikit. Jika khawatir, Anda bisa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Apakah paracetamol bisa untuk sakit gigi?

Paracetamol merupakan pereda nyeri, sehingga bisa juga digunakan untuk meredakan nyeri sakit gigi. Namun obat ini tidak menyembuhkan penyebab sakit giginya. Jadi, sebaiknya Anda tetap periksa ke dokter gigi.

Apakah paracetamol menyebabkan kantuk?

Tidak. Paracetamol tidak memiliki efek sedatif sehingga tidak menyebabkan kantuk. Apabila muncul rasa mengantuk, kemungkinan berasal dari kondisi tubuh yang sedang sakit.

Itulah tadi informasi seputar paracetamol beserta manfaat, dosis dan efek sampingnya yang perlu Anda ketahui. Pastikan mengonsumsi obat-obatan apapun sesuai dosis anjuran untuk memaksimalkan efektivitas dan mengurangi potensi terjadinya efek samping.

Butuh obat di tengah malam dan merasa tidak aman keluar rumah? Tenang, semua jadi beres bersama aplikasi K24Klik. Semua kebutuhan obat dan vitamin terjamin produk 100% asli dan pengantaran cepat 24 menit sampai.

Yuk unduh aplikasi kami di Play Store maupun App Store sekarang juga, dapatkan beragam penawaran menarik khusus untuk Anda! (editor/ib)

Referensi:

https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic diakses pada 19 November 2025