{"id":4791,"date":"2018-11-26T15:49:24","date_gmt":"2018-11-26T08:49:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/?p=4791"},"modified":"2018-11-28T08:40:37","modified_gmt":"2018-11-28T01:40:37","slug":"anoreksia-penyakit-gangguan-makan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/","title":{"rendered":"Ingin Diet? Hati-hati Terkena Anoreksia Penyakit Gangguan Makan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Anoreksia Penyakit Gangguan Makan<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_4799\" style=\"width: 679px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4799\" class=\"wp-image-4799\" src=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness.jpg\" alt=\"anoreksia penyakit gangguan makan\" width=\"669\" height=\"376\" srcset=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness.jpg 800w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness-24x14.jpg 24w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness-36x20.jpg 36w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness-48x27.jpg 48w\" sizes=\"auto, (max-width: 669px) 100vw, 669px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-4799\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.healthyplace.com<\/p><\/div>\n<p>Anoreksia nervosa atau lebih dikenal dengan anoreksia merupakan gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh. Penderita anoreksia selalu terobsesi untuk memiliki tubuh yang kurus serta melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan tubuh yang ideal menurut mereka.<\/p>\n<p>Demi mendapatkan tubuh yang kurus, tak jarang penderita anoreksia akan berusaha keras membatasi porsi makan seminimal mungkin atau dengan menggunakan obat-obatan seperti obat pencahar dan penekan nafsu makan serta melakukan olahraga secara berlebihan.<\/p>\n<div class=\"post-detail-container\">\n<div id=\"postContent\" class=\"post-content\">\n<h3><strong>Anoreksia Penyakit Gangguan Makan, Begini Faktor Risikonya<br \/>\n<\/strong><\/h3>\n<p>Diketahui sebanyak 85-95% penderita anoreksia berjenis kelamin perempuan. Jenis gangguan mental yang satu ini juga umumnya terjadi pada usia remaja.<\/p>\n<p>Selain jenis kelamin dan usia, berikut beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko mengalami anoreksia yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Linkungan keluarga yang tidak harmonis seperti komunikasi yang kurang baik, seringnya bertengkar dan sulitnya mengatasi konflik rumah tangga.<\/li>\n<li>Pernah mengalami peristiwa yang menyebabkan trauma seperti diperkosa atau <em>bullying <\/em>terkait berat badan dan bentuk tubuh.<\/li>\n<li>Masalah psikologi, seperti tidak menyukai bentuk badan sendiri, rendah diri, sulit mengungkapkan perasaan, perfeksionis, serta mudah merasa kesepian, depresi, cemas dan marah.<\/li>\n<li>Anggapan di masyarakat yakni bentuk tubuh langsing adalah sempurna.<\/li>\n<li>Terlahir prematur dengan berat badan rendah atau kembar.<\/li>\n<li>Ketidakseimbangan kimia di otak yang mengatur rasa lapar.<\/li>\n<li>Seringnya melakukan diet.<\/li>\n<li>Riwayat anoreksia dalam keluarga.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Pengobatan Anoreksia yang Perlu Dilakukan<\/strong><\/h3>\n<p>Pengobatan anoreksi adalah dengan menangani masalah fisik dan mental. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi, menangani gejala yang dialami, mengembalikan pola makan dan berat badan normal serta memperkuat fisik dan mental pasien.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"date-article\">\n<div class=\"post-detail-container\">\n<div id=\"postContent\" class=\"post-content\">\n<h4><strong>Penanganan secara Medis<\/strong><\/h4>\n<p>Pada pasien yang mengalami keadaan darurat seperti gangguan irama jantung, gangguan elektrolit atau dehidrasi harus segera diberikan penanganan di rumah sakit. Begitu pula pasien dengan gangguan mental serius, kekurangan nutrisi, dan menolak makan dalam waktu yang lama. pasien akan diminta untuk rawat inap agar dokter dapat melakukan pemantauan rutin terhadap organ vital pasien.<\/p>\n<p>Apabila kondisi pasien cukup parah dokter akan memasang alat seperti selang dari hidung yang tersambung hingga ke lambung untuk pemberian asupan makanan atau dapat disebut <a href=\"https:\/\/www.webmd.com\/ibd-crohns-disease\/crohns-disease\/qa\/do-you-need-tube-feedings-for-severe-crohns-disease\"><em>nasogastric tube<\/em><\/a>.<\/p>\n<h4><strong>Penanganan secara Psikoterapi<\/strong><\/h4>\n<p>Selain penanganan medis yang tak kalah penting yakni penanganan terhadap kejiwaan pasien itu sendiri. Pada pasien dewasa dapat diberikan terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk mengembalikan pola makan normal pasien, agar berat badan dapat bertambah. Selain itu juga, terapi ini juga akan membantu mengubah pola pikir dan perilaku pasien yang tidak sehat serta membangun kepercayaan diri mengenai bentuk tubuh pasien.<\/p>\n<p>Sedangkan pada pasien anak-anak dan remaja, terapi yang dilakukan adalah terapi berbasis keluarga. Terapi ini melibatkan keluarga pasien untuk mengatasi gangguan makan dan membantu pasien mencapai berat badan normal. Terapi ini juga dapat dikombinasikan dengan terapi kelompok bersama sesama penderita anoreksia.<\/p>\n<h3>Suplemen Makanan bagi <strong>Anoreksia Penyakit Gangguan Makan<\/strong><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4803\" src=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix.png\" alt=\"entramix\" width=\"456\" height=\"456\" srcset=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix.png 600w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix-150x150.png 150w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix-300x300.png 300w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix-24x24.png 24w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix-36x36.png 36w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/entramix-48x48.png 48w\" sizes=\"auto, (max-width: 456px) 100vw, 456px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Selain melakukan kedua metode pengobatan di atas, dokter juga akan meresepkan obat-obatan, seperti anti depresan untuk membantu gangguan mental pada pasien serta pemberian suplemen seperti <a href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/cariObat\/entramix\">Entramix 185G<\/a>.<\/p>\n<p>Entramix merupakan produk nutrisi seimbang yang dilengkapi dengan prebiotik Inulin. Ini sebagai pengganti makan atau suplementasi nutrisi bagi orang yang membutuhkan tambahan asupan nutrisi misalnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Pada lansia<\/li>\n<li>Tidak ada nafsu makan<\/li>\n<li>Daya tahan tubuh menurun<\/li>\n<li>Masa penyembuhan<\/li>\n<li>Malnutrisi<\/li>\n<li>Anoreksia.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Entramix mengandung <span id=\"pastemarkerend\">karbohidrat 58%, protein 15% dan lemak 27% serta dilengkapi dengan mikronutrien, namun bebas gluten dan laktosa. Sehingga produk ini dapat memenuhi kebutuhan nutrisi di saat-saat tertentu seperti pada penderita anoreksia penyakit gangguan makan.<br \/>\n<\/span>Dapatkan diskon 50% untuk pembelian produk Entramix 185G hanya di K24Klik.com selama FBO 2018. Info selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/apotekonline\/fbo-2018\/\">lihat di sini<\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<p>Sumber : dari berbagai sumber.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"date-article\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anoreksia Penyakit Gangguan Makan Anoreksia nervosa atau lebih dikenal dengan anoreksia merupakan gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh. Penderita anoreksia selalu terobsesi untuk memiliki tubuh yang kurus serta melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan tubuh yang ideal menurut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[374],"tags":[],"class_list":["post-4791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Anoreksia Penyakit Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Anoreksia penyakit gangguan makan ditandai dengann rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anoreksia Penyakit Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anoreksia penyakit gangguan makan ditandai dengann rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"K24Klik\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-26T08:49:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-11-28T01:40:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Dwiputri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@k24klik\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@k24klik\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Dwiputri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Dwiputri\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7\"},\"headline\":\"Ingin Diet? Hati-hati Terkena Anoreksia Penyakit Gangguan Makan\",\"datePublished\":\"2018-11-26T08:49:24+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-28T01:40:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/\"},\"wordCount\":588,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/\",\"name\":\"Anoreksia Penyakit Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-11-26T08:49:24+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-28T01:40:37+00:00\",\"description\":\"Anoreksia penyakit gangguan makan ditandai dengann rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ingin Diet? Hati-hati Terkena Anoreksia Penyakit Gangguan Makan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/\",\"name\":\"K24Klik\",\"description\":\"Obat ASLI, kapanpun!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"K24Klik\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png\",\"width\":150,\"height\":150,\"caption\":\"K24Klik\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/\",\"https:\/\/twitter.com\/k24klik\",\"https:\/\/www.instagram.com\/k24klik.id\/\",\"https:\/\/id.pinterest.com\/k24klik\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCwFSwdbaCZhKacSsOifMbOw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7\",\"name\":\"Dewi Dwiputri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Dwiputri\"},\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/author\/dewi-dwiputri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anoreksia Penyakit Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai","description":"Anoreksia penyakit gangguan makan ditandai dengann rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Anoreksia Penyakit Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai","og_description":"Anoreksia penyakit gangguan makan ditandai dengann rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh.","og_url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/","og_site_name":"K24Klik","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/","article_published_time":"2018-11-26T08:49:24+00:00","article_modified_time":"2018-11-28T01:40:37+00:00","og_image":[{"width":800,"height":450,"url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/anorexia-deadly-mental-illness.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dewi Dwiputri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@k24klik","twitter_site":"@k24klik","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Dwiputri","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/"},"author":{"name":"Dewi Dwiputri","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7"},"headline":"Ingin Diet? Hati-hati Terkena Anoreksia Penyakit Gangguan Makan","datePublished":"2018-11-26T08:49:24+00:00","dateModified":"2018-11-28T01:40:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/"},"wordCount":588,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization"},"articleSection":["Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/","name":"Anoreksia Penyakit Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-11-26T08:49:24+00:00","dateModified":"2018-11-28T01:40:37+00:00","description":"Anoreksia penyakit gangguan makan ditandai dengann rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/anoreksia-penyakit-gangguan-makan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ingin Diet? Hati-hati Terkena Anoreksia Penyakit Gangguan Makan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/","name":"K24Klik","description":"Obat ASLI, kapanpun!","publisher":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization","name":"K24Klik","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png","contentUrl":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png","width":150,"height":150,"caption":"K24Klik"},"image":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/","https:\/\/twitter.com\/k24klik","https:\/\/www.instagram.com\/k24klik.id\/","https:\/\/id.pinterest.com\/k24klik\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCwFSwdbaCZhKacSsOifMbOw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7","name":"Dewi Dwiputri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Dwiputri"},"url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/author\/dewi-dwiputri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4791"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4822,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4791\/revisions\/4822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}