{"id":4447,"date":"2018-07-28T13:56:38","date_gmt":"2018-07-28T06:56:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/?p=4447"},"modified":"2018-07-28T14:06:14","modified_gmt":"2018-07-28T07:06:14","slug":"risiko-polihidramnion-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion"},"content":{"rendered":"<p lang=\"id-ID\"><strong>Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_4448\" style=\"width: 705px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4448\" class=\"wp-image-4448\" src=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin.jpg\" alt=\"Risiko polihidramnion pada bayi\" width=\"695\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin.jpg 800w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin-768x515.jpg 768w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin-24x16.jpg 24w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin-36x24.jpg 36w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin-48x32.jpg 48w\" sizes=\"auto, (max-width: 695px) 100vw, 695px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-4448\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.freepik.com<\/p><\/div>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Air ketuban di dalam kandungan memiliki peran penting bagi kehidupan dan perkembangan janin. Dengan adanya air ketuban, bayi akan terhindar dari benturan. Air ketuban juga mampu mengendalikan suhu di dalam perut agar bayi merasa nyaman . Selain itu, air tersebut juga dapat memberikan nutrisi, mencegah infeksi, serta mendukung perkembangan organ sehingga seluruh anggota tubuh bayi bisa tumbuh dengan sempurna.<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Berkaitan dengan air ketuban, beberapa ibu hamil pernah mengalami polihidramnion atau kelebihan air ketuban. Dalam jumlah yang berlebihan, air ketuban bisa membuat ibu dan bayi merasa tidak nyaman. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, polihidramnion pada ibu hamil juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Gejala<\/b><\/span><\/span><\/h3>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebelum terlambat, ada baiknya Anda terlebih dahulu mengenali beberapa gejala polihidraminion berikut ini. <\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sering Sesak Napas<\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Saat sedang mengalami polihidramnion, ibu hamil biasanya akan mengalami sesak napas atau napas yang tersengal-sengal. Hal tersebut terjadi karena air ketuban yang melimpah tersebut memenuhi perut hingga memberikan tekanan pada area diafragma dan dada. Akhirnya, proses pernapasan pun menjadi agak terhambat. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h4 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pembengkakan pada Perut dan Kaki<\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Selain pembengkakan di area perut, <a href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/apotekonline\/polihidramnion-pada-ibu-hamil\/\">polihidramnion pada ibu hamil<\/a> juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki. Pasalnya, anggota tubuh yang terletak di bagian bawah tersebut harus menyangga beban yang berat akibat banyaknya air ketuban pada perut. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h4 class=\"western\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Jumlah Urine Berkurang<\/span><\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Polihidramnion pada ibu hamil juga ditandai dengan berkurangnya jumlah urine. Padahal pada kondisi normal, ibu hamil biasanya justru akan lebih sering buang air kecil daripada saat sedang tidak hamil.<\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h4 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Berat Badan Naik Drastis<\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Gejala lain yang bisa dengan mudah dilihat pada ibu hamil yang terkena polihidramnion adalah bobot tubuh yang naik secara drastis. Hal itu terjadi akibat jumlah air ketuban yang semakin bertambah dari waktu ke waktu.<\/span><\/span><\/p>\n<h3 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Risiko Polihidramnion pada Bayi<\/b><\/span><\/span><\/h3>\n<div id=\"attachment_4451\" style=\"width: 607px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/babyiiiikk.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4451\" class=\"wp-image-4451 size-full\" src=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/babyiiiikk.png\" alt=\"Risiko polihidramnion pada bayi\" width=\"597\" height=\"377\" srcset=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/babyiiiikk.png 597w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/babyiiiikk-300x189.png 300w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/babyiiiikk-24x15.png 24w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/babyiiiikk-36x23.png 36w, https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/babyiiiikk-48x30.png 48w\" sizes=\"auto, (max-width: 597px) 100vw, 597px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-4451\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.freepik.com<\/p><\/div>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh pada keselamat bayi di dalam kandungan. Beikut ini beberapa risiko polihidramnion pada bayi.<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ketuban Pecah Sebelum Waktunya<\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Salah satu hal yang paling sering terjadi pada kasus polihidramnion adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya sehingga dapat membahayakan kondisi bayi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h4 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kelahiran Prematur<\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Ketika ketuban sudah pecah, tindakan yang perlu dilakukan adalah segera mengeluarkan bayi dari perut. Saat dilahirkan secara prematur, perkembangan sistem imun dan organ-organ pada bayi belum sempurna sehingga akan berpengaruh pada kesehatannya saat dewasa.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h4 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Janin Terlalu Besar<\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Banyaknya air ketuban juga dapat menyebabkan ukuran bayi berkembang lebih besar daripada ukuran normal.<\/span><\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h4 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Posisi Janin Tidak Tepat<\/span><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dengan jumlah air ketuban yang berlebihan, bayi akan lebih bebas bergerak sehingga memungkinkan posisinya menjadi sungsang sehingga sulit dilahirkan secara normal.<\/span><\/span><\/p>\n<h3 class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Cara Mengatasi<\/b><\/span><\/span><\/h3>\n<p class=\"western\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Peristiwa polihidramnion dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti: metabolisme yang kurang baik, diabetes, serta gangguan kesehatan pada janin. Untuk mengatasinya, ibu hamil dapat melakukan berbagai pemeriksaan, di antaranya: pemeriksaan <a href=\"https:\/\/www.webmd.com\/baby\/ultrasound-standard\">USG<\/a>, tes amniosentesis, tes gula darah, serta tes karyotipe untuk mengecek apakah ada kelainan kromosom pada bayi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Cambria, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jika belum terlambat, ibu hamil dapat melakukan beragam usaha pencegahan, yakni melalui penerapan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil.<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion Air ketuban di dalam kandungan memiliki peran penting bagi kehidupan dan perkembangan janin. Dengan adanya air ketuban, bayi akan terhindar dari benturan. Air ketuban juga mampu mengendalikan suhu di dalam perut agar bayi merasa nyaman . Selain itu, air tersebut juga dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[374],"tags":[],"class_list":["post-4447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Risiko polihidramnion pada bayi. Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh...\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Risiko polihidramnion pada bayi. Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"K24Klik\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-07-28T06:56:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-07-28T07:06:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dewi Dwiputri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@k24klik\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@k24klik\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dewi Dwiputri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dewi Dwiputri\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7\"},\"headline\":\"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion\",\"datePublished\":\"2018-07-28T06:56:38+00:00\",\"dateModified\":\"2018-07-28T07:06:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/\"},\"wordCount\":516,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Info Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/\",\"name\":\"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-07-28T06:56:38+00:00\",\"dateModified\":\"2018-07-28T07:06:14+00:00\",\"description\":\"Risiko polihidramnion pada bayi. Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh...\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/\",\"name\":\"K24Klik\",\"description\":\"Obat ASLI, kapanpun!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"K24Klik\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png\",\"width\":150,\"height\":150,\"caption\":\"K24Klik\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/\",\"https:\/\/twitter.com\/k24klik\",\"https:\/\/www.instagram.com\/k24klik.id\/\",\"https:\/\/id.pinterest.com\/k24klik\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCwFSwdbaCZhKacSsOifMbOw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7\",\"name\":\"Dewi Dwiputri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dewi Dwiputri\"},\"url\":\"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/author\/dewi-dwiputri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion -","description":"Risiko polihidramnion pada bayi. Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh...","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion -","og_description":"Risiko polihidramnion pada bayi. Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh...","og_url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/","og_site_name":"K24Klik","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/","article_published_time":"2018-07-28T06:56:38+00:00","article_modified_time":"2018-07-28T07:06:14+00:00","og_image":[{"width":800,"height":536,"url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/janiin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dewi Dwiputri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@k24klik","twitter_site":"@k24klik","twitter_misc":{"Written by":"Dewi Dwiputri","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/"},"author":{"name":"Dewi Dwiputri","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7"},"headline":"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion","datePublished":"2018-07-28T06:56:38+00:00","dateModified":"2018-07-28T07:06:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/"},"wordCount":516,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization"},"articleSection":["Info Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/","name":"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-07-28T06:56:38+00:00","dateModified":"2018-07-28T07:06:14+00:00","description":"Risiko polihidramnion pada bayi. Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh...","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/risiko-polihidramnion-pada-bayi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/","name":"K24Klik","description":"Obat ASLI, kapanpun!","publisher":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#organization","name":"K24Klik","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png","contentUrl":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/K24KLIK-LOGO.png","width":150,"height":150,"caption":"K24Klik"},"image":{"@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/k24klik\/","https:\/\/twitter.com\/k24klik","https:\/\/www.instagram.com\/k24klik.id\/","https:\/\/id.pinterest.com\/k24klik\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCwFSwdbaCZhKacSsOifMbOw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/b70f26afdf1669f40818d1b3f5d62ed7","name":"Dewi Dwiputri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d630fa58645a952f967a4d0696e38208055bb9d9150faf470905afedde552d2d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dewi Dwiputri"},"url":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/author\/dewi-dwiputri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4447"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4452,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4447\/revisions\/4452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.k24klik.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}