fbpx
Share this:

Dikurasi Oleh : Maretta Putri A., S.Farm., Apt.

Tidak sedikit yang beranggapan jika orang dengan postur tubuh kurus sudah pasti aman dari tingginya kadar kolesterol dalam darah. Namun faktanya, tidak hanya orang bertubuh gemuk saja yang berisiko terkena kolesterol tinggi. Bentuk dan berat badan seseorang nyatanya tidak berhubungan dengan kadar kolesterol dalam darah.

Orang bertubuh kurus memiliki peluang yang sama besarnya untuk mengalami kolesterol tinggi, seperti halnya mereka yang memiliki berat badan lebih. Kadar kolesterol tinggi dalam darah tidak berhubungan dengan lemak bawah kulit yang membuat seseorang terlihat gemuk.

Biasanya seseorang yang memiliki postur kurus merasa dapat mengkonsumsi apapun tanpa khawatir bertambahnya berat badan, bahkan merasa tidak perlu olahraga. Padahal ini bisa menimbulkan kondisi the skinny-fat atau thin outside, fat inside (TOFI). Kondisi ini merupakan seseorang dengan tampilan luar yang tampak tidak gemuk sama sekali, namun memiliki kadar lemak berlebih di sekitar organ dalam perut.

Keberadaan lemak viseral yang mengitari organ dalam tubuh ini kerap tidak disadari oleh mereka yang bertubuh kurus. Padahal, lemak viseral merupakan ancaman bahaya karena bisa mengganggu fungsi organ  tubuh, terutama organ hati yang berperan dalam metabolisme kolesterol. Karena lemak viseral ini dapat melepaskan asam lemak bebas dan zat lainnya yang bisa mempengaruhi produksi kolesterol.

Selain itu, tingginya kadar kolesterol pada orang bertubuh kurus juga bisa disebabkan oleh genetika. Seseorang dengan kecenderungan genetik kolesterol tinggi akan lebih mungkin mengalami hal yang serupa. 

Kelainan genetik seperti hiperkolesterolemia familial pun bisa membuat seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi, berapapun berat badannya. Orang dengan kelainan genetik ini umumnya memiliki kadar kolesterol 300 mg/dL bahkan lebih. 

Pertambahan usia pun dapat membuat kadar kolesterol dalam tubuh meningkat. Semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan mengalami penurunan. Hal ini akan berpengaruh pada proses metabolisme kolesterol seseorang.

Lalu, bagaimana caranya agar kadar kolesterol tidak berlebih?

Mencegah kadar kolesterol dalam tubuh bermanfaat untuk menghindari berbagai macam penyakit seperti jantung, stroke, dan gangguan kardiovaskular lainnya. Lakukan hal-hal berikut agar kadar kolesterol bisa tetap seimbang.

  1. Atur Pola Makan

Lain dengan orang bertubuh gemuk, seseorang dengan postur tubuh kurus cenderung tidak merasa takut untuk mengkonsumsi jenis makanan apapun, termasuk makanan  yang berlemak. 

Padahal, makanan berlemak bisa membuat tubuh menimbun lemak viseral yang mengakibatkan tingginya kadar kolesterol. Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan konsumsi makanan Anda. Misalnya dengan memperbanyak konsumsi serat, lemak sehat, dan protein. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti gorengan, keju, mentega, juga daging berlemak.  

2. Olahraga dengan Teratur

Lemak viseral merupakan jenis lemak yang lebih mudah dibakar jika dibandingkan dengan lemak di bawah kulit. Anda bisa membakar lemak ini dengan rutin berolahraga. Misalnya saja dengan melakukan olahraga aerobik yang berintensitas ringan-sedang seperti berjalan cepat, jogging, berenang, atau bersepeda selama 30 menit setiap harinya. 

Olahraga akan membantu mengurangi timbunan lemak. Agar lebih optimal, Anda bisa mengimbanginya dengan mengelola stress dengan baik dan tidur dengan cukup. 

3. Hindari Merokok

Berhenti merokok pun merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi kadar kolesterol. Selain itu, lakukan juga pola hidup sehat lainnya dengan menghindari konsumsi alkohol, minuman bersoda, juga minuman kemasan berpemanis buatan yang akan memicu pembentukan lemak viseral.  

Semua orang berpotensi terkena kolesterol tinggi, baik orang dengan tubuh kurus, normal, atau gemuk sekalipun. Karenanya, prioritaskan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai jenis gangguan kesehatan. 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *