Share this:

Tsunami Palu, Waspada Penyakit yang Mengintai Pasca Bencana Alam Ini

tsunami palu
Tribunnews.com

Jumat (28/9/2018), gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang Kabupaten Donggala, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Tak lama berselang menyusul tsunami yang memakan banyak korban jiwa.

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengumumkan jumlah korban jiwa akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala mencapai 832 orang pada Ahad (30/09/2018). Pasca bencana alam ini, para korban yang selamat mulai merasakan masalah pada kesehatannya.

Tsunami Palu, Efek Bencana Alam Tsunami pada Kesehatan

Berdasarkan faktor penyebabnya, penyakit-penyakit yang mengancam kesehatan korban tsunami adalah sebagai berikut :

1. Penyakit yang disebabkan oleh minuman dan makanan yang telah terkontasimasi/tercemar

Tsunami yang terjadi dapat mencemari air dan makanan yang ada. Hal ini dapat menimbulkan berbagai penyakit pencernaan seperti :

  • Kolera yakni infeksi bakteri yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akibat diare parah.
  • Diare merupakan penyakit yang dapat membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer.
  • Tifoid yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri¬†Salmonella typhii melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri ini.

2. Penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk:

Selain makanan dan minuman yang tercemar, sanitasi yang buruk bagi pada korban pun dapat menimbulkan penyakit. Berikut beberapa penyakitnya:

  • Hepatitis yakni istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di hati.
  • Infeksi vagina yaitu penyakit yang dapat disebabkan oleh jamur dan bakteri pada vagina.

3. Penyakit yang disebabkan oleh virus/ parasit dari nyamuk

malaria
www.opopular.com

Tinggal pada tempat pengungsian yang hanya beratapkan terpal membuat korban tsunami Palu dan Donggala lebih mudah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh serangga yang membawa virus atau parasit seperti:

  • Malaria yaitu¬† penyakit yang disebarkan oleh gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit. Infeksi yang disebarkan oleh nyamuk ini dapat terjadi meski hanya dengan satu gigitan.
  • Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis seperti Indonesia.

4. Penyakit yang disebabkan oleh virus/bakteri dari udara

Hilangnya tempat tinggal menjadikan korban tsunami lebih rentan terpapar udara yang telah terkontaminasi dengan zat-zat kimia, mikroorganisme seperti virus dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pernafasan seperti:

  • Gangguan pernafasan ringan.
  • Bronchitis akut yakni infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut.
  • Pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah yaitu infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru.

Dari berbagai penyakit diatas kolera menduduki peringkat atas penyakit yang paling mengancam kesehatan korban tsunami. Selain kolera penyakit yang biasanya terjadi pasca bencana alam air lainnya adalah diare. Tak hanya itu, menurut WHO, malaria juga menjadi daftar penyakit yang dapat mengancam korban tsunami.

Nah Sobat Sehat itu tadi beberapa penyakit yang mengancam kesehatan korban pasca tsunami Palu dan Donggala. Mari kita doakan agar semua korban diberikan ketabahan untuk menghadapi bencana alam ini.

 

Sumber : dari berbagai sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *