Share this:

Perencanaan Kehamilan bagi ODHA

Perencanaan Kehamilan bagi ODHA
http://www.voltanewsonline.com/

Memiliki buah hati tentu merupakan harapan setiap pasangan suami-istri, tidak terkecuali para penderita HIV/AIDS atau yang kerap dikenal dengan sebutan ODHA. Namun sayangnya kekhawatiran kerap kali menghantui para ODHA. Mereka khawatir apabila anak-anak mereka terinfeksi virus yang sama.

Seiring berkembangnya pengetahuan mengenai HIV, saat ini terbukti sudah ada banyak pasangan ODHA yang berhasil memiliki keturunan negatif HIV. Untuk itu, setiap pasangan harus mau melakukan perencanaan kehamilan yang tepat agar bayi yang dilahirkan sehat.

Berikut beberapa tips perencanaan kehamilan pada ODHA untuk meminimalisai terinfeksinya HIV pada bayi.

  1. Rajin Berkonsultasi dengan Dokter dan Mengikuti Program PMTCT

Kehamilan pada ODHA harus direncanakan dengan baik, mulai dari sebelum kehamilan hingga pasca-melahirkan. Untuk itu, setiap pasangan ODHA perlu rajin berkonsultasi dengan dokter secara rutin dan mengikuti program PMTCT yang berguna bagi kesehatan bayinya kelak.

PMTCT merupakan program pencegahan virus HIV dari ibu ke anak dalam masa kehamilan. Saat mengikuti program ini, orang tua akan mendapatkan beragam pengarahan mengenai perencanaan kehamilan, pemeriksaan, serta perawatan medis bagi ibu dan bayi.

Saat mengikuti program ini, biasanya orang tua, baik ayah maupun ibu diwajibkan mengonsumsi obat ARV secara rutin sejak sebelum masa kehamilan. Obat tersebut berfungsi untuk menurunkan jumlah virus sehingga risiko penularannya pun dapat diperkecil.

  1. Perencanaan Kehamilan bagi ODHA, Melakukan Hubungan Seksual yang Aman

Untuk memaksimalkan kemungkinan hamil serta meminimalisasi tertularnya HIV, pasangan disarankan untuk melakukan hubungan seksual hanya pada masa subur. Di luar masa tersebut, mereka harus melakukannya dengan perlindungan alat kontrasepsi.

Selain itu, ada juga metode lain yang bisa dilakukan, yakni dengan tidak melakukam hubungan secara langsung. Caranya adalah melalui penyemprotan atau penyuntikan cairan sperma ke dalam vagina.

Cara berikutnya adalah dengan inseminasi buatan. Sperma dan sel telur yang sudah diproses di laboratorium kemudian dimasukkan ke dalam rahim sang ibu melalui mulut rahim.

  1. Pilih Cara Bersalin yang Aman

Perencanaan Kehamilan bagi ODHA
http://seafoodnet.info/

Sebagian besar wanita menginginkan cara melahirkan normal. Namun sayangnya, kehamilan pada ODHA memiliki risiko penularan yang tinggi sehingga pada saat melahirkan, mereka disarankan untuk melakukannya secara caesar atau operasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko tertularnya virus pada bayi akibat terkena luka saat proses persalinan normal.

Setelah dilahirkan, bayi juga harus diberi obat profilaksis secara rutin. Dengan begitu, tubuhnya akan kebal terhadap virus sehingga bisa tumbuh dengan sehat dan tidak terkena infeksi dari orang tua yang positif HIV.

  1. Hati-hati Memberikan ASI (Air Susu Ibu)

ASI mampu memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Akan tetapi, seorang ibu yang merupakan ODHA harus berhati-hati dalam memberikan ASI. Pasalnya, luka akibat gigitan bayi dapat menjadi media penularan virus. Oleh sebab itu, sebagian dokter menyarankan para ibu untuk tidak memberikan ASI secara langsung.

Jadi, ibu perlu memerah susu terlebih dahulu, lalu memanaskannya, baru kemudian memberikannya kepada si kecil. Pemanasan ASI tersebut berguna untuk mematikan virus-virus yang ada di dalam susu agar tidak masuk ke tubuh bayi. Dengan demikian, bayi pun terbebas dari infeksi HIV.

Kehamilan pada ODHA memang memerlukan perhatian khusus. Dengan mengikuti program perencanaan kehamilan bagi ODHA yang tepat, siapa pun juga berkesempatan memiliki bayi yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *