Share this:

bakso

Sobat sehat, belakangan ini kita sering melihat tayangan di televisi yang menayangkan berita investigasi mengenai bahan pangan berbahaya termasuk olahannya. Tidak bisa dipungkiri, tingginya bahan baku makanan membuat para pedagang makanan memutar otak. Berbagai cara mereka lakukan untuk meminimalkan biaya produksi dan menghindari rugi. Terutama untuk pedagang yang menjual makanan yang rentan basi. Salah satunya adalah dengan menggunakan bahan pengawet makanan. Sayangnya, bahan pengawet yang digunakan merupakan bahan berbahaya dan dilarang penggunaannya.

 

149-1443857823-Pangan berbahaya web

Terdapat dua jenis bahan pengawet yang biasa digunakan oleh para pedagang tersebut, yaitu Formalin dan Boraks. Formalin merupakan larutan tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Cairan ini biasanya digunakan sebagai perekat untuk kayu lapis dan desinfektan untuk peralatan rumah sakit, serta untuk pengawet mayat. Formalin ini sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, dan tertelan. Konsumsi formalin dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Sedangkan jika formalin tertelan sebanyak 30 ml (3 sendok makan) dapat menyebabkan kematian.

Penyalahgunaan formalin biasanya digunakan pada pembuatan mie basah, tahu, ikan segar, dan ikan kering. Makanan yang mengandung formalin, umumnya memiliki ciri khusus. Pada mie basah yang mengandung formalin, memiliki ciri-ciri tidak lengket, lebih mengkilat, dan bau menyengat khas formalin. Sedangkan pada tahu yang berformalin, Anda akan menemui tahu tersebut berbau khas formalin dan tidak mudah hancur. Sama halnya dengan ikan asin, ikan segar, dan daging segar yang tidak dihinggapi lalat dan berbau khas formalin. Semua makanan tersebut dapat bertahan lebih dari satu hari pada suhu ruangan/kamar.

Boraks, penyalahgunaannya sering kita temui pada pangan, seperti bakso, cilok, lontong, dan kerupuk gendar. Senyawa ini berbentuk kristal putih, tidak berbau, dan stabil pada suhu dan tekanan. Salah satu bentuk boraks yang sering disalahgunakan adalah bleng. Bahan ini seharusnya digunakan pada pembuatan detergent, mengurangi kandungan mineral tertentu dalam air, dan antiseptik. Tentu saja bahan yang satu ini juga sangat berbahaya dan dilarang digunakan untuk pangan.

ikan

Konsumsi boraks dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut, bahkan kematian. Sedangkan konsumsi boraks sebanyak 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan kematian. Ciri-ciri pangan yang mengandung boraks antara lain : pada mie basah, bakso, lontong, cilok, dan otak-otak, teksturnya sangat kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah putus. Sedangkan pada kerupuk rambak dari tepung dan gendar memiliki ciri-ciri tekstur sangat renyah dan terasa getir.

Bahaya konsumsi makanan yang mengandung boraks dan formalin dapat kita hindari. Caranya, lebih jeli dalam mengenali ciri-ciri makanan yang mengandung kedua bahan tersebut. Sebaiknya, konsumsi makanan olahan sendiri yang lebih terjamin keamanannya daripada jajan di luar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *