Share this:

Risiko Polihidramnion pada Bayi dan Kenali Tanda-tanda Polihidramnion

Risiko polihidramnion pada bayi
https://www.freepik.com

Air ketuban di dalam kandungan memiliki peran penting bagi kehidupan dan perkembangan janin. Dengan adanya air ketuban, bayi akan terhindar dari benturan. Air ketuban juga mampu mengendalikan suhu di dalam perut agar bayi merasa nyaman . Selain itu, air tersebut juga dapat memberikan nutrisi, mencegah infeksi, serta mendukung perkembangan organ sehingga seluruh anggota tubuh bayi bisa tumbuh dengan sempurna.

Berkaitan dengan air ketuban, beberapa ibu hamil pernah mengalami polihidramnion atau kelebihan air ketuban. Dalam jumlah yang berlebihan, air ketuban bisa membuat ibu dan bayi merasa tidak nyaman. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, polihidramnion pada ibu hamil juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi.

Gejala

Sebelum terlambat, ada baiknya Anda terlebih dahulu mengenali beberapa gejala polihidraminion berikut ini.

  1. Sering Sesak Napas

Saat sedang mengalami polihidramnion, ibu hamil biasanya akan mengalami sesak napas atau napas yang tersengal-sengal. Hal tersebut terjadi karena air ketuban yang melimpah tersebut memenuhi perut hingga memberikan tekanan pada area diafragma dan dada. Akhirnya, proses pernapasan pun menjadi agak terhambat.

  1. Pembengkakan pada Perut dan Kaki

Selain pembengkakan di area perut, polihidramnion pada ibu hamil juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki. Pasalnya, anggota tubuh yang terletak di bagian bawah tersebut harus menyangga beban yang berat akibat banyaknya air ketuban pada perut.

  1. Jumlah Urine Berkurang

Polihidramnion pada ibu hamil juga ditandai dengan berkurangnya jumlah urine. Padahal pada kondisi normal, ibu hamil biasanya justru akan lebih sering buang air kecil daripada saat sedang tidak hamil.

  1. Berat Badan Naik Drastis

Gejala lain yang bisa dengan mudah dilihat pada ibu hamil yang terkena polihidramnion adalah bobot tubuh yang naik secara drastis. Hal itu terjadi akibat jumlah air ketuban yang semakin bertambah dari waktu ke waktu.

Risiko Polihidramnion pada Bayi

Risiko polihidramnion pada bayi
https://www.freepik.com

Kelebihan jumlah air ketuban dapat menyebabkan beragam jenis komplikasi yang berpengaruh pada keselamat bayi di dalam kandungan. Beikut ini beberapa risiko polihidramnion pada bayi.

  1. Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

Salah satu hal yang paling sering terjadi pada kasus polihidramnion adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya sehingga dapat membahayakan kondisi bayi.

  1. Kelahiran Prematur

Ketika ketuban sudah pecah, tindakan yang perlu dilakukan adalah segera mengeluarkan bayi dari perut. Saat dilahirkan secara prematur, perkembangan sistem imun dan organ-organ pada bayi belum sempurna sehingga akan berpengaruh pada kesehatannya saat dewasa.

  1. Janin Terlalu Besar

Banyaknya air ketuban juga dapat menyebabkan ukuran bayi berkembang lebih besar daripada ukuran normal.

  1. Posisi Janin Tidak Tepat

Dengan jumlah air ketuban yang berlebihan, bayi akan lebih bebas bergerak sehingga memungkinkan posisinya menjadi sungsang sehingga sulit dilahirkan secara normal.

Cara Mengatasi

Peristiwa polihidramnion dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti: metabolisme yang kurang baik, diabetes, serta gangguan kesehatan pada janin. Untuk mengatasinya, ibu hamil dapat melakukan berbagai pemeriksaan, di antaranya: pemeriksaan USG, tes amniosentesis, tes gula darah, serta tes karyotipe untuk mengecek apakah ada kelainan kromosom pada bayi.

Jika belum terlambat, ibu hamil dapat melakukan beragam usaha pencegahan, yakni melalui penerapan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *