Share this:

Obat Hipertensi yang Ditarik BPOM, Begini Klarifikasinya

Mungkin kamu menjadi salah satu orang yang merasakan dampak dari ditariknya beberapa obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB). Penasaran mengapa obat ini ditarik dari peredaran? Yuk, cek klarifikasi BPOM terkait hal ini.

Apa itu hipertensi?

BPOM
https://www.freepik.com

Sebelum kita membahas mengenai obat hipertensi yang ditarik, sebaiknya kita cari tahu lebih dahulu apa sebenarnya hipertensi itu. Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan darah tinggi merupakan kondisi dimana tekanan darah berada pada nilai 130/80 atau lebih. Tentu saja kondisi ini sangat membahayakan. Secara tidak langsung jantung dipaksa untuk memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit seperti gagal ginjal, stroke dan gagal jantung.

Mengkonsumsi obat hipertensi menjadi langkah efektif untuk mengatasi hipertensi. Pada beberapa kasus, penderita hipertensi harus mengonsumsi obat seumur hidup. Namun, dokter dapat menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan jika tekanan darah penderita sudah terkendali. Berikut beberapa golongan obat yang digunakan untuk menangani hipertensi:

  1. Diuretik
  2. Antagonis kalsium
  3. Beta blocker
  4. ACE inhibitor
  5. Angiotensin-2 receptor blocker (ARB)
  6. Penghambat renin

Obat Hipertensi yang Ditarik BPOM, Begini Alasannya

obat hipertensi
https://www.pexels.com

Beberapa waktu belakangan BPOM menarik beberapa merk obat hipertensi tententu golongan angiotensin receptor blocker (ARB), yang mengandung Losartan, Irbesartan dan Valsartan. Hal ini meneruskan keputusan penarikan produk di beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat terkait dengan ditemukannya pengotor / impurities N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA) pada bahan baku produk tersebut.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh BPOM RI, obat antihipertensi golongan ARB yang beredar di Indonesia terdampak impurities NDMA dan NDEA yakni Losartan dan Valsartan dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China.

Langkah BPOM untuk Mengatasinya

Sumber: pom.go.id

Dalam rangka untuk melindungi kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta kepada industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA.

Industri farmasi pun telah menyatakan bersedia menarik seluruh obat yang mengandung bahan baku Losartan tersebut secara sukarela.

Bagi Sobat Sehat yang mengkonsumsi obat antihipertensi dengan bahan baku tersebut dapat melakukan konsultasi dengan dokter untuk penggantian produk yang sesuai.

Sobat Sehat, tak hanya mengkonsumsi obat hipertensi. Menjalani gaya hidup sehat juga dapat membantu kamu mengatasi hipertensi serta menurunkan risiko terkena komplikasi penyakit lainnya.

 

Sumber : BPOM dan berbagai sumber.

Bagikan & sehatkan dunia : <br/>Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Google+
Google+
Pin on Pinterest
Pinterest
Email this to someone
email

3 thoughts on “Obat Hipertensi yang Ditarik BPOM, Begini Klarifikasinya”

  1. Salam sehat Sobat Sehat,
    Anda dapat cek produk yang ditarik dari peredaran pada postingan di atas. Jika produk resep yang Anda terima tidak termasuk dalam daftar obet tersebut, maka produk tetap aman dikonsumsi. Untuk penggantian produk resep, Anda dapat berkonsultasi ulang dengan dokter yang memberikan resep tersebut. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*