Share this:

Lupus Bisa Sembuh, Benarkah?

blog lupus

Today is World Lupus Day 2017

Suatu siang sobat sehat berjumpa dengan seseorang yang memiliki bercak merah di wajah berbentuk sayap kupu-kupu ketika sedang berjalan kaki menyusuri jalanan kota yang padat. Sobat sehat mengira bercak tersebut sebagai tanda lahir atau mungkin bercak tersebut muncul akibat paparan sinar matahari yang terik siang ini. Namun, pernahkah terlintas dalam benak sobat sehat bahwa bercak merah tersebut merupakan tanda suatu penyakit tertentu?

Lupus, adalah nama penyakit yang ditandai dengan adanya ruam merah di wajah (area hidung dan pipi) yang berbentuk kupu-kupu (butterfly rash). Penyakit ini muncul karena reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh yang justru mengganggu kesehatan sehingga sering disebut sebagai penyakit autoimun. Ketika seseorang terkena lupus, sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat membedakan antara ‘sel asing’ dan sel tubuh sendiri sehingga imun tersebut menghancurkan sel atau jaringan tubuh yang sehat.

Penyakit yang identik dengan lambang kupu-kupu ini memang belum banyak dikenal dunia. Lupus dapat menyerang siapa saja, lebih banyak menyerang wanita usia produktif (15-45 tahun), namun tidak menutup kemungkinan anak-anak dan pria juga dapat terserang lupus. Selena Gomez, merupakan salah satu artis internasional yang sempat santer diberitakan vakum dari dunia entertainment karena terkena lupus beberapa waktu yang lalu.

lupus bisa sembuh

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti munculnya penyakit lupus. Namun, penyakit tersebut dapat dipicu oleh beberapa hal, diantaranya :

1. Faktor genetik. Seseorang dengan riwayat keluarga yang pernah terserang lupus, memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit yang sama.

2. Sinar matahari. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat memicu timbulnya lesi pada kulit.

3. Obat-obatan. Obat anti kejang, obat tekanan darah, dan antibiotik merupakan golongan obat-obatan yang dapat memicu gejala penyakit lupus. Namun, gejala tersebut akan hilang bila penggunaan obat dihentikan.

 

Gejala Penyakit Lupus

Selain butterfly rash, masih banyak gejala lainnya yang bisa menjadi indikasi penyakit ini. Penderita lupus awalnya mengalami sakit kepala, nyeri otot, ruam kulit, kelelahan, sakit dan pembengkakan pada sendi. Penyakit lupus juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah, karena gejalanya hampir mirip dengan banyak penyakit lainnya sehingga sulit terdeteksi.
Berikut gejala seseorang terkena penyakit lupus (lupus eritematosus sistemik):

1. Butterfly Rash. Muncul ruam seperti sayap kupu-kupu di kedua pipi dan hidung.

2. Discoid Rash. Ruam berbentuk cakram merah dengan bagian tepi yang lebih jelas dibandingkan bagian lainnya. Biasanya muncul dibagian wajah, kulit kepala, dan leher, serta meninggalkan bekas seperti bekas luka. Seringnya terjadi pada penderita lupus discoid.

3. Photosensitivity. Reaksi sensitif yang berlebihan terhadap cahaya matahari pada ruam yang menyebabkan ruam makin parah ketika terkena paparan matahari langsung.

4. Oral ulcers. Penderita mengalami keluhan sariawan yang hilang timbul hampir di seluruh rongga mulut.

5. Radang sendi. Timbul rasa nyeri, memerah, dan bengkak pada persendian.

6. Gangguan organ tertentu. Munculnya peradangan pada organ tubuh tertentu, seperti radang selaput paru-paru (Pleuritis) atau radang selaput jantung (Pericarditis) yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri dada dan sesak nafas, proteinuria (adanya protein dalam air kencing), gangguan sistem saraf, dan kelainan darah berupa Hemolytic Anemia (anemia karena pecahnya sel darah merah), Low White Blood Cell Counts (sel darah putih rendah), atau Low Platelet counts (platelet atau trombosit rendah).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Immunologic Disorders atau gangguan imunitas dan Positif ANA (Antinuclear Antibodi) yang diketahui melalui pemeriksaan darah.

lupus

Pengobatan Penyakit Lupus

Hingga saat ini belum diketahui apakah lupus bisa sembuh total dengan terapi obat. Penderita dapat diberikan obat-obatan untuk meredakan keluhan. Pemberian obat ini juga mencegah timbulnya keluhan yang lebih parah pada penderita yang baru saja didiagnosa berpotensi menderita lupus. Obat yang diberikan biasanya obat golongan antiinflamasi, obat antimalaria, serta kemoterapi imun. Tujuan pemberian obat tersebut, antara lain :
1. Mencegah munculnya gejala akibat lupus (meskipun sudah didiagnosis terkena lupus)
2. Mengurangi kerusakan organ dan masalah lainnya
3. Mengurangi pembengkakan dan nyeri
4. Mengontrol sistem kekebalan tubuh
5. Mengurangi atau mencegah kerusakan sendi

Mengenali kemunculan ruam berbentuk kupu-kupu sebagai salah satu gejala lupus merupakan salah satu pengetahuan yang sangat membantu dalam pengobatan lupus. Yuk, sebarkan informasi di atas pada orang di sekitar kita. Agar semakin banyak orang yang memahami dan peduli bahwa penderita lupus bisa sembuh.(Dev/Wind)

 

Sumber : berbagai sumber

One thought on “Lupus Bisa Sembuh, Benarkah?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *