Share this:

Kebakaran hutan gambut yang terjadi sejak bulan Juni 2015 di Riau, saat ini menjadi hot issue di negara kita tercinta. Pada bulan September 2015, asap tebal yang menutupi Kepulauan Riau dan sekitarnya menjadi semakin parah. Bukan hanya Riau, bahkan asap kebakaran hutan juga mencemari udara di wilayah Kalimantan, dan juga negara tetangga kita, terlebih Singapura yang paling banyak terkena dampaknya. Tebalnya asap membuat pemerintah menetapkan Indonesia dalam status darurat asap.

kabut asap singapura

Sudah menjadi rahasia umum jika faktor manusia adalah penyebab utama kebakaran hutan di sejumlah provinsi. Hampir 90 persen dalam setiap kebakaran hutan yang terjadi di negara ini disebabkan oleh manusia, atau lebih tepatnya sengaja dibakar. Kebakaran hutan termasuk salah satu masalah negara yang belum teratasi dengan baik. Adanya lahan gambut yang mudah terbakar, kebiasaan bercocok tanam penduduk dengan cara membakar untuk membuka lahan, pembakaran lahan secara meluas yang  bermotifkan financial oleh perusahaan tertentu, tidak optimalnya pencegahan  pembakaran lahan, serta kurang cepat dan kurang efektifnya pamadaman api menjadi rangkaian rantai masalah yang belum juga menemui solusi. Selain faktor manusia, cuaca panas dan kering, memperparah dan memperluas penyebaran titik api di sejumlah provinsi seperti Riau, Jambi, dan Pontianak dan menyebabkan kabut asap pekat.

kabut asap pekanbaru

Sudah pasti, polusi udara menjadi salah satu dampak negatif kebakaran hutan yang terjadi. Bertambahnya polusi udara ini, dapat mengakibatkan lapisan ozon bumi semakin menipis, juga berkurangnya hutan sebagai objek penghasil oksigen. Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang tadinya dalam kondisi sehat maupun sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, seseorang menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan dengan orang lain, khususnya bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

 

Indonesia Darurat Asap bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *