Share this:

Gula Jagung dan Gula Stevia, Mana yang Lebih Baik?

gula jagung dan gula stevia
https://www.thespruce.com

Perbedaan Gula Jagung dan Gula Stevia, Mana yang Lebih Baik untuk Diabetes?

Pada tahun 2017, International Diabetes Federation mengumumkan hasil riset bahwa jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai angka 10 juta orang. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah, dan ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin untuk mengubah kalori yang masuk menjadi energi.

Ternyata, faktor genetik bukanlah satu-satunya penyebab. Gaya hidup juga menjadi salah satu faktor penting penyebab penyakit ini. Bahkan ketika sudah divonis mengidap diabetes pun, seseorang harus tetap menjaga gaya hidupnya agar kadar gula di dalam darah tidak melesat tinggi.

Mengganti Gula Tebu dengan Gula Lain

gula jagung dan gula stevia
https://ganachepatisserie.com.au

Selain makan makanan sehat dan mengurangi karbohidrat, mengganti jenis konsumsi gula sangatlah berpengaruh pada kontrol kadar gula di dalam tubuh. Gula putih dan gula coklat yang berasal dari tebu cenderung mudah diserap tubuh. Hal ini membuat kadar gula dalam tubuh menjadi lebih tinggi terutama karena insulin dari pankreas tidak lagi mampu mengubahnya menjadi energi dengan maksimal.

Inilah mengapa para dokter dan ahli gizi menganjurkan para penderita diabetes untuk mengganti jenis gula. Dengan menjauhi gula tebu dan menggantinya dengan gula yang lebih sederhana, metabolisme tubuh akan terbantu sehingga tidak memunculkan komplikasi lain.

Sebagai alternatif, Sobat Sehat bisa mengonsumsi gula jagung. Jika gula tebu akan berubah menjadi sukrosa ketika masuk ke dalam tubuh, lain hal dengan gula jagung. Gula jenis ini akan diubah tubuh menjadi fruktosa dan memiliki kalori yang terbukti lebih rendah dibandingkan gula biasa. Di setiap satu gram sukrosa terdapat 4 kalori, sedangkan pada satu gram fruktosa terdapat 3 kalori.

Selain gula jagung, pemanis alami lain yang bisa dikonsumsi oleh Sobat Sehat dengan masalah diabetes adalah gula stevia. Pemanis ini sebenarnya sudah digunakan sejak lama di kawasan Amerika Selatan dan berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Perbedaan gula jagung dan gula stevia terdapat pada jumlah kalori dan karbohidratnya. Dengan rasa manis yang signifikan, gula stevia memiliki nol kalori dan karbohidrat yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan dengan gula jagung.

Di Mana Beli Gula Pengganti?

Di Indonesia, sudah banyak produsen makanan yang menyediakan substitusi gula ini dalam bentuk kemasan. Sebut saja merek seperti Tropicana Slim yang menyediakan jenis gula jagung dan gula stevia. Sobat Sehat dapat menemukan merek tersebut dan merek lain di www.k24klik.com dan membelinya secara online.

Jika perbedaan gula jagung dan gula stevia dilihat dari sisi jumlah kalori, stevia memang lebih unggul karena sama sekali tidak memiliki kalori. Namun, penggunaan gula stevia pun harus hati-hati karena rasanya yang sangat manis. Kalau Sobat Sehat masih bingung memilih gula yang mana, Sobat Sehat dapat berkonsultasi melalui fitur chat di website K24Klik.

Penyakit diabetes adalah penyakit jangka panjang yang hanya bisa diredam dengan perbaikan gaya hidup. Dengan mengganti jenis konsumsi gula, makan sehat, dan olahraga ringan yang teratur, kadar gula di dalam darah bisa dikontrol. Pada akhirnya, gaya hidup yang sehat akan menghasilkan tubuh yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *