Share this:

Si kecil suka bermain di tanah? Hati-hati, Bunda, anak bisa terkena cacingan! Apabila si kecil mulai menunjukkan gejala lemas, lesu, tidak bersemangat, sering mengeluh sakit perut, pucat, dan tidak napsu makan, bisa jadi parasit kecil penyebab cacingan mulai menyerang si kecil.

anak terkena cacingan

Cacingan pada anak-anak ini sering kali disepelekan. Padahal penyakit yang diakibatkan cacing parasit ini tidak hanya mengganggu pencernaan saja, loh. Namun, juga bisa mengganggu pertumbuhan si kecil.

Lantas bagaimana mengobati cacingan pada si kecil? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini!Tentang Cacingan yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Tentang Cacingan yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Cacingan merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan masuknya cacing parasit ke dalam tubuh manusia. Penyakit ini termasuk penyakit yang mudah menular. Karenanya, jangan heran ketika salah satu anggota keluarga terkena cacingan, selang beberapa hari kemudian anggota keluarga yang lainnya juga mengalami keluhan yang sama.

Beberapa jenis parasit cacing yang paling banyak menginfeksi pencernaan, antara lain: cacing tambang, cacing pita, dan cacing kremi. Risiko tertinggi terserang cacingan tersebut, dialami oleh usia anak-anak. Terlebih, pada mereka yang suka bermain di tanah. Jika dibiarkan, keluhan cacingan ini dapat memengaruhi pertumbuhan anak dan menyebabkan gangguan nutrisi.

Penyebab Anak Terkena Cacingan

Berikut kami ulas lebih lanjut mengenai penyebab cacingan pada anak yang perlu Bunda perhatikan!

1. Makanan yang terkontaminasi telur cacing

Parasit cacing yang menginfeksi pencernaan si kecil, berkembang dengan cara bertelur. Telur-telur cacing tersebut bisa saja ada di makanan si kecil. Karena makanan dan air merupakan media pertumbuhan yang baik bagi telur-telur cacing.

Salah satu jenis makanan yang perlu Anda waspadai adalah daging sapi. Jadi, hati-hati, ya Bunda dalam membeli daging sapi untuk menu makan keluarga. Pastikan daging yang Anda beli masih segar dan bebas dari parasit, serta belilah daging di penjual daging resmi dan tepercaya.

Photo by Lukas from Pexels

2. Jari tangan yang kotor setelah bermain di tanah

Anda perlu waspada ketika si kecil bermain di tanah yang basah dan lembab. Karena tekstur tanah yang seperti itu banyak mengandung cacing dan telur-telurnya. Saat si kecil usai bermain dan tidak mencuci tangannya dengan bersih, telur-telur cacing tersebut bisa saja masih tertinggal di sela-sela kuku.

Bisa Anda bayangkan yang terjadi jika si kecil langsung makan dengan kondisi tangan yang demikian? Ya, telur-telur cacing di jari-jari si kecil akan berpindah ke makanan dan masuk ke dalam pencernaan bersama makanan. Untuk mencegah hal ini, Anda sebaiknya rajin memotong kuku si kecil minimal 1 minggu sekali.

3. Makanan yang kurang matang

Bagi sebagian orang, makanan yang setengah matang memang lezat. Namun, tahukah Anda bahaya yang mengintai di balik makanan setengah matang tersebut? Makanan mengandung telur cacing atau parasit cacing yang tidak dimasak dengan matang akan menyebabkan telur maupun parasit cacing tersebut tidak akan mati dalam proses memasak dan bisa berkembang biak. Hal serupa juga berlaku pada proses pencucian bahan makanan. Cuci bahan makanan yang hendak dimasak dengan bersih, terlebih untuk daging dan sayuran.

Photo by Terje Sollie from Pexels

4. Kebersihan anus yang tidak terjaga

Salah satu keluhan cacingan yang terjadi adalah cacing kremi pada anak-anak. Salah satu ciri keluhan ini adalah rasa gatal di sekitar anus. Rasa gatal inilah yang memancing si kecil untuk menggaruk bagian anus. Karena tindakan tersebut, telur cacing yang ada di anus dapat menempel pada kuku dan jatuh ke sprei atau selimut.

Telur-telur cacing yang berceceran tersebut dapat menempel pada anggota keluarga yang lain dan menularkan penyakit cacingan secara tidak langsung. Oleh karena itu, bantu si kecil untuk selalu menjaga kebersihan daerah anus, ya.

Gejala Anak Terkena Cacingan

Keluhan cacingan yang sering dialami oleh si kecil, umumnya disebabkan karena cacing kremi. Parasit cacing yang satu ini memiliki ciri-ciri fisik berwarna putih, dengan panjang 5-13 milimeter. Telur cacing ini masuk ke dalam ke dalam mulut bersama makanan yang dikonsumsi si kecil dengan tangan kotor.

Telur cacing tersebut kemudian menetas di usus kecil dan berdiam di usus besar hingga dewasa. Cacing kremi betina yang sudah dewasa, kemudian menuju ke anus untuk berkembang biak. Proses inilah yang menimbulkan rasa gatal pada anus si kecil. Selain rasa gatal, si kecil juga bisa mengalami iritasi dan nyeri di sekitar anus, susah tidur karena gatal di sekitar anus, peradangan vagina pada perempuan, hingga kemunculan cacing kremi pada tinja.

Cara Mengobati Anak Terkena Cacingan

Pengobatan Cacingan Secara Alami

Cacingan pada anak dapat diobati dengan cara alami maupun melalaui perberian obat-obatan. Adapun cara mengobati anak terkena cacingan secara alami, adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan bawang putih

Penggunaan bawang putih untuk membunuh cacing kremi, dapat dengan cara dimakan mentah-mentah atau di oles seperti salep. Untuk membuat salep bawang putih, siapkan bawang putih secukupnya, gerus hingga halus. Tambahkan sedikit minyak esensial, kemudian campur hingga merata. Oleskan salep tersebut pada anus si kecil.

  • Menggunakan wortel

Wortel kaya akan serat, yang dapat memperbaiki pencernaan dan meningkatkan pergerakan usus. Mengkonsumsi wortel mentah yang bersih, dapat membantu untuk mendorong cacing kremi dari pencernaan Anda.

  • Minyak kelapa

Minyak yang satu ini memiliki fungsi sebagai antibakteri dan antiviral. Untuk mengusir cacing kremi dari pencernaan, Anda dapat mengoleskannya pada anus. Atau, minum 1 sendok makan minyak kelapa setiap pagi (untuk orang dewasa).

Pengobatan Cacingan dengan Pemberian Obat

Apabila cara alami di atas tidak bekerja secara efektif, Anda dapat memberikan obat cacing yang memiliki komposisi Pirantel Pamoat. Kandungan obat tersebut dapat membuat cacing mengalami kelumpuhan spastik, sehingga mudah terbawa oleh tinja. Cacing yang terdorong keluar bersama tinja tersebut kemudian akan mati dan tidak menimbulkan infeksi lagi.

Pirantel Pamoat diberikan dalam dosis tunggal, yaitu satu kali sehari sebelum tidur malam. Besaran dosis yang diberikan, dihitung berdasarkan berat badan. Meski obat ini boleh dibeli tanpa resep dokter, tetap perhatikan aturan penggunaan yang dianjurkan, ya.

Sebaiknya, obat ini tidak diberikan lebih dari 1 gram. Salah satu produk dengan kandungan Pirantel Pamoat yang dapat Anda beli adalah obat cacing dengan merek Combantrin. Obat tersebut dapat Anda di Apotek Online K24Klik dengan klik link berikut:

Beli Combantrin di K24Klik

Mencegah Anak Terkena Cacingan

Selain mengobati, Anda juga perlu mencegah anak terkena cacingan. Adapun cara pencegahan yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Ajarkan kebiasaan cuci tangan dengan benar kepada si kecil usai beraktivitas (terutama bermain) dan saat hendak makan.
  • Rajin mengganti pakaian dalam si kecil, minimal 1 kali sehari.
  • Ajak anak untuk bermain di area tanah yang kering.
  • Masak makanan dengan benar dan matang.
  • Cuci bahan makanan dengan bersih sebelum dimasak, terutama untuk sayur dan daging.
  • Potong kuku si kecil minimal 1 kali dalam seminggu
  • Jaga kebersihan lingkungan sekitar si kecil, misal cuci sprei dan selimut setiap 1 minggu sekali, serta menjaga kebersihan daerah genital (khususnya anus).
  • Segera ajak si kecil berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami gejala cacingan dan gejala tidak reda meski telah diberi obat-obatan yang dianjurkan.

Demikian sekilas tentang gejala anak terkena cacingan, berikut cara pengobatan dan pencegahannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *