Share this:

Fakta Menarik “Obat Kelab”, GHB

Obat GHB
Seungri Big Bang diperiksa kepolisian atas kasus Burning Sun via https://www.cnnindonesia.com

Sobat Sehat K24klik yang hobi nonton drama Korea atau dengerin musik K-pop pasti udah gak asing lagi dengan kasus Burning Sun yang sedang marak diberitakan di jejaring media sosial. Terlibatnya beberapa artis hingga Idol Korea seperti Seungri Big Bang, Choi Jong Hoon FT Island, Jung Joon Young hingga CEO Burning Sun Lee Moon Ho membuat kita para pemerhati budaya Korea khususnya K-popers penasaran dengan kasus Burning Sun ini.

Dari beberapa kasus yang terlibat di Burning Sun, yang menjadi perhatian masyarakat adalah kasus sexual abuse dan penggunaan obat terlarang. Obat yang digunakan adalah GHB atau Gama Hidroksi Butirat yaitu suatu turunan GABA golongan depresan sistem saraf pusat yang dahulu digunakan oleh bina ragawan untuk menguatkan otot. Sebelum kamu terlanjur salah menggunakan “obat kelab” ini untuk pengobatan, alangkah baiknya kamu simak beberapa fakta menariknya di bawah ini!

1. GHB memiliki beberapa istilah kekinian atau ‘nama panggilan’ unik yang tidak asing kita dengar

Obat GHB cair yang dipotret oleh wartawan Korea saat konferensi pers via https://tirto.id

Dilansir dari Drugs.com, GHB memiliki beberapa istilah lain yang lebih kekinian seperti Liquid X, Georgia Home Boy, Oop, Gamma-oh, Mils, G, Liquid G, dan Fantasy. Istilah-istilah ini biasanya diciptakan sebagai suatu kode bagi pengguna untuk mendapatkan atau mengedarkan obat ini secara bebas.

2. Penyalahgunaan “obat kelab” GHB karena didukung oleh sifat fisik obat ini yang unik

GHB adalah obat anestesi yang berbentuk cair, tidak berwarna dan tidak berbau yang mempunyai sifat menghambat sistem saraf pusat sehingga memberikan efek kantuk atau “menidurkan” pasien. Karena ciri khas obat ini, GHB sering dicampurkan ke dalam minuman calon korban pemerkosaan (date rape drugs).

Ketika sudah dikonsumsi, yang berbahaya adalah si korban akan kehilangan kesadaran secara penuh. Tetapi saat bangun sudah tidak ingat kejadian sebelumnya karena pengaruh depresan obat ini di sistem saraf otak.

3. Ketika dikonsumsi secara oral, GHB tidak akan terdeteksi ketika tes pemakaian narkoba

Pemeriksaan kadar obat GHB dalam tes urin via https://www.pexels.com

Salah satu kejadian yang disorot pada kasus Burning Sun adalah ketika pengunjung perempuannya diberikan GHB tanpa sepengetahuan, kemudian dilakukan pemeriksaan urin atau darah 24 jam berikutnya maka obat ini akan lolos dari deteksi tersebut. Mengapa demikian?

GHB memiliki waktu paruh yang sangat singkat yaitu 21 menit dan di absorpsi saluran pencernaan luar biasa cepat dengan efek maksimal 30-60 menit. Waktu paruh obat adalah waktu yang dibutuhkan oleh separuh obat untuk dieliminasi atau dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, ketika dilakukan pengecekan kadar obat 12 hingga 24 jam setelahnya menjadi tidak mungkin atau tidak akan terdeteksi.

4. Pengobatan yang ditawarkan ketika sudah terlanjur dikonsumsi dalam dosis besar masih sangat terbatas dan perlu pengawasan secara medis

Beberapa jenis obat sudah diklaim dapat mengurangi efek kecanduan dari sobat GHB seperti Benzodiazepin, Anti-hipertensi, atau anti konvulsan. Tetapi detoksifikasi dengan obat ini juga wajib di bawah pengawasan ahli-medis agar tercapai kesembuhan secara optimal dan signifikan.

Bagaimana Sobat Sehat? Menarik sekaligus membahayakan sekali ya obat GHB jika sampai disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, sebelum kamu membeli obat alangkah baiknya jika dikonsultasikan kepada ahlinya.

Kamu juga bisa konsultasi di K24klik, Sobat Sehat. Karena di K24klik menyediakan fasilitas live chat dengan Apoteker terpercaya. Di situ kamu bisa konsultasi obat termasuk cara penggunaan, aturan pakai hingga efek samping. Sehingga meminimalisir kamu dalam pengguna salahan ataupun penyalahgunaan obat GHB maupun produk sejenis.

Sumber : dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *