LINCOPHAR 500MG
LINCOPHAR 500MG
Foto bisa berbeda dengan kemasan terbaru. Foto tiap produk akan kami pantau dan perbarui.

LINCOPHAR 500MG

Sub Kategori: Antibiotik Golongan Lain obat keras
Tag: Antibakteri , Infeksi , Gram positif , Streptococcus , Pneumococcus , Staphylococcus
Komposisi: Lincomycin / Linkomisin HCl.
Indikasi: nfeksi serius akibat Gram positif seperti Streptococcus, Pneumococcus, & Staphylococcus yang rentan terhadap Linkomisin.
Dosis: Dewasa : infeksi ringan : 3 kali sehari 500 mg. infeksi berat : 4 kali sehari 500 mg. Anak berusia lebih dari 1 bulan : 30-60 mg/kg berat badan/hari dalam 3-4 dosis terbagi.
Penyajian: Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan)
Cara Penyimpanan: Simpan di tempat kering san sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung
Perhatian: Gangguan fungsi hati atau ginjal. Hamil dan laktasi
Efek Samping: Gangguan saluran cerna, diare, pruritus, ruam, dan urtikaria
Kemasan: 10 Tablet / Strip
Harga: Rp 6.351,- / Tablet
Pabrik: Pharos
Deskripsi: LINCOPHAR 500MG digunaka untuk mengobati Infeksi serius akibat Gram positif seperti Streptococcus, Pneumococcus, & Staphylococcus yang rentan terhadap Linkomisin. Beli LINCOPHAR 500MG di apotek online K24klik.com dan dapatkan manfaatnya.

Deskripsi LINCOPHAR 500MG diambil dari berbagai macam sumber. Segala bentuk kesalahan penulisan obat adalah diluar tanggung jawab pihak k24klik.com.

Tanya Jawab Apoteker

Tanya tentang LINCOPHAR 500MG pada apoteker kami di sini

iin rahajeng 2016-04-22 08:40:59

lincophar 500 mg, itu obat untuk mengobati infeksi apa saja? apakah infeksi akibat gatal di vagina juga bisa ? terima kasih sebelumnya atas jawaban Anda, yang sangat membantu saya



K24KLIK

Dear Ibu IIn Rahajeng,
Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Lincophar diindikasikan untuk infeksi berat saluran nafas, kulit, jaringan lunak yang disebabkan oleh kuman gram positif seperti Streptococcus, Pneumococcus, & Staphylococcus yang rentan terhadap Linkomisin.
Infeksi organ vital wanita bisa disebabkan oleh :
1. Infeksi jamur atau bakteri.
2. Penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, chlamydia (klamidia), dan herpes genital.
3. Iritasi akibat bahan-bahan kimia, misalnya karena kandungan sabun, pewangi pakaian, atau kondom yang memicu reaksi alergi.
4. Membasuh bagian dalam organ vital wanita.
5. Atrofi organ vital wanita, yaitu penipisan dinding organ vital wanita karena penurunan kadar estrogen setelah menopause.
Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis kulit dan kelamin agar pengobatan yang diberikan sesuai dengan penyebab infeksi Anda.
Semoga bermanfaat.

Lihat 5 Komentar Selanjutnya

Lihat 5 Pertanyaan Selanjutnya
Ikuti Kami

Newsletter
Dapatkan informasi, tips kesehatan, dan promo eksklusif K24Klik hanya untuk Anda!
  • logo pcp logo pos indonesia logo jne logo ems logo gomart

Klik disini untuk lihat perbandingan