Kepribadian Ganda ‘Kill Me Heal Me’

Sobat sehat pecinta drama korea pernah menonton film Kill Me Heal Me? Film ini menceritakan tentang gangguan kepribadian ganda yang dialami oleh tokoh utamanya. Gangguan kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID) merupakan gangguan kondisi mental seseorang yang ditandai dengan gangguan kerusakan memori, kesadaran, identitas, dan persepsi. Kondisi ini dapat muncul karena mekanisme pertahanan diri terhadap rasa sakit fisik dan emosional dari pengalaman traumatik dan stres.

kepribadian ganda

Pada masa kanak-kanak 3-11 tahun dan usia remaja 12-18 tahun, penderita DID mengalami pengalaman traumatis yang cukup ekstrem dan terjadi berulang kali (berkepanjangan) yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Trauma tersebut terbentuk akibat beragam penyiksaan dan pelecehan, seperti: penyiksaan dan pelecehan seksual, kekerasan fisik, kekerasan secara psikologis, dan juga ritual-ritual aneh yang menyakiti sang korban .

Penyebab lain pemicu terjadinya DID, antara lain :

1. Kemampuan bawaan untuk memisahkan kepribadian dengan mudah.
2. Pelecehan seksual pada masa kecil yang berulang.
3. Kurangnya orang yang melindungi ataupun menghibur dari pengalaman buruk yang dialami.
4. Pengaruh dari anggota keluarga lain yang memiliki gangguan psikologis.

Kriteria DID berupa :

  1. Keberadaan dua atau lebih kepribadian
  2. Setiap kepribadian bersifat kompleks, memiliki pola perilaku, memori dan hubungan tersendiri
  3. Ketidakmampuan mengingat informasi pribadi yang penting.

Dissociative-Identity-Disorder-DID

Jenis kepribadian dasar yang seringnya muncul pada penderita DID, antara lain :
1. Pribadi anak (child alters), yang membuat kepribadiannya bak dalam dunia anak-anak seperti suka bermain dan periang.
2. Pribadi yang menyiksa (persecutor personality), yang membuat penderitanya bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain.
3. Pribadi penolong (help personality) yang membuatnya menjadi orang yang sangat baik hati.

Ciri-ciri orang yang mengalami kepribadian ganda, antara lain :
1. Penampilan, gaya bicara, dan perilaku penderita dapat berubah-ubah secara dramatis sesuai kepribadian yang sedang berperan.
2. Sering mengalami halusinasi dalam bentuk suara dari kepalanya (pseudo halusinasi).
3. Fungsi kognitif lain umumnya baik, kecuali pada ingatan masa lalu.
4. Jika melakukan penilaian (judgement) dapat berubah-ubah tergantung kepribadian yang muncul.
5. Umumnya penderita tidak menyadari ada kepribadian lain di dalam dirinya.

Faktanya, gangguan ini lebih banyak menyerang perempuan dibandingkan laki-laki. Dan umumnya disertai dengan gejala sakit kepala, penyalahgunaan obat penenang, fobia, halusinasi, kecemasan, depresi, depersonalisasi, mengalami distorsi waktu, amnesia, fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri, serta keinginan menyakiti diri sendiri.

Kesulitan yang sering dialami oleh penderita DID adalah sulitnya bergaul karena memiliki banyak identitas. Selain itu, DID juga dapat mengganggu fungsi kehidupan lain seperti pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Gangguan DID ini dapat membaik dan kepribadian yang muncul dapat berkurang jika ditangani dengan baik. Penderita perlu menjalani terapi rutin sampai dia menemukan kepribadian aslinya. Oleh karenanya, seorang penderita DID sangat membutuhkan dukungan orang-orang sekitarnya untuk menjalani terapi dengan rutin. Jadi, jangan ‘bully’ penderita DID ya, sobat sehat!

Sumber : Wikipedia dan berbagai sumber

Bagikan & sehatkan dunia :
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone