Deteksi dan Penanggulangan TB

tb-drug-resistent_650x400_51490344313

Bagaimana Cara Mendiagnosa Seseorang yang Terinfeksi TB?

Sobat sehat pernah mendengar atau melakukan test mantoux ? Test mantoux merupakan metode standar yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Mycobacterium TBC. Test mantoux merupakan salah satu dari beberapa tes yang berasal dari abad ke-19 yang masih banyak digunakan untuk mendiagnosis TB.

Sobat sehat perlu melakukan test mantoux apabila :
1. Sobat sehat pernah atau sering menghabiskan waktu dengan seseorang yang menderita TB aktif.
2. Sobat sehat tinggal di daerah dimana banyak orang yang terjangkit TB.
3. Sobat sehat bekerja atau tinggal di sebuah panti jompo, klinik, rumah sakit, penjara atau tempat penampungan tunawisma yang memiliki prevalensi tinggi terhadap TB.
4. Sobat sehat memiliki infeksi HIV atau masalah kesehatan tertentu lainnya.

Bagaimana Prosedur Pelaksanaan Test Mantoux?

injection

Test mantoux diberikan oleh dokter dengan cara menyuntikan beberapa cairan ‘tuberkulin’ di bawah kulit pada area lengan. Setelah mendapatkan suntikan untuk test mantoux sebaiknya sobat sehat tidak menutup bekas suntikan dengan perban, tidak menggosok dan menggaruknya. Jika gatal cukup letakan kain dingin di atasnya.

Hasil test mantoux dikatakan negatif dan sobat sehat tidak menderita TB apabila tidak muncul benjolan pada tempat disuntikannya cairan tuberkulin. Namun apabila di area bekas suntikan terdapat benjolan dengan ukuran tertentu, maka tubuh sobat sehat positif memiliki bakteri penyebab TB.

Hasil yang ditunjukan kebanyakan tergolong pada infeksi TB laten. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan x-ray dan tes lain untuk melihat apakah infeksi tersebut tergolong dalam penyakit TB aktif.
Bagaimana Cara Menanggulangi TB?

Terdiagnosa menderita TB bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memperoleh kualitas hidup yang baik dengan dukungan dari tenaga kesehatan dan pemerintah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa keberhasilan pengobatan TB dapat tercapai dengan menerapkan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course). DOTS sudah banyak dianut oleh berbagai negara dalam menanggulangi penyakit TB, termasuk negara Indonesia.

DOTS mengandung 5 komponen penting yaitu:TBC
1. Komitmen pemerintah dalam menjalankan program pengobatan penyakit TB
2. Penemuan kasus TB dengan pemeriksaan BTA mikroskopis
3. Pemberian obat jangka pendek yang diawasi langsung oleh tenaga kesehatan
4. Pengadaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara berkesinambungan
5. Monitoring serta pelaporan tentang perkembangan penyakit tuberkulosis yang terstandarisasi

Empat elemen kunci yang direkomendasikan oleh WHO untuk menunjang keberhasilan pengobatan TB adalah:
1. Meningkatkan penemuan kasus dan penyembuhan TB yang efektif terutama bagi pasien yang tidak mampu
2. Bekerja sama dengan pusat pelayanan kesehatan yang ada
3. Melibatkan seluruh praktisi kesehatan, masyarakat, dan pemerintah untuk mematuhi tentang regulasi pengobatan TB secara internasional
4. Mengembangkan penelitian yang ada untuk menemukan obat baru, alat diagnostik, dan keberhasilan program terkait pengobatan TB.

Jadi sobat sehat, meskipun tubuh kita terlihat baik-baik saja setelah berinteraksi dengan penderita TB, kita tetap perlu waspada, ya. Lakukan test mantoux segera agar penularan dapat segera ditangani. Dan jika menemukan seorang penderita TB, jangan dikucilkan ya #sobatsehat, tapi berikan dukungan agar mereka memiliki semangat untuk sembuh! (Na/Le/Nin/Dev)

 

Sumber:
Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuberkulosis di Indonesia (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia)

WHO – World Health Organization

Bagikan & sehatkan dunia :
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone