Air Keras, Larutan Kimia yang Bersifat Korosif

Sobat sehat, penggunaan air keras sebagai senjata tindak kejahatan, bukan lah hal baru. Kasus penyiraman air keras seperti yang sedang ramai dibicarakan saat ini, juga pernah terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Sebenarnya, apa ‘sih air keras itu? Mengapa orang sering menggunakannya untuk menyakiti atau melukai orang lain?
Jadi, air keras adalah larutan asam kuat yang cukup pekat, yang apabila mengenai kulit, akan timbul nyeri hebat dan timbul luka bakar karena sifatnya yang korosif (sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif).

ilustrasi air keras

Contoh air keras adalah asam sulfat yang dipakai untuk aki, asam klorida untuk membersihkan permukaan logam sebelum disoldir, asam nitrat untuk menguji logam mulia, dan asam fosfat untuk membuat garam fosfat.

Tidak hanya luka fisik, seseorang yang terkena serangan air keras juga dapat mengalami trauma dan beban psikologis karena cacat fisiknya.

Selain itu, air keras juga berbahaya bagi lingkungan karena dapat menjadi sumber polusi, baik udara, air, maupun tanah. Jika air keras dibuang sembarangan dapat membunuh tumbuh-tumbuhan yang terkena air keras, kemudian jika menguap juga berbahaya bagi sistem pernapasan manusia. Air keras ini juga dapat menyebabkan kebakaran hebat sehingga penyimpanannya pun harus jauh dari sumber api.

penanganan luka bakar

Berikut tahapan luka yang timbul akibat paparan air keras :
Grade I

Korban paparan air keras mengalami dampak seperti terpapar sinar matahari atau terjemur matahari.

Grade II

Yaitu kondisi melembung atau melepuh. Kerusakan terjadi hanya di bagian epidermis atau kulit arinya menggelembung.

Grade II A

Pada tahap ini, lapisan epidermis dan di sebagian dermis mengalami kerusakan hingga 20 persen, sedangkan 80 persen lapisan masih dalam kondisi baik. Dalam kondisi ini, korban dapat sembuh dalam kurun waktu 10 hari hingga 2 pekan.

Grade II B

Kerusakan terjadi di epidermis dan sebagian besar dermis, yaitu sebanyak 80 persen. Kondisinya lebih parah, hanya sedikit yang tersisa. Namun selama biji epitel (bagian kulit yang tumbuh jadi kulit) masih ada, akan bisa sembuh meski membutuhkan waktu yang lama. Misalnya selama 1 bulan lebih, tergantung luas lukanya.

Grade III

Ini luka yang paling dalam. Melukai di seluruh ketebalan kulit dan epidermis. Biasanya ditangani dengan cara operasi. Namun untuk menentukan tingkatan dampak bahaya ini, tim medis membutuhkan waktu 3-5 hari setelah korban tersiram air keras

pertolongan pertam luka bakar

Apa yang harus dilakukan ketika terkena air keras?
1. Menjauh dari sumber air keras
2. Lepaskan pakaian dan perhiasan dari kulit yang terkena air keras
3. Cuci dengan air bersih (disarankan air bersih yang mengalir) sebanyak-banyaknya untuk menetralkan air keras
4. Segera lakukan penanganan medis

Nah, setelah mengetahui bahaya air keras di atas, semoga kita menjadi lebih berhati-hati dan tidak sembarangan menggunakan cairan yang satu ini, ya, sobat sehat.

Jika sobat sehat membutuhkan salep untuk membantu mengatasi bekas luka bakar akibat terkena air keras, sobat sehat dapat membelinya secara online melalui apotek online K24Klik dan pesanan akan langsung dikirim ke alamat sobat sehat. Melalui website tersebut, sobat sehat juga dapat bertanya seputar informasi obat dan cara penggunaannya dengan Health Consultant K24Klik.com.(Dev/Wind)

Download juga aplikasi K24Klik di Google Play Store untuk kemudahan berbelanja kebutuhan kesehatan keluarga.

Sumber : dari berbagai sumber

Bagikan & sehatkan dunia :
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone